
"Ini belanja untuk apa Rym, kenapa banyak sekali?" tanya Sam saat troli belanja mereka sudah terisi penuh, tidak tanggung-tanggung bahkan sampai empat buah troli besar.
Semua itu bahkan terisi dengan kebutuhan rumah tangga.
"Diam!" sahut Rymi seraya tangannya memasukan lima pcs tissue ke troli.
"Ya tapi kan aneh aja!" ujar Sam yang menemaninya belanja.
Rymi menghubungi seseorang di ponselnya, ia akan menyuruh anak buah Marco saja untuk mengurus belanjaannya ini.
"Ayo pergi!" ajak Rymi lagi, saat anak buah Marco sudah membalas pesannya, mengatakan sudah melihat keberadaannya.
"Lho, kenapa? Ini belanjaannya?"
"Tinggalin aja, ada yang bakalan ngurusin!"
"Enggak, gimana bisa udah empat troli gini tapi kamu nggak jadi beli satupun!" cegah Sam.
"Sudah dibilang ada yang akan mengurusnya, aku jadi belanja itu semua, hanya saja orang lain yang akan mengurusnya?"
"Segampang itu?"
"Bisa diam tidak? Ayo pergi, aku harus ke suatu tempat!" ajak Rymi lagi, mulai kesal.
__ADS_1
Sam terlalu banyak tanya menurutnya, ia sudah lupa bagaimana awalnya ia bisa jatuh cinta dengan pria itu, rasanya jika dipikir-pikir dengan sifat mereka yang berbanding terbalik mana mungkin dia bisa menyukai pria itu.
Tapi itulah juga kenyataannya, kalau Sam tidak terlihat satu hari saja, dia bahkan sudah merindukan pria itu setengah mati, dasar cinta memang bisa membuat orang menjadi gila.
Rymi menarik tangan Sam, ia akan pergi ke suatu tempat, ia akan membeli beberapa buku cerita, novel atau semacamnya untuk hiburan Yaren selama di rumah hutan, pikirnya dia juga tertarik, kehamilannya ini kan juga butuh kesibukan yang bermanfaat, jangan hanya mengoceh saja kerjaannya sepanjang hari dibuat Marco, Ayaz dan Sam yang tidak ada habisnya.
Di rumah hutan itu tidak ada sinyal, beruntung saja mereka bisa memanfaatkan tenaga Surya untuk listrik, namun tetap saja hidup di tengah-tengah hutan yang rimbun dan menyeramkan itu benar-benar akan membosankan bagi Rymi. Jadi dia berbaik hati untuk memberikan Yaren hadiah sebagai pembunuh waktu di sana selama Yaren harus hidup terasing bersama Ayaz.
Sam dan Rymi sampai di toko buku, Rymi memborong beberapa novel yang terlihat dari judulnya cukup menarik, dia akan memberikan pada Yaren nantinya.
"Kamu yakin mau baca ini semua?" tanya Sam lagi, seolah keberatan.
"Ih diam, bisa tidak mengalah saja dengan wanita hamil!" delik Rymi.
Sam melihat-lihat juga, untuk menghilangkan rasa ketidakberdayaannya menghadapi Rymi. Tangannya terulur juga mengambil novel yang dilihatnya cukup menarik.
"Kamu mau beli?" tanya Rymi saat dilihatnya Sam sedang mengamati sebuah novel.
"Entahlah, aku tidak punya banyak waktu untuk membaca!" jawab Sam.
"Itu novel apa?" tanya Rymi sembari tangannya sudah mengambil alih novel yang di amati Sam.
"Permaisuri Oh?" gumamnya membaca judul novel itu.
__ADS_1
"Kamu tau kisahnya?" tanya Sam.
Rymi menggeleng, "Aku dulu tidak pernah tertarik membaca yang seperti ini, bacaanku dari kecil hanya tentang uang terus-terusan!" sahut Rymi percaya diri.
"Lah sekarang kenapa beli novel banyak? Sudah tertarik membaca?"
"Ini untuk Yaren!" jawab Rymi.
"Oohh, kamu juga harus baca sekali-sekali, apa lagi novel sejarah begini, kisah Permaisuri Oh ini sebenarnya non fiksi, aku pernah baca dulu di perpustakaan sekolah cuma belum sampai tamat." ucap Sam lagi.
"Kisah nyata?" tanya Rymi lagi, baru kali ini, maklumlah Rymi kan tidak bersekolah, jadi dia kurang mengetahui sejarah atau lebih tepatnya kurang minat.
Maka dari itu ia juga tidak tertarik tentang bagaimana sejarahnya, bagaimana bisa sampai menjadi gelandangan dulunya dan kemudian dibawa paksa oleh Marco.
Sam mengangguk, "Lumayan buat diceritakan ke anak-anak nanti!" lanjut Sam.
Rymi mangut-mangut, "Ya sudah, beli saja, kalau ada waktu nanti aku baca, kalau enggak paling bisa dimusiumkan!" ujar Rymi.
Kemudian dia menyuruh Sam untuk membawanya belanjaan buku-bukunya, dia akan membagikan semua buku-buku itu untuk Yaren.
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1