
"Sebenarnya aku..."
"Apa? Rym jangan menguji kesabaranku!" bentak Marco, dari tadi putrinya ini tidak juga bicara dengan jelas.
"Daddy, tapi sebelumnya Daddy harus janji tidak akan marah!" ucap Rymi, yah saat ini ia sedang meneguhkan harinya.
"Kau saja belum mengatakan apa maumu! Sudah cepat katakan!"
"Daddy, sebenarnya aku... Aku sedang mengidamkan sesuatu!" cetus Rymi.
"Sesuatu? Apa?"
Rymi melengkungkan sudut bibirnya dengan sempurna, matanya bahkan menyipit karena dipaksa tersenyum begitu. "Aku rasanya ingin menggigit lengan Daddy, apa Daddy tidak keberatan?" tanya Rymi hati-hati.
"Apa? Kau bilang apa?" Marco bertanya lagi, barang kali tadi ia salah dengar.
"Aahaahha..." Rymi tersenyum kecut, tadinya saja ia begitu bersemangat dan merasa bisa mengandalkan kehamilannya sebagai sebuah alasan, namun melihat wajah garang Marco, mengapa nyalinya tiba-tiba saja menciut. "Iya Daddy, bolehkah aku menggigit tanganmu itu?"
"Kau gila? Mengapa tiba-tiba mau menjelma jadi drakula?"
__ADS_1
"Bukan seperti itu Daddy, rasanya entah kenapa aku ingin sekali menggigit tanganmu, jangan salahkan aku... Mungkin ini adalah permintaan cucumu!" ucap Rymi beralasan, dan tak lupa milik wajahnya sengaja ia buat seperti anak kecil yang merengek karena menginginkan mainan.
"Cucuku? Maksudmu anak yang ada di perutku itu?" tanya Marco heran.
Rymi mengangguk, ia menampilkan wajah muramnya seolah benar-benar sangat frustasi karena keinginannya terancam tidak terpenuhi.
"Apa hubungannya cucuku yang belum lahir itu dan kau yang ingin menggigit tanganmu, ada-ada saja!"
"Daddy... Kakak ipar bilang, katanya kalau ibu hamil yang merasa begitu menginginkan sesuatu itu namanya sedang mengidam, kalau tidak dituruti nanti bayinya akan ileran, aku juga tidak tau kenapa rasanya aku benar-benar ingin menggigit tanganmu!" lirih Rymi, bersiap-siap mengeluarkan air mata buayanya, meski tidak yakin namun sudah kepalang basah, lebih baik ia lancarkan saja kebohongannya ini.
"Kakak iparmu? Maksudmu Yaren? Bilang apa dia?"
"Ya dia bilang begitu, sungguh Daddy aku kan juga tidak mau anakku nanti sampai ileran, membayangkannya saja aku sungguh tidak mau..." keluh Rymi.
Rymi tercekat, nyatanya benar-benar tidak mudah merealisasikan dendamnya ini. Marco tidak semudah itu dibujuk rayu.
Sam masih menyimak, ia tidak berani untuk menimpali, takut salah kata dan akan berujung musibah baginya, kalau saja tidak terlanjur cinta dengan Rymi mungkin ia tidak akan mau menjadi menantu dari seseorang yang baginya sangat menyeramkan ini.
"Panggil kakak iparmu itu!" pinta Marco. Seenaknya saja Rymi ingin menggigit tangannya, Dan apa-apaan dia yang katanya diharuskan menuruti dengan ancaman bayi yang masih belum lahir itu.
__ADS_1
Rymi menggerutu dalam hatinya, lalu dengan malas ia melangkah pergi menemui Yaren. Dalam hatinya ia bertekad, karena sudah terucap jadi pantang baginya untuk menarik kata-katanya. Bagaimanapun caranya, ia pasti akan bisa membuat Daddynya itu menuruti kemauannya kali ini, ia sungguh dendam, dan rasanya baru bisa berpuas hati jika dendamnya itu sudah terlaksana.
"Tok tok tok!" pintu kamar yang ditempati Ayaz dan Yaren diketuk.
Tidak ada jawaban, membuat Rymi mendengus kesal, entah apa yang dilakukan Ayaz dan Yaren di dalam sana, tidak taukah kalau bagi Rymi ini benar-benar darurat.
"Tok tok tok!" lagi dan lagi Rymi tidak menyerah, hingga tak lama barulah pintu itu terbuka dengan menampilkan wajah sinis Ayaz yang seolah merasa terganggu akan kehadirannya.
"Nanti dulu mesra-mesraannya, ini benar-benar darurat!" ucap Rymi.
"Hemmm... Memangnya ada apa?" tanya balik Ayaz.
"Mana kakak ipar!"
"Ayaz mengizinkan Rymi masuk, dilihatnya Yaren yang seolah salah tingkah, menutupi tubuh yang mungkin polos itu dengan selimut. Rymi mendengus kesal, dasar maniak umpat Rymi menatap Ayaz.
Rymi menghela napasnya, buang saja pemikiran tidak senangnya lalu bersikaplah bagai orang bodoh yang tidak mengetahui apapun. Ia mendekati Yaren dan mulai lagi merengek seperti anak kecil untuk melancarkan aktingnya.
"Kakak ipar... Kakak ipar harus membantuku..."
__ADS_1
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...