Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Nona tidak diizinkan untuk pergi!


__ADS_3

"AYAAAAZZZ!" teriak Yaren, remote tv itu terjatuh mengenai kakinya, namun Yaren sama sekali tidak merasakan kesakitan lagi, napasnya memburu lebih cepat, ia memegangi dadanya yang sesak, tidak! Tidak mungkin apa yang baru saja disaksikannya di televisi itu adalah benar.


Bagaimana bisa? Tidak, Yaren tidak bisa percaya.


"Di mana Daddy?" teriaknya pada seorang pelayan, pelayan itu tampak ketakutan karena sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.


Marco telah memperingatkan mereka kemarin malam, bahwa jangan pernah menghidupkan televisi, namun siapa yang menyangka kalau Yaren sendiri lah yang tiba-tiba menghidupkannya, dan mereka sayangnya harus terlambat menyadari.


Benda elektronik itu langsung saja menampilkan sesuatu yang membuat Yaren berteriak keras menyebutkan nama suaminya.


Yah, berita di televisi mengabarkan kalau Ayaz Diren selaku badar narkoba hari ini dinyatakan tewas karena kecelakaan, melarikan diri saat hendak ditangkap.


Banyak juga berita yang menyebutkan bahwa suaminya itu adalah dalang dalam tragedi kematian Ali Yarkan, di pendengarannya begitu banyak orang mengutuk nama suaminya itu.


"Nona Yaren tenangkan dirimu!" pelayan wanita itu memapah tubuh Yaren yang lemah, Yaren merasakan tulangnya bagai tidak berfungsi, dadanya sesak teramat, jantungnya berdetak lebih kencang, pemikirannya tidak bisa berpaling selain memikirkan Ayaz, bagaimana bisa, bagaimana bisa, tadi pagi saja Ayaz bahkan masih memberikannya bunga, lalu bagaimana bisa?


"Tidak mungkin, tidak mungkin... Hiks hiks, tidak mungkin, berita itu tidak benar, Daddy bisakah kau katakan itu bohong, Rym... Katakan padaku kalau itu tidak benar, Ayazku masih hidup, Ayazku tidak mungkin membiarkan aku sendirian, tidak... Daddy katakan padaku... Rymi... Jelaskan padaku.. Mereka membuat berita yang salah, Ayazku masih hidup... Ayazku bukan orang jahat..." racau Yaren terdengar pilu.


"Ayaz... Hiks hiks, Ayaz... kau akan menemui ku, Ayaz, jangan tinggalkan aku, kau tidak bisa pergi begitu saja, kau tidak bisa hilang dari sisiku, kau harus menemaniku terus-terusan, kau sudah berjanji..."

__ADS_1


"Nona Yaren, tenangkan dirimu!"


"Nona..."


"Nona..."


"Di mana Daddy, di mana Rymi? Katakan?"


Yaren bangkit, dengan langkah yang tergolong dan tanpa bisa dicegah ia menuju kamar Rymi, mengetuk-ngetuk pintu itu namun sayangnya tidak menemukan jawaban.


Tok tok tok,


"Rymi.. Aku mohon, jelaskan padaku..." teriaknya, air mata bercampur dengan keringat sudah membanjiri wajah Yaren, ia benar-benar frustasi saat matanya menyaksikan sendiri lewat televisi, ada seorang mayat yang telah hangus dibawa pihak rumah sakit.


Mengingat itu, Yaren tiba-tiba saja berlari ke kamar, ia akan mengambil tasnya sebentar, lalu dengan segera akan mendatangi rumah sakit.


"Ayazku, Ayazku, aku akan memastikan sendiri bahwa itu bukan kau, Ayazku belum mati... Ayazku tidak mungkin mati..." racaunya semakin menggila.


"Nona Yaren, tenangkan diri Nona!" salah satu pelayan mencegah langkahnya.

__ADS_1


"Aku akan ke rumah sakit, aku akan memastikan bahwa mayat itu bukan suamiku, tidak... Ayaz tidak mungkin meninggalkan aku!"


"Bagaimana ini, Tuan sudah menegaskan kalau Nona Yaren tidak boleh ke mana-mana!" tanya pelayan wanita pada teman-temannya.


"Tidak bisa, ini perintah Tuan, Nona Yaren tidak bisa dibiarkan keluar rumah ini, ayo halangi dia, jangan menambah kesalahan!"


"Tidak bisa Nona, Nona harus tetap berada di sini!"


"Apa?" Yaren memelototi pelayan itu, "Apa kalian semua sudah gila, kalian mendengar berita itu, mereka mengatakan kebohongan, dan aku harus memastikan itu, jangan coba-coba menghalangi aku!"


"Nona ini sudah perintah Tuan!"


"Katakan pada Daddy, aku hanya ingin melihat suamiku, katakan pada Daddy, tanyakan... Yang aku dengar tadi, semuanya adalah kebohongan, katakan mereka sedang membual, barulah aku bisa berada di rumah ini, aku berjanji tidak akan pergi ke mana-mana, aku mohon katakan padanya, tanyakan pada Daddy!" racau Yaren.


Yaren sudah mendapatkan tasnya, lalu dengan cepat ia menuju pintu utama, namun tiba-tiba saja beberapa pengawal menangkapnya, mereka dengan lirih berkata, "Nona... Nona tidak diizinkan untuk pergi!"


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....

__ADS_1


__ADS_2