
“Apa kau tidak mau menginap di sini?” tanya Rymi, ia dan Sam sedang berada di kamar, wanita itu sedah semakin berani menunjukkan sisi wanitanya yang juga membutuhkan perhatian. Ia mulai tidak suka Sam berada jauh darinya, entah lah mungkin ini sebatas bawaan bayi saja atau memang karena dirinya yang sudah mulai bergantung pada Sam.
“Kenapa?” tanya Sam yang sepertinya juga sudah ketularan Rymi, selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lainnya.
“Aisshhh, dia tega sekali!” gerutu Rymi pelan hampir tidak terdengar.
“Memangnya kenapa kalau aku pulang?” tanya Sam lagi.
“Kau ini!” Rymi mengambil bantal lalu memeluknya paksa, ia mengalihkan pandangannya dari wajah Sam yang mulai tampak menyebalkan menurutnya.
Sementara Sam, pria itu benar-benar harus pulang. Ayah angkatnya akan datang besok, jadi dia harus mempersiapkan segalanya.
“Apa aku sudah bisa pulang?” tanya Sam hati-hati.
“Memangnya siapa yang akan mencegahmu, kau terlalu percaya diri!” kesal Rymi.
Sam mengulurkan tangannya, ia mengusap lembut perut rata Rymi, “Apa kau sudah tidak mual-mual lagi?”
“Memangnya kau peduli?” cuek Rymi.
“Ya tentu saja, aku kan Ayahnya, calon suamimu juga! Tentu saja aku peduli.”
“Cih, Ayahnya...”
“Rym... Apa aku berbuat kesalahan?”
__ADS_1
“Haaahhh!” Rymi menarik napasnya dalam, “Sudahlah, jika mau pulang ya pulang saja, sana cepatlah!” usir Rymi secara tidak langsung.
“Rym kau mengusirku?”
“Kau merasa terusir? Baguslah!”
“Haaahhh! Sayang, jika aku punya salah, katakan saja...” ucap Sam lembut, ia takut sekali membuat wanitanya ini marah. Padahal tanpa ia sadari, wanitanya itu saat ini memang sudah marah.
“Sudahlah, jangan berlama-lama di hadapanku, kau hanya akan membuat mataku sakit!” gerutu Rymi.
Sam menarik lagi napasnya lalu ia hembuskan perlahan, bagaimanapun sudah konsekuensinya menghadapi Rymi yang memang susah untuk diambil hatinya, wanita keras kepala yang sudah dengan bangga ia pilih. Rymi adalah pilihannya, dan ia sedang menghadapi segala aral untuk bisa memiliki wanita itu sepenuhnya. Jadi, nikmatilah...
Sam mengangguk, lalu ia bangkit dan mengambil jasnya yang tadinya ia letakkan di sofa, “Baiklah, besok aku akan datang lagi, aku hanya pulang sebentar, sudah lama aku tidak pulang!” ujar Sam menjelaskan tanpa diminta.
“Kau mau pulang lama juga tidak perlu mengabariku, memangnya aku peduli? Cih!” wanita yang memang sudah kehilangan moodnya karena mendengar Sam akan pulang itu mendengus kesal. Wajahnya memerah, tangannya mengepal saat mengatakan itu.
Sam memasang jasnya, sebelum dirinya pulang, Sam ingin mengecup singkat pipi calon istrinya itu, mengusap lembut lagi perut Rymi yang sampai kini masih juga belum bisa ia percayai, buah cintanya dan Rymi sedang tumbuh di sana.
Sam mendekat, ia bermaksud ingin mengecup pipi Rymi, namun langkahnya itu terhenti kala Rymi sudah duluan menghindar.
“Mau apa?” tanya Rymi kasar.
“Mau... Cium kamu!” jawab Sam seadanya.
“Heh, cium tembok sana! Bibirku ini terlalu berharga untuk orang kejam sepertimu!” kesal Rymi.
__ADS_1
“Hah, kejam?” tanya Sam tidak mengerti, kejam? Kejam yang bagaimana, seperti apa?
Rymi memalingkan wajahnya, “Sana, pulang saja!” usir Rymi lagi.
“Tapi...”
“Mengapa tidak pulang, sana!”
“Tapi kan aku hanya ingin berpamitan, Rym apa kau tidak mengizinkanku pulang?” tebak Sam dengan nada yang sangat hati-hati, takut sekali menyinggung wanita yang bergelar singa betina itu.
“Aku? Maksudmu aku?” teriak Rymi. Ia menghempaskan bantal yang sedari tadi dipeluknya, dengan songong menatap Sam, tak lupa juga aura permusuhan itu... Berhasil mencekik leher Sam dengan seketika.
“Heh? Kau ini bicara apa?” Rymi menyunggingkan sudut bibirnya.
“Memangnya aku segila itu tidak mengizinkanmu pulang lagi? Heh, maksudmu... Di sini akulah yang tidak menginginkan kepergianmu? Kau bercanda? Whoaaa... Beraninya kau!”
“Aku tidak sebucin itu kau tau!”
“Sial!”
Sial, apa aku sedang berdusta?
Mengapa rasanya mau menangis saja saat dia bilang mau pergi? Whoaaa, apa ini? Ini benar-benar sudah tidak normal!
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...