
Marco dan Rymi sampai di mansion, mereka membasuh tubuh lelah mereka masing-masing untuk kemudian memulai lagi hari baru.
Rymi masih menanti kabar dari Sam saat tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk.
Ceklek,
Rymi membuka pintu dan mendapati wajah muram Jovan menyapanya.
"Kalian benar-benar! Sudah kukatakan aku tidak akan setuju dengan rencana ini!" berang Jovan seolah menyalahkan Rymi dan Marco.
"Tidak setuju? Mengapa kau tidak pernah melayangkan protes waktu itu?" kata Rymi tak kalah memberang.
"Kau harus lihat kondisinya, dia benar-benar tersiksa!"
"Berhenti hanya memikirkan Yaren seorang, aku bahkan lebih-lebih memikirkan Ayaz!" Rymi hendak menutup kembali pintunya, namun Jovan menahan pintu itu dengan marah.
"Kalian memang tidak pernah memikirkannya perasaan orang lain, bagaimanapun di dunia ini orang yang kehilangan lah yang akan sangat menderita!" sembur Jovan, dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Marco dan Rymi ini.
"Stop Jo! Aku sudah sangat lelah hari ini, jangan membuatku melayangkan kata-kata yang lebih menyakitkan lagi!"
"Bisakah kita katakan saja padanya? Aku benar-benar tidak bisa melakukannya!" pinta Jovan lagi, dia benar-benar tidak bisa melihat Yaren menderita.
__ADS_1
"Baik! Jika itu maumu! Lalu, bisakah kita mengakhirinya saja? Kau pikir semudah itu? Aku dan Marco bahkan harus bekerja keras untuk ini, tapi semudah itu kau memintanya, dengar... Bukan hanya Yaren, aku dan Daddy pun justru sangat merasa kehilangan!"
"Rymi... Jika sampai terjadi sesuatu pada Yaren..."
"Jika sampai terjadi sesuatu pada Yaren, maka seharusnya dia bisa menanggungnya sendiri, karena aku pun juga harus menanggung sesuatu yang terjadi padaku sendiri, begitupun Daddy. Sampai di sini apakah aku sudah cukup memberikanmu pemahaman?" pangkas Rymi melanjutkan perkataan Jovan.
Jovan menjambak rambutnya kasar, ia benar-benar tidak bisa membiarkan Yaren menanggung beban berat seperti ini,
"Bersiaplah, jasad Ayaz sebentar lagi akan dibawa ke rumah Daddy, lebih baik kau mempersiapkan dirimu untuk menguatkan Yaren, tidak usah mengurusiku!" ketus Rymi.
Brakkk!
Pintu itu ditutup keras oleh Rymi, matanya terpejam saat melakukan itu, ia telah berkorban banyak untuk itu.
"Kau bilang apa? Ayahnya Ayaz? Maksudmu apa?" tanya Tuan Donulai tidak mengerti.
"Iya Ayah, Ayaz memang sudah menemukan siapa ayah kandungnya yang sebenarnya!" jelas Sam sekali lagi.
"Siapa?"
"Aku juga tidak begitu mengenalnya, dia hanya orang biasa, bukan dari kalangan pengusaha kaya!" jawab Sam.
__ADS_1
"Heh, nyatanya anak itu lebih memilih untuk hidup susah dari pada hidup bergelimang harta menduduki singgasananya!" Tuan Donulai tersenyum miris kala memikirkan cucunya itu.
"Bahkan sampai akhir hidupnya pun, dia begitu menyedihkan, sepertinya dia memang tidak memiliki jiwa seorang pebisnis, aku telah keliru mempertahankannya selama ini!" lanjutnya bergumam.
"Baiklah! Bawa saja ke rumah mereka! Anggap saja aku tidak pernah mencarinya selama ini, lagi pula aku sudah menemukanmu sebagai pewarisku!" ucap Tuan Donulai dengan mudahnya.
Sam benar-benar terkejut kala mendengar itu, dia kira dia akan bertengkar sekali lagi dengan Ayah angkatnya ini seperti semalam, namun nyatanya tidak, Tuan Donulai bahkan dengan mudah menyetujui permintaannya untuk Marco.
Bagaimana bisa ada keluarga semacam itu, benar-benar keluarga yang membuang keluarganya.
Seketika Ayaz teringat akan ucapan Marco di hari pemakaman Bibi Daslah, apakah itu artinya yang dikatakan Marco padanya waktu itu memang benar adanya.
Kalau saja Daslah tidak kembali ke Itali dan menceritakan semuanya atau kalau saja Ayaz adalah seorang perempuan, apakah kalian akan mencarinya seperti ini?
Orang yang menjadi Ayah angkatmu itu adalah orang yang hanya mengetahui kekuasaan saja!
Tetaplah pada pendirianmu! Jangan berubah, karena jika saat kau berubah maka saat itu juga kau sudah tidak akan ada artinya!
"Ayah..." lirih Sam hampir tidak terdengar, ia sangat menyayangkan apa yang terjadi di hadapan matanya kali ini.
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....