Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Berani menyelesaikan masalah.


__ADS_3

Wana akhirnya bisa bernapas lega kala dirinya sudah sampai di tempat persembunyiannya.


Kemarin siang, setelah pulang dan langsung saja mengambil aset berharga milik Argantara, ia langsung terbang menuju London. Baginya luar negeri adalah tempat yang tepat untuk bersembunyi.


Dengan uang yang menurutnya sudah sangat banyak itu ia membeli sebuah rumah, ia percaya diri sekali kalau ia akan bisa hidup tenang meski harus meninggalkan keluarganya. Terlebih Raisa, meski berat namun tak jarang ia tersenyum miring mengingat penolakan anak kandungnya itu.


"Biarkan saja, hidup itu pilihan, jiwanya itu benar-benar sama dengan Dandi, orang seperti itu tidak akan maju, dengan rela saja mereka itu maunya hidup miskin." gumamnya sembari melepas pakaian di tubuhnya, ia akan mandi sebentar lalu tidur dengan lelap.


Wana bertekad harus melupakan Argantara, melupakan kenangan indah saat dua puluh satu tahun menjalani biduk rumah tangga. Entah lah, mungkin wanita ini memang tidak memiliki hati, sehingga bisa dengan mudah membuang seseorang yang sudah menemani hidupnya bertahun-tahun lamanya.


Namun saat kepala dan tubuhnya sudah terkontaminasi oleh air, bayangan Ayaz yang begitu menakutkan di pesta kemarin terlintas saat ia memejamkan mata.


"Aahhhh, tidak tidak, bagaimana dia bisa menjadi sangat kaya, itu berarti... Itu berarti..."


"Bagaimana bisa..."


Wana masih tidak percaya, bukankah saat ia melihat Ayaz waktu mengacaukan pernikahan Yaren dengan Juragan Marli, pria itu terlihat urakan, penampilan yang sama sekali tidak berkelas, menurutnya saat itu Ayaz lebih terlihat seperti seorang preman.


Wana menutup mulutnya tidak percaya, menurutnya ia sudah sangat salah, ia memberikan Yaren pada seorang pria yang tentunya akan mampu menjamin kehidupan anak tirinya itu, padahal tujuannya mengusir Yaren dari rumah dan membiarkan Yaren hidup dengan Ayaz adalah supaya Yaren bisa merasakan rasanya menjadi orang miskin, namun apa? Itu sama sekali tidak terjadi.


Sona Blue Hotel, adalah hotel yang terkenal mewah di negara ini, meski masih ada hotel yang lebih mewah dari itu namun setidaknya hotel itu bisa saja masuk dalam jajaran top lima hotel termegah di negaranya.


Seketika Wana merasakan dirinya telah kalah bersaing dengan Yaren.

__ADS_1


...***...


Pagi ini, cuaca sedikit mendung, namun tidak mengurangi niatan seorang pria untuk menemui wanitanya. Selain karena rindu yang juga rasanya sulit ia tahan, hal lainnya adalah dirinya tidak bisa mempercayai apa yang terjadi di beberapa hari ini.


Pagi tadi, ia melihat berita kematian Sian Atlas Huculak, pengusaha kaya nomor lima di negaranya ini ditemukan tak bernyawa di pinggiran sungai, hari ini diberitakan penyebab kematian sementaranya adalah karena kecelakaan berkendara.


Berita itu sebenarnya sudah viral kemarin, namun Sam tidak begitu mengikuti, karena ia merasa baguslah jika Sian sudah mati. Bukankah itu artinya, dendam Ayaz sudah terbalaskan, ia juga tidak lagi penasaran ke mana hilangnya Sian selama ini.


Namun, yang membuatnya hari ini kembali bergegas mencari Rymi nyatanya adalah juga tentang Sian, bagaimana bisa Sian dinyatakan mati karena kecelakaan berkendara, dan setelah dirinya telusuri praduga kejadiannya itu terjadi sekitar dua hari yang lalu. Ini gila! Benar-benar gila!


Belum lagi karena orang suruhan Amla yang juga mati karena dibunuh oleh racun mematikan, mengapa apa yang terjadi sebenarnya sangat tidak sesuai dengan pemberitaan di media.


Ayaz dan Rymi telah memanipulasi semuanya, Sam sangat meyakini itu, tapi bagaimana bisa?


Sedang yang ditelpon, tersenyum miring karena ponselnya yang terus saja berdering. Semalam boleh saja Sam seolah mengacuhkannya, tapi lihatlah, Rymi tersenyum percaya diri. "Lihatlah, dia tidak akan bisa hidup tanpaku, heh... Ayo hubungi lagi, hubungi sampai kau lelah, hahahaha!"


✉️ Aku ingin kita bertemu, ada yang ingin kubicarakan, Rym tolong angkat, ini sangat penting.


Sam masih terus menghubunginya, namun Rymi belum berniat mengangkatnya, meski ia juga ingin tau perihal apa yang akan ditanyakan Sam padanya kali ini. Perihal hubungan mereka kah? Ah bolehkah Rymi percaya diri berlebihan.


"Rym... Aku merindukanmu! Hahahahaha!" Rymi bergumam sendiri seperti orang gila, ia membayangkan bahwa yang berbicara seperti itu adalah Sam.


Masih diwaktu yang sama, Ayaz tersenyum miring saat membaca berita pagi ini, bukankah peringatannya ini memang terlihat menyeramkan, Amla pastinya sedang mengalami pergulatan batin, Sian-nya sudah mati, dan Ayaz sudah memastikan dukungan untuk wanita itu pastilah akan melemah dengan sendirinya.

__ADS_1


Ayaz juga menerima pesan dari mata-matanya, memastikan rencananya sudah berjalan sesuai rencana.


"Oke! Tunggu hingga otopsi tubuh Sian keluar maka kau pasti akan lebih terkejut Amla, dan pada saat itulah kau akan menerima serangan yang kau sendiri pun tidak akan pernah menyadarinya."


"Ternyata pengawal itu bisa juga dipercaya, Rymi tidak salah memilihnya."


Yah, Rymi memang sudah menceritakan pada Ayaz apa yang telah dirinya lakukan pada pengawal-pengawal Sian yang mereka sekap di kapal, Awalnya Ayaz sempat meragu namun Rymi meyakinkannya kalau pengawal itu tidak memiliki pilihan apapun yang lebih baik selain bergabung dengannya, ternyata semua itu sudah terbukti, mungkin juga karena didesak keadaan jadi pengawal itu bisa melakukan apapun termasuk berkhianat.


Satu masalah hampir selesai ia dan Rymi atasi, jika untuk masalah balas dendamnya Ayaz bisa bernapas lega karena rencana demi rencana sudah tersusun dengan matang.


Selanjutnya Ayaz tinggal memikirkan kasus Ali Yarkan yang akan membuatnya mempertaruhkan nyawa, Marco memberikan penyelesaian yang tidak tanggung-tanggung baginya.


Meninggalkan Yaren suatu hari nanti, dengan nyawa yang dirinya pertaruhkan, jika ia bisa berhasil menjalankan rencana terkahir mereka dan menyelamatkan diri maka ia juga bisa kembali pada pelukan istrinya, tapi jika tidak... Maka Yaren benar-benar harus dirinya tinggalkan.


Ayaz memegangi kepalanya yang mulai berat jika memikirkan itu, jika ada cara lain maka ia akan lakukan, bukannya ia takut akan mati namun rasanya ia ingin bersama dengan Yaren lebih lama lagi, lebih lebih lama lagi.


Meski harus membunuh Dean Aries yang sebenarnya, hal itu sungguh lebih mudah dirinya lakukan. Namun ia juga membenarkan apa yang Marco katakan malam itu, jika mereka membunuh Dean Aries, maka hal itu akan membuat keadaan pasti berbalik padanya, sekalipun pihak kepolisian tidak mengetahui kalau itu perbuatan mereka.


Saksi kunci sudah dilenyapkan, siapa yang bisa menjamin kecurigaan orang lain, tidak ada alasan bagi Kate Yarkan dan keluarganya membunuh saksi kunci itu, namun baginya yang pernah di isukan dan berpotensi menjadi tersangka sebelum Joshe dinyatakan bersalah, hal itu tentu bisa saja, orang lain bisa saja berbalik untuk beranggapan kalau dialah pelakunya.


Dari pada melakukan hal yang sama dengan satu dua jenjang rencana yang akan mereka tempuh, lebih baik langsung saja menampakkan diri dan dengan berani menyelesaikan masalah.


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2