
"Ayaz Diren?"
Dean mengangguk, "Anda bisa melihat secara rinci identitasku, anda juga bisa memastikan lewat website yang tertera di berbagai pendidikan yang pernah aku tempuh, ini nyata! Akulah Dean Aries yang sebenarnya." ungkap Dean, dirinya dan orang kepercayaan Kate Yarkan sedang melaporkan tindak kejahatan Ayaz pada pihak yang berwajib.
Pihak kepolisian itu menggeleng tidak percaya, mereka lalu membandingkan identitas Dean Aries yang selama ini mereka kira dan Dean Aries yang saat ini berada di hadapan mereka. Sungguh diluar dugaan, saat mereka memastikan kecocokan datanya, benar-benar baru terungkap bahwa selama ini mereka bahkan sudah kecolongan.
"Lalu..."
"Kasus Ali Yarkan, adalah juga didalangi olehnya!"
"Tapi, bagaimana bisa, semua sudah dibuktikan dan Joshe Yarkan sudah dinyatakan bersalah!"
"Belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan, apa anda yakin akan membiarkan kasus ini tanpa penanganan yang tepat? Meskipun anda belum membuktikan bahwa Ayaz Diren bersalah, tapi... Jika anda tidak mencobanya, itu berarti anda sama saja telah mengabaikan kesalahan!"
"Dari data yang sudah dipalsukan olehnya saja, seharusnya anda sudah bisa membayangkan betapa kriminalnya seorang Ayaz Diren!"
"Saya juga punya bukti kejahatan yang pernah dilakukan Ayaz Diren, kasus ini rata-rata ditutup tanpa kejelasan!" sambung orang kepercayaan Kate yang selama ini juga sudah mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat Ayaz.
__ADS_1
"Dia adalah seorang pembunuh bayaran dan juga pengedar narkoba, jadi antara Joshe Yarkan yang adalah ayah kandung korban dan Ayaz Diren yang baru saja mengenal korban, dengan statusnya yang seperti itu, menurut anda mana yang lebih mungkin melakukan pembunuhan itu?"
"Saya berjuang keras untuk membebaskan Tuan saya, jadi mohon anda pertimbangkan!"
Pihak kepolisian itu tampak mengangguk, "Baiklah, kami akan menaikkan kasus ini, dan mencari keberadaan Ayaz Diren dengan segera!"
"Jika untuk kasus Ali Yarkan, kami memang belum bisa menjadikannya sebagai tersangka, karena nama Ayaz Diren benar-bebar belum bisa dilibatkan di sini, dan untuk itu juga kami belum bisa membebaskan Tuan Joshe."
"Namun untuk kasus pengedaran narkoba, kami bisa menjeratnya, di sini juga sudah terbukti bahwa dia memang mendalangi itu!"
"Jadi, kami tetap akan mengurusnya, akan kami usahakan untuk menemukan Ayaz Diren."
"Bagaimana dengan identitas palsunya?" berang orang kepercayaan Kate.
"Kami akan menyelidiki itu setelah menemukan keberadaannya, sekalipun tersangka bukankah berhak untuk menyampaikan alasannya? Menyampaikan keterangannya, maaf Tuan kami hanya mengikuti serangkaian prosesnya, jika Ayaz Diren memang dinyatakan bersalah nantinya, maka kami akan secepatnya mengadili dan membebaskan Tuan Joshe!"
"Lakukan! Saya harap anda benar-benar melakukan yang terbaik!"
__ADS_1
"Pasti!" ucap pihak yang berwajib.
...***...
Ayaz menghempaskan napasnya berat kala dirinya sudah berdiri di sebuah apartemen di pinggiran kota. Di sinilah dirinya akan menggantungkan hidup. Mereka sengaja melakukan itu supaya bisa keberadaannya bisa lebih mudah ditemukan.
Ayaz ingin sesegera mungkin mengakhiri ini.
Dia masuk dan langsung menuju unitnya, sudut bibirnya tertarik kala membayangkan hidupnya yang sebenarnya begitu miris itu.
Marco sudah mengatur semuanya, tempat tinggalnya, persediaan makanan untuk beberapa hari, dan ranjau yang akan mereka buat di unit apartemen itu. Ayaz hanya perlu memeriksanya sekali lagi untuk memastikan keadaan, sebelum mereka nantinya bertarung.
"Sudahlah, ini akan sangat menyenangkan, bukankah sudah biasa Bung!" gumam Ayaz sembari memasuki unitnya.
Ayaz mengecek segala kebutuhannya, pemilihan ruangan yang tepat, Ayaz menyukai itu. Marco memang menepati janjinya, sepertinya mereka memang mempersiapkan semuanya dengan matang.
"Baiklah, hari-hari berikutnya akan lebih menyenangkan! Just fight!" Ayaz menuju suatu ruangan, rencananya dia akan melatih ilmu bela dirinya barang sebentar.
__ADS_1
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....