Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Aku menyayangi dia...


__ADS_3

Ayaz mulai mengatur semuanya persiapan kejutan untuk hari istimewa Yaren, ia mengatur semuanya itu seperti biasa, tanpa Yaren ketahui.


Rencananya, Ayas akan membawa Yaren ke sebuah hotel ternama miliknya yang terletak di tengah-tengah kota malam ini, ia akan menghabiskan malam bersama Yaren di kamar yang telah Ayaz persiapkan sespesial mungkin.


"Whoaaa... Aku iri pada Yaren!" ucap Rymi yang saat ini juga turut menemani Ayaz mempersiapkan hari istimewa untuk kakak iparnya itu.


"Kau iri?" singgung Ayaz, "Minta saja pada Samudra! Bukankah dia adalah budak cintamu, aku bisa menjamin tentunya Samudra akan melakukan apapun jika menyangkut keinginanmu, apalagi hanya hal sekecil ini."


Rymi mengangguk, "Ayaz, boleh aku bertanya?"


"Apa?" sahut Ayaz dengan masih memainkan ponselnya.


"Sebenarnya, kapan kau jatuh cinta pertama kali pada Yaren? Maksudku, sejak kapan kau melihat kakak ipar menjadi wanita yang sangat spesial bagimu? Awalnya kan kau begitu tidak ingin menikah dengannya, tapi lihatlah kau bahkan terlihat sangat menikmati peranmu sebagai suami yang bucin akut!"


"Bucin? Enak saja, aku tidak seperti Samudra itu, aku melakukannya karena aku sangat menyayangi istriku, tolong bedakan ya... Aku tidak bucin, aku hanya sayang!" ralat Ayaz, dia tidak setuju dengan pernyataan yang dilayangkan Rymi tentang kebucinan seorang suami.


"Ah yaaa? Sepertinya kau terlalu percaya diri!" singgung Rymi.


"Ck, kau ini!" decaknya, Ayaz menaruh ponselnya di dalam saku jas, lalu mulai tertarik membahas sesuatu dengan Rymi, "Dan kau, sejak kapan kau merasakan jatuh cinta pertama kali pada Samudra? Bukannya saat Marco memberikanmu misi untuk membunuh atau hanya mencelakai Samudra, kau begitu menolak? Bahkan kau pernah mengatakan, 'Aku lebih baik membersihkan taman di mansion milik Daddy yang terkenal besar itu sendirian, dari pada harus berurusan dengan samudra!' Hemmm, biar ku tebak, pasti Samudra telah berhasil membuatmu kesal bukan? Di pertemuan pertama misalnya!" serang balik Ayaz.


"Ya ya, mau bagaimana lagi, kau memang hafal tentang diriku, kau tahu... Karena aku yang harus mengunjungi rumah baru kalian pagi itu untuk memberitahukan tentang penyidikan kasus Ali Yarkan padamu, jadinya aku harus terlambat bekerja di hari pertama Samudra menginjakkan kaki di perusahaan itu!"


"Hemmmm!" Ayaz mencoba menyimak, ia mengajak Rymi duduk di sebuah sofa di ruangannya.


"Aku yang sedang buru-buru waktu itu malah tidak sengaja menabrak seseorang yang ternyata adalah Presdir di DN Company. Dia terlihat seperti bos yang cukup galak, awalnya aku tidak apa, bukankah sudah sewajarnya seorang atasan memarahi bawahannya yang tidak disiplin, aku bisa menerima itu!" lanjut Rymi.

__ADS_1


"Tapi... Kau tahu, dia itu benar-benar sudah gila, benar-benar tidak waras!"


"Dia menyuruhku membuat kopi sampai tiga kali dan setelah aku membuat yang terakhir maka dengan tanpa perasaannya dia sama sekali tidak berniat untuk meminumnya, bahkan dia mengerjaiku seolah mengetahui kalau aku membubuhkan tiga sendok garam di kopinya itu, heh dan kau tau apa yang terjadi... Sialnya aku harus meminum kopi asin buatanku sendiri itu!" Rymi menceritakan flashback kejadian pertemuan awalnya dengan Sam, tangannya mengepal hebat, siap untuk melayangkan tinju yang entah di mana akan mendarat.


"Sampai hari ini, jika mengingat itu..." Rymi menggelengkan kepalanya pelan, "Aku masih saja begitu dendam padanya!"


"Hah! Nanti saja akan aku pikirkan, apa yang akan aku perbuat untuk membalaskan dendam ini." gerutu Rymi dengan semangatnya.


"Hahahahahahaha!" Ayaz tertawa keras mendengar penuturan Rymi tentang Samudra, jadi pantas saja Rymi selalu menolak berurusan dengan Samudra, adiknya itu memang pantang sekali dibuat kesal pada pertemuan pertama, ia paling tidak menyukai berurusan dengan pria semacam itu.


"Aku juga tahu kegilaanmu tadi sebenarnya adalah salah satu rencana balas dendammu bukan?" ungkap Ayaz, kali ini ia menyinggung tentang Rymi yang membalaskan dendam pada Marco.


"Sudah kubilang aku tidak bisa berbohong padamu tentang apapun bukan? Karena kau yang paling mengenalku!" Rymi tersenyum smirk.


"Apa kau sungguh puas?"


"Akan aku jadikan ini sebagai ancaman untuk Daddy!" Rymi kembali tertawa dengan jahatnya, memang dasar anak laknat.


"Gila!" umpat Ayaz sembari menggeleng tidak percaya. Ayaz tau sifat Rymi yang memang sangat pendendam.


"Apa kau benar-benar sangat mencintai kakak ipar?" tanya Rymi menyelidik setelah ia menyudahi tawanya.


"Jika mengingat itu, aku jadi ingin mengatakan sesuatu padamu!" ucap Ayaz.


"Ya, tentang apa? Katakan saja!" sahut Rymi, ia siap menyimak. Mendengar Ayaz yang bahagia bersama Yaren, sungguh ia bersyukur atas itu.

__ADS_1


"Jika kemungkinan terburuk nanti terjadi, apa kau bisa berjanji padaku untuk menjaga Yaren? Jangan biarkan dia meneteskan air mata untukku, buatlah dia selalu bahagia... Bahagia karena pernah menikahi aku, menjadikan aku sebagai teman hidupnya. Rym... Meski aku tidak bisa melihatnya lagi, tapi rasanya aku tetap tidak bisa membiarkan mata indahnya itu menangis, sekalipun itu untukku!"


"Apa kau bisa diandalkan? Apa aku bisa berharap padamu? Ini yang terakhir kalinya aku menyusahkanmu, aku berjanji tentang kebahagiaan Yaren adalah yang terakhir kalinya aku menyusahkanmu!"


"Braakkk!" Rymi langsung saja memeluk Ayaz, ia mendekap tubuh pria yang sudah ia anggap saudaranya itu erat, sangat erat, seolah begitu takit kehilangan Ayaz.


"Apa kau sudah gila? Apa kau tidak waras? Dengan mudahnya kau mengatakan itu, memberikan tanggung jawab lagi padaku, menambahkan lagi tugasku!" Rymi mengurai pelukannya, ia memukuli dada Ayaz dengan keras.


"Dengar bajingan! Aku tidak suka dibebankan tugas semacam itu, menjaga orang lain untukmu, kau pikir aku apa? Kau harus tetap hidup untuk menjaganya sendiri, aku tidak akan mau menjaganya, kau brengsek, bajingan!" ucap Rymi sembari terisak. memukuli Ayaz lagi dengan kepalan tangannya yang mulai melemah, bahkan ia tidak bisa menggenggam dengan baik, tangannya itu bagai tidak berdaya.


"Mengapa harus mengatakan itu lagi dan lagi? Bahkan hal itu belum kita coba, apa kau benar-benar ingin mati? Apa kau tidak berharap kau akan hidup lebih lama lagi? Jika kau berani sekali lagi mengatakan ini di hadapanku, meminta aku untuk menjaga milikmu, lalu untuk apa menunggu kematianmu di hari itu?"


"Sekarang saja... Sekarang saja aku bisa membunuhmu, aku bisa melenyapkanmu jika kau hanya ingin mati!" racau Rymi, ia benar-benar tidak suka Ayaz berkata seperti itu.


"Dengar! Bukankah kau sudah pernah mengatakannya berkali-kali bahwa di dunia ini hanya akulah yang bisa membunuhmu! Hanya aku, bukan orang lain, bukan senjata api atau benda tajam lainnya, hanya akulah yang bisa membunuhmu!" teriak Rymi, ia tidak mempunyai kesabaran yang baik sepertinya saat menghadapi Ayaz kali ini.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati, harus aku yang mencekikmu! Kita sudah berjanji, bahwa hanya kau yang bisa membunuhku dan hanya aku yang bisa membunuhmu, jadi jangan harap kau bisa mati di tangan orang lain atau apapun!"


"Ayaz sialan! Aku paling tidak suka menangisi bajingan sepertimu, sialnya hari ini mengapa aku harus menangis karena kau, kau benar-benar sialan!" Rymi tidak berhenti memukuli dada Ayaz meski tangannya seolah tidak bertenaga, apa lagi saat ini entahlah mungkin karena faktor kehamilan yang menjadikannya sedikit sensitif, ia benar-benar tidak bisa terima Ayaz membicarakan kemungkinan terburuk.


Ayaz tau itu, Rymi mengumpatinya karena rasa sayang yang teramat padanya, tangannya mengambil kedua tangan Rymi yang tidak juga berhenti memukuli dadanya, lalu mendekap erat Rymi, selain tidak bisa kehilangan Yaren, hal yang juga berat baginya adalah tidak bisa kehilangan wanita ini.


"Iya... Hanya kau Rym, hanya kau lah yang bisa membunuhku... Aku akan berusaha, aku akan berusaha untuk kalian, aku hanya akan mati di tanganmu, tidak akan pernah mati di tangan orang lain atau apapun..." ucap Ayaz sembari memeluk erat Rymi.


Aku menyayangi dia, aku menyayangi dia...

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2