Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Ayaz! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!


__ADS_3

"Apa kau bisa menemukannya? Aku melihatnya tadi, orang yang menghadiri pemakamannya sendiri, anak itu memang keras kepala!" gumam Marco pada Raihan. Informan kepercayaannya itu sedang melacak pergerakan Ayaz, karena Ayaz yang diminta untuk tetap stay di tempat persembunyian nyatanya malah menghadiri pemakamannya sendiri tadi.


"Aku rasa dia adalah orang pertama yang melakukan itu!" ujar Raihan, benar-benar gila menurutnya Ayaz itu.


"Aku tidak bisa menghubunginya, dia juga tidak ada di tempat persembunyian, sebenarnya di mana si gila itu? Tidak taukah dia kalau adikku sedang menderita!" geram Jovan yang sedari tadi terus-terusan menghubungi Ayaz namun tidak juga mendapatkan jawaban.


"Anak itu benar-benar!" berang Marco.


"Sudahlah Tuan, saya cukup yakin kalau Ayaz bisa menjaga dirinya, lagi pula tidak banyak yang mengenali wajahnya selama ini, untungnya dia memang jarang menampakkan diri!"


"Kau ini!" Marco mendengus kesal saat Raihan mencoba menenangkannya dengan memuji Ayaz.


"Anak-anak memang sering membuat kekacauan, kita yang sudah tua ini sebenarnya harus lebih bisa memaklumi, anggap saja Tuan sedang menghadapi kenakalan Ayaz saat ia masih kecil!" ujar Raihan lagi sembari menahan senyum saat melihat ekspresi kalut Marco.


Tidak menyangka Tuannya itu bahkan sekarang memiliki anak kandung.


Sementara itu.


"Kau!"


"Bagaimana bisa kau masih hidup?"

__ADS_1


Amla sungguh terkejut melihat kenyataan di hadapannya, dia bahkan menyaksikan sendiri mayat Ayaz yang sudah hangus di rumah sakit, lalu bagaimana bisa sosok itu dengan tanpa luka sedikitpun kini berada di hadapannya, sedang menatapnya dengan penuh kebencian.


Yah, Ayaz mendatangi Amla di penjara, ia menyamar sebagai pihak kepolisian, menatap Amla dengan senyum penuh kemenangan.


"Penjahat lahir setiap menit!" ujar Ayaz pada Amla.


"Orang-orang menjadi tidak berkeprimanusiaan setiap detiknya!"


"Apa yang kau mau? Balas dendam? Kau hanya akan menyesalinya, kau pikir bisa dengan mudah melawanku?" berang Amla, di sana tidak ada siapapun selain dirinya dan Ayaz, padahal Amla berharap di saat seperti ini ada orang yang melihat interaksi mereka untuk meyaksikan bahwa Ayaz Diren masih hidup.


"Apa yang aku mau?" tanya balik Ayaz. "Bahkan aku sudah melihat kekalahanmu, apa kau sedang bertanya mengapa aku bisa sampai berada di sini?"


"Kau..."


"Hahahaha!" Ayaz tertawa renyah, lalu ia memegang rahang Amla kuat dari balik jeruji.


"Kau selalu ingin aku menyentuhmu! Lalu, bagaimana pendapatmu tentang sentuhanku kali ini? Apa kau merasakannya? Apa tanganku ini memang nyata?" tanya Ayaz lagi.


"Sialan!" umpat Amla.


"Aku tidak akan mati dengan mudah! Karena aku harus melihatmu berada di sini, menunggu di ruang derita ini sebentar untuk menemui kematianmu, kematian yang sebenarnya sudah aku tentukan, kau harus mati seperti apa? Hahahaha!"

__ADS_1


"Aku harus melihat akhir hidupmu yang begitu menyedihkan!"


"Asshhhh!" desis Amla kesakitan saat tangan Ayaz mengapit rahangnya semakin keras.


"Itu masih belum terjadi, dan aku bisa memastikan itu tidak akan pernah terjadi!" balas Amla, dia memiliki keyakinan untuk itu.


"Berusahalah! Karena semakin keras kau berusaha, maka akan semakin keras juga aku menertawaimu, kau pikir saat ini siapa kau? Hanya seorang tahanan yang tidak lagi dipedulikan?"


"Dasar Iblis!"


"Tak bisa kukatakan berapa lama aku menunggu! Untuk melihat ekspresi wajahmu ini..."


Ayaz menghempaskan cengkeramannya itu dengan kasar, ia menyunggingkan senyum menatap Amla yang baginya begitu menyedihkan.


"Bahwa kau yakin kau selalu lebih unggul satu langkah... Di mana kenyataannya kau selalu ketinggalan dua langka!" lanjut Ayaz kemudian berlalu pergi meninggalkan Amla.


"Ayaz! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Aku akan mengatakan pada semua orang bahwa kau masih hidup, kau tidak akan bisa lolos dengan mudah!"


"Ayaz! Kau lah penjahat yang sebenarnya!"


"Ayaz! Ayaz! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!"

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2