Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Mungkinkah ada peristiwa besar di balik kematian Dale Adrie?


__ADS_3

Amla menegang kala melihat kartu tanda pengenal salah satu pekerja di rumahnya, bertuliskan nama Dale Adrie, tepat sekali nama itu adalah nama seseorang yang dirinya tugaskan untuk membawa Erra menuju tempat pengasingan. Kini ia bisa menebak, ternyata benar mobil yang dikenalinya itu adalah memang mobil milik keluarga Huculak.


Dale Adrie juga hilang tanpa kabar setelah ditugaskannya waktu itu, sama seperti kabar yang menimpa Sian, begitu ia berhasil mengetahui keberadaannya namun orang-orang yang dirinya cari pastilah sudah tiada.


Amla sedikit meragu, namun tidak bisa memikirkan kemungkinan yang lain, benarkah... Semua yang terjadi adalah ulah Ayaz, benarkah Ayaz seberingas itu dalam mencapai tujuan balas dendamnya. Namun Amla benar-benar tidak habis pikir, untuk apa Ayaz juga membunuh Dale Adrie, apa karena malam itu Dale Adrie membawa Erra, tapi setau Amla, Ayaz tidak begitu dekat dengan orang tua Sam.


Apakah ini semua karena Sam, yah hal yang paling mungkin adalah karena Ayaz melakukan ini semua untuk Sam.


Hebat, Amla yakin sekali kalau Dale Adrie dibunuh, tapi jika benar begitu, mengapa kasak kusuk yang dirinya dengar mengatakan kalau Dale Adrie dibunuh oleh racun mematikan? Yang baru akan bereaksi dalam tubuh setelah dua puluh empat jam lamanya.


"Ini, bukankah kartu tanda pengenal pengawal di rumah anda?" tanya Dokter Diana.


Tidak jauh darinya, juga sedang duduk ketua penyidik yang menangani kasus penemuan mayat dengan identitas Dale Adrie itu.


Sebenarnya, dokter Diana tidak bermaksud mencurigai Amla, namun ia perlu menanyakannya untuk menentukan apakah Amla Huculak terlibat dalam kasus pembunuhan yang disebabkan racun ini atau tidak.


Amla mengangguk, "Ya, tapi aku tidak begitu mengenalnya!" jawab Amla. Seolah ingin membela diri.


Namun yang dirasakan oleh penyidik lain dari apa yang dirinya maksudkan. Amla tidak mengetahui kalau jawaban seperti itu akan semakin menyulut kecurigaan penyidik.


Untuk apa menjelaskan kalau ia tidak begitu mengenal Dale Adrie yang adalah seorang pengawal itu, mereka hanya menunjukkan kartu tanda pengenal itu dan Amla malah membuka pikiran penyidik untuk mencurigainya.


"Apa ada beberapa rekan kerjanya yang dekat dengan Dale Adrie ini?" tanya penyidik.


Amla menggeleng, "Aku tidak tau?" ucapnya.


"Apakah pengawal ini adalah salah satu orang yang dekat dengan Tuan Sian?"


Amla menggeleng lagi, ia begitu malas untuk menjawab pertanyaan yang seolah-olah mencari kesalahan keluarga Huculak.

__ADS_1


Hanya karena pengawal rendahan itu mati, keluargaku akhirnya harus dicurigai. Memangnya apa peduliku?


"Aku tidak begitu mengenalnya, jika kau ingin mencari bukti untuk kasus ini, mungkin kau bisa memeriksa satu persatu pengawal di rumah kami, tanyakan saja pada mereka!" ucap Amla.


Sesuai dengan apa yang diduga oleh pihak penyidik, Amla pasti akan menyuruh mereka untuk mencari bukti di kediamannya.


Pihak penyidik itu mengangguk, "Kami akan mengirimkan surat resminya untuk melakukan pemeriksaan, mohon kerjasamanya Nyonya Amla, maaf jika kami harus kembali merepotkan!"


"Ah tidak, aku tidak merasa direpotkan, jika memang diperlukan aku akan mengikuti saja apapun rangkaian prosedurnya, berita kematian pria itu lumayan mengerikan jika dilihat dari kecelakaannya, kasihan sekali, aku benar-benar tidak menyangka kalau ternyata pria itu adalah salah satu pengawal di rumah utama kami." jelas Amla kembali, menekankan ketidaktahuannya.


"Dia meninggal karena racun!" ucap penyidik itu, ia sengaja ingin membeberkan penyebab kematian pria itu pada Amla.


"Benarkah?" Amla seolah terkejut, meski sebenarnya tadi ia juga sempat terkejut saat mendengar kasak-kusuk diluar. "Racun? Apa itu artinya?"


"Ini akan kami selidiki, apakah selama hidup korban pernah mendapatkan tindak kekerasan, atau mempunyai musuh, orang yang tidak senang terhadapnya." jelas penyidik itu lagi.


"Kami mencurigai, kematiannya ada hubungannya dengan kematian Tuan Sian!"


"Haaahhh!" Amla menganga lalu menutup mulutnya, "Apa maksudmu?" tanyanya.


"Iya, rasanya kebetulan ini begitu pelik, waktu yang lumayan singkat, pengawal di kediaman anda yang ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan, hasil otopsi yang berbeda dari dugaan sementara penyebab kematiannya, lalu penemuan mayat Tuan Sian, kami akan menunggu hasil otopsi terlebih dahulu, setelahnya nanti kita akan mengetahui sebenarnya apa yang terjadi!"


"Benar, saya juga berpikiran begitu!" Amla sedikit was-was kala mengatakan itu, sepetinya sepulangnya dari sini dirinya akan memberikan pembekalan pada semua pekerja di rumahnya untuk menjaga lisan dan juga sikap, jangan ada yang sampai bertindak mencurigakan, ia memang tidak terlibat dalam pembunuhan Sian dan pengawal itu, tapi entah mengapa ia yakin sekali pengawal itu terakhir kali berinteraksi dengannya, Amla sedikit gusar bagaimana kalau ia dicurigai.


"Nyonya Amla, anda harus tabah!" ucap Dokter Diana sekali lagi.


"Aku sedang berusaha." ucap Amla dramatis.


"Terimakasih atas kerjasamanya!" ucap penyidik tersebut, ingin menyalami Amla.

__ADS_1


Amla mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, "Aku senang bisa membantu!" ucapnya terlihat sangat tulus.


Kemudian ia keluar dari ruangan itu, tidak ada kelegaan sama sekali saat ia mendengar penyebab kematian dari pengawal yang bernama Dale Adrie itu, apa maksudnya hasil otopsi yang membeberkan bukti bahwa penyebab kematian adalah karena racun mematikan, jelas saja pengawalnya itu kecelakaan.


Seperti kondisi ini memang sengaja direncanakan, dan Amla, ia menjadi semakin gusar tak kala hanya terbesit satu nama yang dianggapnya mungkin melakukan hal demikian.


Ia juga teringat, kematian Ali Yarkan juga disebabkan oleh racun, Amla memejamkan matanya, bagaimanapun ia tidak bisa memungkiri, Ayaz di bayangannya kini menjadi semakin menakutkan.


Amla pulang, ia langsung saja mengumpulkan semua orang untuk menghadap ke padanya, Amla akan memberikan perintah bahwa siapapun orang-orang yang bekerja di rumahnya, jika nanti ada pihak kepolisian menanyai tentang Dale Adrie, maka mereka diharuskan untuk tidak mengatakan hal yang akan menyulut kecurigaan.


"Katakan saja kalian tidak mengenalnya, atau tidak begitu mengenalnya, tidak sering berinteraksi dengannya!" ucap Amla pada semua orang yang bekerja di rumahnya.


Lalu, setelah di rasa cukup barulah ia bisa bernapas lega.


Amla memanggil beberapa orang yang terlibat saat ia mengeluarkan Erra dari tempat persembunyian di rumahnya malam itu, orang-orang yang akan selalu setia pada suaminya itu, tentu harus dirinya berikan peringatan lebih, karena mereka semua tentu mengenal siapa Dale Adrie.


"Kalian harus mengatakan kalau kalian tidak dekat dengannya, lupakan tentang si Dale yang memindahkan Erra malam itu! Apa kalian mengerti?" tanya Amla penuh penekanan.


"Nyonya, ada satu lagi pegawai yang mengetahui tentang Dale!" ucap salah satu orang kepercayaannya itu.


"Siapa?" tanya Amla serius.


"Pengawal yang pergi bersama Dale, pengawal itu ditugaskan oleh Nyonya sebagai petunjuk jalan menuju gedung tua."


Amla terkesiap, mengapa ia bisa melupakan itu, "Yah, kau benar! Aku ingat, bukankah waktu itu ada salah satu pengawal juga yang ikut dengan pengawal yang mati itu, lalu mengapa hanya Dale yang ditemukan mati? Kemana perginya pengawal itu dan Erra?" Amla begitu terkejut, sepertinya masalah kematian Dale Adrie bukanlah kematian biasa. Mungkinkah ada peristiwa besar dibalik kematiannya Dale Adrie?


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2