
"Aissshhh... Mengapa sulit sekali menjeratnya? Nanti sajalah akan aku pikirkan untuk kasus kematian Dale!"
Ilham berlalu, dirinya baru saja mengambil bukti tentang keberadaan Romi dan Erra, namun Amla tidak bisa mengatakan apa yang sesuai dengan rencananya.
"Sepertinya aku harus mencari di mana kuncinya, dia sama sekali tidak menyinggung ruangan itu!"
Ilham menggeledah kamar Amla, dirinya juga sudah memakai sarung tangan khusus untuk berjaga-jaga, Amla sudah dirinya kunci di ruangan itu, tentunya ia bisa bebas mengeledah kamar Amla.
"Demi apapun, seumur hidup aku tidak pernah menyangka kalau aku akan melakukan hal semacam ini!" gumamnya dengan masih terus mencari.
Sudah tiga jam berlalu, Ilham benar-benar lelah mencari, namun saat ia sedang duduk termenung tiba-tiba saja dirinya ingat akan sesuatu. "Di ruangan tempat Tuan Sian menyimpan senjata! Benar, aku harus memeriksanya!"
Ilham bergegas menuju tempat itu, kemudian mencari kuncinya di sekitar ruangan sana dan berhasil menemukan.
Ilham membuka ruangan itu dan mencoba menggeledah lagi, benar saja di sebuah tempat penyimpanan berlapis berlian kunci ruangan bawah tanah itu disimpan. Ilham mengambil kunci itu dan segera menekan pada sabun yang sudah disediakannya.
__ADS_1
Setelah itu, meletakkan kembali kunci itu ke tempat semula dan lalu kembali ke kamar Amla. Perlahan tangannya membuka kunci ruangan tempat Amla sedang mabuk, ia melihat Amla yang sudah tidak sadarkan diri, Ilham membiarkan pintu itu sedikit terbuka.
Lalu, dengan cepat Ilham meninggalkan kediaman Amla, ia akan membuat duplikat kunci ruang bawah tanah itu dengan segera, kemudian sebelum lagu ia juga harus sudah berhasil membawa Romi dan Erra kembali ke sana.
Semua yang Ilham lakukan itu sungguh cepat, rasa kantuk dan lelahnya seolah hilang saat membayangkan sebentar lagi dirinya tentu akan bisa membebaskan rekan-rekan seperjuangannya dan kembali pada keluarga tercinta, ia sudah tidak sabar untuk segera lepas dari jerat Rymi dan memulai hidup damainya.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul empat pagi saat dirinya berhasil membawa Romi dan Erra ke kediaman Amla lagi.
"Apa kalian sudah tau apa yang harus kalian lakukan!"
Kedua orang tua itu juga sudah mengenali Samudra, mereka bahkan menyesal karena sudah memperlakukannya Samudra dengan tidak baik selama ini, hal itu dikarenakan mereka juga masih dalam pengaruh obat-obatan yang diberikan oleh Sian.
"Beruntung Nona Rymi bisa menyembuhkan kami!" ucap Romi terharu, hari ini balas dendam mereka akan dimulai, mereka akan membalas apa saja yang sudah pernah Amla lakukan terhadap mereka, hanya demi membinasakan Samudra dan Ayaz. Amla, wanita itu tega berlaku begitu kejam pada mereka berdua.
"Ya, kau benar sekali Ayahnya Sam, jika kami tidak bertemu dengan Nona Rymi, mungkin seumur hidup kami hanya akan membenci anak kandung kami sendiri tanpa mengetahui penyebabnya, tanpa mengetahui sebenarnya kami dipaksa membenci!"
__ADS_1
"Nona Rymi itu benar-benar baik dibalik sikapnya yang arogan!" puji Erra, ia juga ingat saat Rymi berusaha menyelamatkannya, hal itu sungguh akan dirinya kenang sampai kapanpun, hal yang nyatanya berhasil memberikan perubahan pada dirinya, Rymi sudah bagai pahlawan baginya.
Ilham tidak percaya itu, namun ia juga tidak menyangkal. Bagaimana bisa dia mempercayai, sedang satu rekannya saja malah ditembak mati di hadapannya waktu itu, baginya Rymi tetaplah wanita kejam tidak berhati.
"Masuklah Pak!" ujar Ilham menyuruh Romi masuk.
Pria paruh baya itu segera masuk sembari membawa satu buah manekin kualitas tinggi yang tubuhnya begitu mirip dengan manusia, manekin itu sudah orang kepercayaan Rymi dandani mirip sekali dengan penampilan Erra saat disekap. Sementara Erra, Ilham memberikan sebuah pakaian khusus sebagai kepala pelayan, mudahnya mereka bertindak karena saat ini istana Sian begitu sepi, semua pekerja memang benar-benar sudah mengundurkan diri tanpa sisa. Hanya tersisa sedikit orang-orang Amla, dan itupun Ilham bisa mengatasinya dengan mudah.
"Saatnya mengucapkan selamat datang di permainan!"
Flashback off,
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1
Â