Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Maafkan aku yang harus melakukannya!


__ADS_3

Tubuh Yaren melemas kala melihat kenyataan, di hadapannya kini sudah disaksikannya jasad yang disebut-sebut adalah Ayaznya.


"Rymi..." serunya pada wanita itu, "Apa dia benar-benar Ayaz?" tanyanya meragu.


Rymi mengangguk, "Kau harus ikhlas Yaren, kau harus tetap tabah!"


"Rymi... Bagaimana bisa, dia... Pasti orang lain bukan?"


"Yaren..."


"Bisakah aku melihatnya?" tanya Yaren lagi.


"Yaren, jasadnya sudah hancur, bentuknya..."


"Aku akan kuat, aku baru akan percaya jika aku sudah melihatnya sendiri!" kekeh Yaren.


"Kakak Ipar..."


"Rymi please!" mohon Yaren.


Dengan berat hati Rymi mengisyaratkan Jovan untuk membawa Yaren pada jasad Ayaz, sebelum jasad itu dimasukkan ke liang lahat.

__ADS_1


"Sayang, lebih baik jangan ya!" pinta Jovan, ia takut nanti Yaren tidak akan sanggup.


"Aku harus melihatnya Kak, seenggaknya jika itu benar-benar adalah jasad suamiku, aku hanya ingin melihatnya untuk yang terakhir kali!"


Jovan mengangguk paham, lalu dengan terpaksa ia mempertemukan Yaren dengan jasad yang sudah hangus itu.


Yaren berdiri di samping kantong jenazah, tangan Jovan dengan pasti membuka sedikit kantong itu untuk menampilkan bagian wajah.


Yaren melihat wajah yang sudah tidak bisa dikenali itu, seketika kakinya melemas, Yaren ambruk di tempat, namun matanya masih tetap melihat jasad suaminya.


Dengan posisi yang sudah terduduk, ia memegangi kantong jenazah itu, di usapnya perlahan, air matanya sudah mengalir deras, tidak menyangka bahwa akan ada hari di mana ia harus melepaskan kepergian Ayaz seperti ini.


"Ayaz... Hiks hiks, Ayaz..." serunya terdengar pilu.


"Yaren..."


"Aku mohon, bahkan meski Ayazku tidak lagi mendengarnya, aku ingin berbicara padanya... Sebentar Kakak... Aku hanya ingin mengucapkan kata perpisahan!" pinta Yaren.


Akhirnya, tidak ada lagi yang bisa Jovan lakukan selain menurut, ia juga tetap berada di sana mendampingi Yaren, takut saja terjadi sesuatu dengan adiknya itu.


"Ayaz... Hiks hiks, maafkan aku... Kali ini aku tidak bisa menahan tangisanku!" ucap Yaren seraya menghapus air matanya, yang padahal masih juga terus mengalir.

__ADS_1


"Aku bisa menahan yang lainnya, aku tidak bertanya kenapa kau tidak pulang? Aku juga tidak lagi bertanya dari mana saja kau! Tapi Ayaz, maafkan aku... Aku menangis lagi, aku tidak bisa menahan tangisanku, istrimu ini cengeng sekali!"


"Apa kau akan memarahiku jika aku menangis lagi? Tapi bagaimana Ayaz... Hiks hiks... Rasanya sulit sekali, rasanya seperti aku menahan sesak yang tidak bisa aku hentikan. Hiks... Rasanya kesakitan itu terus saja datang padaku, hiks hiks hiks, rasanya seperti dadaku dipukuli terus menerus. Tapi bagaimana Ayaz? Hiks hiks... Bagaimana caranya agar air mataku tidak terus saja keluar... Hiks hiks, aku tidak bisa menghentikannya, meski aku juga terus menghapusnya tapi kenapa air mata ini terus saja keluar... Hiks hiks... Maafkan aku, aku lagi-lagi menangis, aku tidak bisa menjadi seperti yang kau katakan, aku menangis lagi!"


"Yaren sudah!" pinta Jovan.


"Ayaz, bagaimana jika aku tidak bisa tidur, aku selalu menggunakan lenganmu untuk menopang kepalaku, mengapa kau buat aku menjadi sangat bergantung padamu? Mengapa?"


"Ayaz... Bisakah kau katakan apa yang harus aku lakukan tanpamu? Bagaimana caranya aku melewati semua ini?"


"Ayaz, bukankah kita tidak boleh berakhir? Bukankah kita terlalu awal untuk berpisah?"


"Katakan padaku... Bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini padaku?"


"Yaren sudah..."


"Lihatlah aku Ayaz, lihatlah aku... Bagaimana aku akan hidup...?"


Jovan dibantu oleh Marco untuk membawa Yaren, mereka terpaksa harus menyeret tubuh Yaren dengan sedikit paksaan, meski tidak tega namun mau bagaimana lagi, Yaren tidak akan pergi dari sana dan akan terus meratap, hal itu juga tentunya akan membuat wanita itu semakin sakit.


"Maafkan aku Yaren... Maafkan aku yang harus melakukannya, maafkan aku!"

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2