Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Kedatangan Dean Aries.


__ADS_3

"Sudah mulai terlihat!"


"Yah, ini bahkan lebih cepat dari dugaan!"


"Bagaimanapun menurutku lebih cepat lebih baik." gumam Ayaz.


"Kau sudah siap?" tanya Marco, ia menunduk dalam.


"Asal kau bisa menjamin keselamatan Yaren maka akan aku lakukan!" jawab Ayaz.


"Aku dan Rym akan menjaga dia sebisa kami, kami tidak akan membiarkan dia terekspose!" Marco menepuk pundak Ayaz seolah memberinya kekuatan.


"Aku harus menemui Yaren." pamit Ayaz.


Marco mengangguk, namun saat putranya itu hendak keluar dari ruangannya, "Ayaz..."


"Hemmm!" sahut Ayaz meragu.


"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Marco pelan.


"Haahhhh!" Ayaz menghempaskan napas beratnya. "Apa kau ingin menunjukkan bahwa kau sedang rapuh?"


"Bukan begitu, aku hanya..."


"Peluklah!" jawab Ayaz cepat.

__ADS_1


Tak ayal, langsung saja Marco memeluk anak kandungnya itu, rasa haru tiba-tiba saja menyeruak, ada setitik air mata yang menggenang di pelupuk, sial... Marco tidak pernah membayangkan dia akan menangis karena anak ini.


"Ini tidak akan lama, percaya padaku... Ini tidak akan lama!" bisiknya pada Ayaz.


"Aku tau, aku tau kau tidak akan membiarkanku lama..." balas Ayaz, perlahan tangannya juga entah mengapa terulur membalas pelukan Marco, mengusap pelan punggung ayahnya itu.


"Daddy!" serunya dengan air mata, ini adalah pertama kalinya, pertama kalinya Ayaz memanggil Marco dengan sebutan itu, terdengar tulus hingga membuat anak sungai yang tadinya tertahan pelan meluruh juga.


Pasangan ayah dan anak itu, bagai sedang mengungkapkan perasaan masing-masing, terdengar pilu namun mengharukan.


"Kau bisa menyerahkan Yaren pada kami, tapi untuk keselamatanmu, kau lah yang harus paling andil!" ucap Marco saat sudah mengurai pelukannya.


"Aku juga akan berusaha!"


"Kau harus kembali, karena aku masih ingin mendengar kau memanggilku Daddy, lagi dan lagi!" ucap Marco sembari menahan sesak di dadanya.


Ayaz hanya bisa tersenyum, lalu dengan langkah cepat ia berlalu pergi, Ayaz akan menemui Yaren dulu sebelum kepergiannya.


...***...


Beberapa anak manusia sudah sampai di bandara, beberapa menampilkan wajah yang begitu tegang dan juga lelah, namun satu dari mereka tampak berusaha menahan amarahnya.


"Ada apa?"


"Tidak, aku hanya tidak sabar ingin melaporkan tindakan kriminal itu!" jawabnya.

__ADS_1


"Kau akan segera melakukannya, namun sebelum itu... Kau harus mengenali betul, kalau yang akan kau hadapi ini bukanlah lawan yang mudah, dia adalah penjahat yang berpengalaman, tidak akan mudah tertangkap hanya karena laporanmu!"


"Yah aku sudah tau itu, kalian membawaku ke sini dengan tujuan utamanya karena ingin membebaskan Tuan kalian kan!" sahut Dean, yah yang saat ini baru saja sampai di negara tempat Ayaz tinggal, adalah Dean Aries.


"Maafkan kami!"


"Tidak apa! Aku cukup mengerti!"


"Tapi kau tetap saja bisa menuntut, paling kita menyerahkan kasus ini nantinya pada pihak yang berwajib, dari bukti-bukti yang sudah kau persiapkan menurutku Ayaz Diren benar-benar bisa terkena jerat hukum!"


"Yah, seharusnya!"


"Dean, sekali lagi kami berterimakasih padamu! Terimakasih!"


"Aku juga, karena kalian aku jadi tau bahwa ada yang menyalahgunakan nama dan identitasku di negara ini." Dean mengambil koper yang dirinya bawa karena mobil jemputan mereka sudah sampai.


"Aku akan mengurus tempat tinggal dan segala kebutuhanmu selama di sini!" ucap orang suruhan Kate Yarkan itu sebelum mengantarkan Dean Aries menuju mobil.


"Baiklah!" sahut Dean.


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


 

__ADS_1


__ADS_2