Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Sebenarnya aku...


__ADS_3

Yaren mengusap perutnya yang rata, bibirnya melengkung saat membayangkan betapa bahagianya ia jika nantinya ada sebuah kehidupan yang mengisi rahimnya itu, semalam mereka melakukannya lagi dan lagi, Yaren juga sudah berkonsultasi dengan Dokter Mike sepulangnya dari panti asuhan kemarin, Mike memberikan Yaren beberapa obat untuk Yaren supaya bisa cepat hamil.


Udara segar di pagi hari memberi ketenangan bagi Yaren, membayangkan Ayaz dan dirinya merawat bayi bersama membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum.


Yaren sedang berada di taman saat sebuah suara mengagetkannya, "Kakak ipar!" panggil Rymi.


Yaren menoleh, ia melihat Rymi yang tampak berjalan ke arahnya.


"Ada apa Rym?" tanyanya.


"Tidak apa! Beberapa hari ini aku tidak mengunjungimu, apa kau betah berada di sini?" tanya Rymi berbasa-basi.


"Hemmm, di sini cukup menyenangkan, meski sebenarnya aku lebih suka rumah kami yang kebakaran itu. Kenapa tiba-tiba bertanya?"


"Hemmm, kakak ipar sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu!" ungkap Rymi.


"Ada apa? Katakan saja, akan aku jawab jika aku bisa!"


"Apa aku bisa meminta sesuatu darimu?"

__ADS_1


"Apa?" tanya Yaren penasaran.


"Sebenarnya aku ingin sekali makan salad yang pernah dibuatkan oleh Ayaz dulunya, tapi Ayaz mengatakan aku harus menemuimu dulu jika ingin dibuatkan, katanya dia sudah menjadi milikmu seutuhnya, jadi mulai sekarang aku harus meminta izinmu dulu jika ingin menggunakan jasanya!" jelas Rymi, wanita itu mulai memberengut kesal karena Ayaz memang mengatakan begitu. Biasanya dia selalu saja mendapatkan apapun yang dirinya mau, Ayaz dan Marco selalu menuruti keinginannya, tapi kali ini Ayaz malah menyuruhnya untuk menemui Yaren terlebih dahulu.


"Kakak ipar, kau tidak cemburu kan jika aku meminta Ayaz memasak untukku?" tanya Rymi, ia mulai merengek seperti anak kecil, entahlah semenjak Sam memanjakannya karena dalih kehamilan, Rymi menjadi sedikit manja tidak terlalu buas.


"Ehhe... Rymi, aku tidak pernah cemburu pada kalian!" sangkal Yaren, mungkin saat ini tidak, ia mengerti Rymi sedang hamil dan membutuhkan perhatian khusus, tapi ia berbohong jika tidak pernah cemburu, kemarin bahkan dengan gilanya menuduh Ayaz yang menghamili Rymi.


"Benarkah? Kakak ipar mengatakan tidak pernah cemburu, tapi Ayaz bilang mulai hari ini aku harus menjaga jarak dengannya."


Ayaz memang berkata begitu tepat sebelum Rymi menemui Yaren, bagi Ayaz saat ini mereka sudah tidak bisa sedekat dulu, karena Rymi juga sebentar lagi akan menjadi milik Sam, jadi sudah seharusnya keduanya menjaga perasaan masing-masing dari pasangan mereka.


"Aahhh sudahlah! Kakak ipar, jadi bagaimana? Apa aku boleh meminta Ayaz untuk membuatkan salad untukku?" tanya Rymi lagi setelah teringat lagi tujuannya datang ke sini untuk apa.


Yaren mengangguk, "Kenapa tidak? Aku juga akan sangat senang melihatnya, apa kau sedang mengidam?" tanya Yaren.


"Mengidam?"


"Iya, biasanya Ibu hamil itu kan kalau menginginkan sesuatu harus di turuti, namanya ngidam... Seperti ingin makan sesuatu, pergi ke tempat yang tiba-tiba saja dia inginkan, apa kau sedang merasakannya?" jelas Yaren.

__ADS_1


Rymi tampak berpikir, lalu seperdetik kemudian ia mengangguk, "Benar, aku merasa tiba-tiba aku ingin makan salad yang dibuat Ayaz dulu, entah mengapa aku tiba-tiba ingat makanan itu dan rasanya seperti sudah dirasa-rasa di ujung lidahku, apa itu artinya aku sedang ngidam?" tanya Rymi antusias.


Yaren mengangguk, ia ikut senang seolah ikut merasakan kehamilan Rymi.


"Kakak ipar, apa benar katamu? Permintaan ibu hamil itu harus selalu dituruti?" tanya Rymi, ia berkata dengan seringainya.


"Biasanya begitu, memangnya kau ada sesuatu yang kau inginkan? Atau ada makanan lain yang ingin kau makan?"


"Eehmm, kalau misalnya permintaanku ini tidak bisa dituruti, apa ada konsekuensinya?" tanya Rymi hati-hati.


"Sebenarnya sih hanya mitos, tapi banyak juga orang mempercayainya, katanya kalau permintaan Ibu hamil itu tidak bisa dituruti, bisa-bisa anaknya nanti lahirnya ngences, ileran gitu!"


"Iihhhh, kok gitu sih? Kakak Ipar, masa gitu? Padahal aku sangat menginginkan sesuatu ini!" Rymi tampak frustasi.


"Hah! Memangnya kau menginginkan apa?"


"Aku? Sebenarnya aku..."


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2