Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Samudra mengajakku menikah!


__ADS_3

Amla bergegas menuju rumah sakit tempat jasad Sian di otopsi kemarin, ia ingin mengambil kembali jasad suaminya dan berencana melakukan prosesi pemakaman.


Dan juga yang lebih penting, dirinya ingin mengetahui lebih detil apa benar proses otopsi jasad suaminya itu memang sudah selesai, sehingga pihak penyidik bisa menyimpulkan bahwa Sian mati karena dibunuh.


Ia ingin mengambil bukti itu yang rencananya akan ia gunakan untuk menjebak Ayaz, ia berencana mengarang cerita yang akan menyeret nama Ayaz sebagai seseorang yang berpotensi menjadi tersangka. Ia akan mempelajari hal itu terlebih dahulu hari ini untuk melancarkan aktingnya besok pagi saat pemberian keterangan.


Sementara di kediaman megah lainnya,


Kate begitu terkejut akan berita yang baru saja dilihatnya, seorang wanita yang sepetinya dirinya kenali kini sedang viral di jagat maya, wanita itu adalah wanita yang sama dengan wanita yang pernah menawarkan kerja sama padanya. Istri dari seorang pengusaha kaya nomor lima di negaranya, disebut-sebut menjadi pembunuh Sian Huculak yang adalah suami dari wanita itu sendiri.


Benarkah? Bukankah mereka adalah pasangan yang harmonis, dan juga apakah wanita itu benar-benar sejahat itu, dirinya mulai meragukan niat baik Amla padanya.


"Apa jangan-jangan dia merencanakan sesuatu? mana mungkin kami yang pada awalnya tidak pernah bertemu, dan dia tiba-tiba saja datang menawarkan bantuan, apa sebenarnya maksud wanita itu?"


Kate menghubungi orang kepercayaannya yang saat ini sedang ia tugaskan untuk mencari keberadaan Dean Aries, ia ingin mengetahui apakah ada titik terang tentang keberadaan pria itu. Jika tidak, maka ia harus menyelidiki kembali apakah berkas yang diberikan oleh Amla padanya itu benar-benar bisa dipercaya, atau jangan-jangan Amla mempunyai maksud di balik itu semua.


...***...


Rymi, Ayaz dan Marco sedang mengamati vidio viral yang menyeret nama Amla itu, Ayaz menatap gemas pada Rymi, adiknya itu selalu bisa diandalkan dan sanggup bertindak secepat itu.

__ADS_1


"Kita sudah menyelesaikan masalah Sian, sekarang hanya harus berfokus pada kasus Ali Yarkan saja." ucap Rymi.


"Yah kau benar, Ayaz apa kau sudah mempersiapkan mentalmu?" tanya Marco.


"Mau seperti apa, bukankah pada akhirnya juga harus aku lakukan!" jawab Ayaz seadanya, mau bagaimana lagi, ia juga berpikir mungkin rencana mereka kali ini adalah jalan yang paling memungkinkan untuk dirinya bisa terlepas dari jerat kehidupan kelamnya ini. Semoga saja ia bisa melewatinya lagi dan lagi.


Marco menepuk pundak Ayaz, "Aku akan memastikan semuanya berjalan lancar, kau hanya perlu menyelamatkan dirimu saja."


Ayaz menghela napasnya berat, bukan masalah dirinya yang akan menghadapi semua rintangan untuk menyelamatkan hidupnya ini, namun masalah sanggupkah Yaren ia berpisah dari Yaren nantinya. Dan perpisahan itu masih belum dirinya mulai, ia tidak tau akan berapa lama nantinya ia meninggalkan Yaren, satu bulan, dua bulan, atau bahkan bisa saja dirinya tidak akan bisa kembali ke pelukan Yaren lagi.


"Hemm, sudahlah!" ucap Rymi, ia merasakan kesulitan yang sedang memenuhi pikiran Ayaz, maka dari itu ia berusaha menengahi supaya Ayaz tidak terlalu memikirkannya.


"Kau sudah benar-benar memastikan Ayaz tidak akan terlibat?" tanya Marco.


"Jika pengawal itu tidak membuka mulut maka sampai akhir pun tentunya kita bisa aman, tapi tenang saja aku bisa membungkam mulut pengawal itu, dia masih ingin hidup normal tentunya." jelas Rymi.


"Rym, aku berhutang lagi padamu!" ucap Ayaz, ia memeluk adiknya itu dengan sayang.


"Hemmm, suatu hari nanti aku akan menyediakan nota untuk kau membayar ini! Ingat ya, ini tidaklah gratis tentunya." ucap Rymi dengan seringainya.

__ADS_1


"Apapun!" sahut Ayaz pasrah.


"Ah ya Rym, bagaimana hubunganmu dengan Sam?" tanya Ayaz, Marco mendelik tajam, apa dirinya ketinggalan informasi, mengapa Rymi tidak membahas apapun tentang pria itu.


"Eh!" Rymi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Itu... Emmhh, itu..."


"Apa dia mau bertanggung jawab?" tanya Marco cepat.


"Daddy!" Rymi terkejut, itu berarti Daddynya bahkan sudah tau kalau ia saat ini memang hamil anaknya Samudra.


"Hemmm, apa kau baru saja berniat menjelaskan sesuatu pada kami?" sindir Marco. Tidak ada kekecewaan, ia malah senang melihat putrinya itu tampak kebingungan.


Rymi menghela napasnya pelan, ia siap untuk apapun resikonya. Direstui atau tidak baginya ia harus menjelaskan.


"Samudra mengajakku menikah!" aku Rymi.


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2