Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Kebahagiaan Yaren.


__ADS_3

Pagi menyapa Yaren yang saat ini sedang bergelung dibawah selimut, ia merasakan kelelahan karena semalam ia melakukan lagi dan lagi dengan Ayaz. Pertempuran mereka semalam begitu menggairahkan. Entahlah, Yaren merasa mungkinkah Ayaz sedang mengungkapkan rasa cintanya, bukan hanya naf*u belaka.


Yaren meraba sisi ranjang di sampingnya dan sayang sekali tangannya itu tidak menemukan Ayaz. Membuka matanya untuk memastikan, tidak ada suara apapun di kamar mandi, dalam pikirannya Yaren ia mulai kesal, merutuki Ayaz yang dianggapnya bertingkah kembali seperti waktu dulu, setiap kali selesai melakukan kegiatan panas pasti saja selalu pergi meninggalkannya.


Namun tidak ingin berprasangka buruk, Yaren segera membersihkan diri, barang kali saja suaminya itu sedang berada di luar, bersama Marco ataupun Rymi.


Yaren dengan cepat menyelesaikan mandinya, ia berganti pakaian dan merias diri seadanya, saat ia membuka pintu hendak keluar tiba-tiba ia menemukan Marco yang sepertinya sedang menuju ke arahnya.


"Yaren..." seru mertuanya itu.


"Daddy!" sapa balik Yaren.


"Ayaz menitipkan ini untukmu!" Marco memberikan sebuah bucket bunga mawar merah yang begitu besar, di dalamnya ada sebuah kartu ucapan. Yaren menerima itu dengan riang, ternyata suaminya ini benar-benar sosok yang romantis.

__ADS_1


Yaren mengambil kartu ucapan itu dan membacanya, Selamat pagi, semoga istriku ini selalu merasa bahagia!


Yaren membaca tulisan yang tersemat di kartu ucapan itu dalam hati, bibirnya melengkung sempurna kala membayangkan. Ayaz sendiri yang mengatakan ucapan itu padanya.


"Ayaz..." ucapnya terharu, "Mengapa dia tidak memberikannya padaku langsung?" tanyanya pada Marco.


"Itu... Dia bilang, dia masih sedikit gugup jika melakukan hal seperti ini!" ucap Marco berdusta, sesuai apa yang diperintahkan Ayaz padanya sebelum pergi.


"Aahhh, sudah kuduga! Ayaz itu, menggemaskan sekali!" gumam Yaren lagi.


Marco mengangguk pelan, hari-hari bekerja kerasnya sudah dimulai. Hal yang paling sulit baginya bukan hanya harus mengorbankan Ayaz, namun membuat Yaren untuk tetap tegar di hari-hari berikutnya adalah tugasnya yang juga tak kalah berat. Ayaz menggantungkan harapan untuk selalu membuat bahagia menantunya itu.


Hari ini, mungkin saja Yaren bisa menahannya, baru satu hari dan dilihatnya Yaren tidak sedikitpun mencurigai kepergian Ayaz, namun jika Ayaz tidak lagi pulang ke dalam pelukan Yaren, bagaimana bisa menantunya itu tidak curiga dan cemas.

__ADS_1


Yah Yaren memang tidak merasakan kecurigaan, karena menurutnya Ayaz memang sering meninggalkannya pada waktu pagi hari dan pulang saat malam sudah larut, bahkan diawal pernikahannya dengan Ayaz, ia sering sekali diperlakukan seperti ini. Yaren berencana akan berterima kasih pada suaminya itu saat malam nanti.


Kemudian Yaren kembali masuk ke kamar, membawa bucket bunga besar itu dan menaruhkan di sisi ranjang.


"Bukankah dia sangat manis!" Yaren begitu bahagia saat melihat apa yang diberikan Ayaz padanya itu, karena semakin hari menurut Yaren, Ayaz semakin mengistimewakan dirinya.


Hari ini rasanya Yaren begitu bersyukur, diperlakukan begitu manis oleh Ayaz, dan mengingat tentang semalam, Yaren benar-benar merasa bahagia, dirinya sudah melepas alat kontrasepsi dan mereka sering melakukannya akhir-akhir ini, hal itu menjadi penyemangat Yaren, semoga saja ia dan Ayaz bisa segera dikaruniai seorang anak.


Yaren keluar, ia ingin menemui Rymi, satu-satunya orang yang bisa diajaknya untuk berbagi, sekarang dia berusaha membuang rasa cemburunya untuk wanita itu, apa lagi dilihatnya Rymi memang sudah mempunyai tambatan hati sendiri, baginya cukup sudah mencurigai Rymi dan Ayaz, mulai dari beberapa hari kemarin Yaren sudah membuat keputusan untuk selalu percaya pada suaminya itu.


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....

__ADS_1


 


__ADS_2