Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Sam!


__ADS_3

Yaren tersenyum manis kala menunggui Ayaz membuatkan Rymi salad, suaminya itu semakin tampan saja kala mengenakan apron berwarna coklat tua. Tidak disangka, di sini dirinya lah sebagai seorang istri yang tidak bisa memasak apapun, sedang Ayaz begitu lihai dalam hal memasak.


Lima belas menit berlalu, karena bahan-bahan untuk membuat salad memang sudah tersedia, jadi cepat saja makanan itu kini sudah tersaji di meja makan.


Rymi tampak antusias, di sampingnya juga ada Samudra, sahabat Ayaz itu merasa heran kala melihat Yaren karena kemarin malam saat Ayaz mengenalkan padanya, Yaren memakai pakaian yang serba tertutup lengkap serta cadar yang menutupi sebagian wajahnya, namun di pertemuan kali ini ia melihat Yaren berpakaian seperti biasa, bahkan ia bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa istri sahabatnya itu.


"Kau kenapa sih? Dari tadi memperhatikan Kakak Ipar terus?" tanya Rymi berbisik. Ia menatap Sam curiga.


"Aahh tidak apa!" jawab Sam, lalu merasa perlu mejelaskan sesuatu pada Rymi ia membuka lagi suaranya, "Kemarin saat kau belum sadarkan diri, Ayaz pernah mengenalkan istrinya padaku, kau tau kakak ipar bahkan memakai pakaian serba tertutup dan juga lengkap dengan memakai cadar, hari ini aku melihatnya memakai pakaian biasa, jadi aku heran saja!" jelas Sam.


"Oohhh..." Rymi hanya bisa ber-oh ria menanggapi kebingungan Sam. Jadi karena itu, heh ia sungguh tau sekali siapa yang berkelakuan untuk semua itu.


"Kenapa? Apa dia memang seperti itu?" tanya Sam lagi.


"Hemmm, sebenarnya tidak! Itu hanya kegundahan hati si biang kerok saja, kau tau semenjak menikah bahkan kakak ipar tidak diizinkan keluar rumah olehnya, sungguh hanya Yaren saja yang akan tahan menjadi istrinya!" keluh Rymi.


"Maksudnya? Ayaz, cemburu padaku?" tanya Sam.


"Bukan hanya padamu, pada Jo saja dia selalu cemburu, padahal Jo... Kau kenal Jovan? Dia itu kakak kandung Yaren, bayangkan saja, kakak kandung dari istrinya saja dia cemburu!" jelas Rymi.

__ADS_1


"Benarkah? Apa Ayaz segila itu?"


"Heem!" Rymi mengangguk.


Lalu Rymi mengambil sedikit salad yang di buatkan Ayaz di piring, ia sangat menikmati makanan yang telah dirinya idam-idamkan itu.


"Ayaz!" seru Rymi saat melihat Ayaz sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Hemm!" sahut singkat Ayaz. Ia enggan menanggapi, tadinya ia berharap Yaren tidak mengizinkannya untuk menuruti keinginan Rymi, namun apa? Istrinya itu bahkan juga menjadi orang yang mendukung Rymi, dengan semangatnya juga menyuruhnya menuruti permintaan Rymi. Dasar wanita! Umpat Ayaz.


"Apakah hari ini kakak ipar tidak memakai pakaian resmi dan cadarnya? Di sini kan ada Sam!" sindir Rymi. Lalu, tanpa menghiraukan mata Ayaz yang melayangkan permusuhan dengannya ia tergelak keras, Marco yang berada di ruangan sebelah pun langsung saja berlari menuju dapur karena mendengar tawa Rymi yang menggelegar.


Ayaz melihat Rymi yang dengan tanpa dosa sedang mengatur napas karena bagai sudah menghabiskan seluruh energi untuk tertawa, "Rym, kau... Dasar sialan!" geram Ayaz.


"Apa?" Rymi menjulurkan lidahnya meledek Ayaz, "Kakak Ipar, katakan hari itu apa saja permintaan anehnya? Mengatakan kau yang selalu cemburu padanya, padahal dia sendiri nyatanya lebih parah? Setelah ini sepertinya aku akan sering-sering mengajak kakak ipar jalan bersama, di luar sana lebih banyak pria yang lebih tampan dari Ayaz kak! Ayaz itu sengaja mengurung kakak ipar di rumah terus karena takut kakak ipar melihat pria lain!" hasut Rymi.


"Rym... Kau benar-benar ya!" geram Ayaz.


"Rym apa tadi kau bilang? Kau ingin mengajak kakak ipar jalan bersama karena ada pria-pria tampan? Kau ini, sama sekali tidak memikirkan perasaanku!" kali ini Sam, ia juga melayangkan protes, tidak setuju akan ide yang dilontarkan Rymi.

__ADS_1


"Aahhh... Sam, bukan begitu maksudku!" Rymi serba salah, sudahlah ia lupa kalau sekarang dirinya juga punya hati yang harus dirinya jaga.


Sementara Yaren tertawa kecil saat melihat kelakuan Rymi, Yaren mulai menyadari, nyatanya Ayaz benar, tidak ada yang harus ditakutkan dari seorang Rymi. Benar yang dikatakan Ayaz, mereka memang sedekat nadi, jadi jika Ayaz maupun Rymi memiliki perasaan yang sama yaitu saling mencintai, mungkin Ayaz tidak akan pernah mengenal dirinya, sudah pasti Ayaz jatuh ke dalam pelukan Rymi, dan Rymi pun tidak akan mengenal Sam sebagai ayah dari bayinya.


"Tadi kau sendiri yang bilang!" protes Sam.


"Ihh, aku kan hanya mau menggoda Ayaz, kau ini sensitif sekali!"


"Sam hati-hati, Rymi ini memiliki bakat memikat pria berkantong tebal, buktinya kau juga dibuat terpesona dengannya pada pandangan pertama kan? Jadi sebaiknya kau juga mengikuti langkahku, kurung saja wanita seperti dia, jangan biarkan dia ke mana-mana lagi!" ucap Ayaz mengompori.


Kali ini, mendengar itu Rymi langsung saja melotot, "Ayaz apa kau gila, aku bukan seperti kakak ipar yang bisa tahan berada di rumah seharian!" protes Rymi. Jika harus dikurung di rumah seperti Yaren, Rymi menyerah, itu benar-benar bukan gayanya.


"Hemm... Sepertinya akan aku pertimbangkan!" Samudra menimpali sembari kepalanya mengangguk pelan, ia memberikan dua jempol atas saran yang diberikan Ayaz.


"Sam!" bentak Rymi melayangkan protesnya lagi, niatnya ingin menggoda Ayaz malah dirinya juga yang kena.


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🥰🤗...

__ADS_1


__ADS_2