
Yaren membuka hadiah dari Rymi yang nyatanya adalah sebuah amplop, dia cukup heran dengan apa isi dari amplop itu.
Ayaz ada dibelakangnya, memegang kedua tangannya posesif dari belakang, mereka membuka amplop itu bersama.
Dan betapa terkejutnya Yaren karena membaca apa yang tertulis di kertas berwarna pink itu, sebuah ucapan selamat karena telah jadi calon Ibu membuat jantungnya berdetak tidak karuan.
Apa lagi di amplop itu juga terdapat foto hasil USG yang menampilkan foto calon buah hatinya, memang tidak terlihat jelas karena Yaren baru memasuki usia kehamilan empat minggu, namun tetap saja Yaren bahagia.
"Ayaz, apa ini nyata?" tanyanya.
Ayaz mengkerutkan keningnya, "Ada apa? Kenapa bertanya begitu?
"Ayaz, aku takut apa yang terjadi padaku dari kemarin hanyalah mimpi, kau hidup kembali dan aku dinyatakan hamil seperti ini, aku mempunyai ketakutan, aku takut kalau aku akan terbangun!" ujar Yaren, dia mencubit keras pipinya, dan seketika "Awww!" dia mengaduh.
"Ayaz, berarti ini bukan mimpi?" tanyanya lagi.
"Yaren... Memangnya apa kau berharap semua ini mimpi?" tanya Marco mendekat.
"Tidak Daddy, aku ingin ini sungguhan, Ayazku yang masih hidup, dan aku hamil... Rymi, apa benar aku hamil?" tanyanya beralih menatap Rymi, wanita itu melongos tidak menanggapi, dia kesal setengah mati pada Ayaz, bukannya menghiraukan peringatannya tentang jangan berpelukan, tapi lihatlah Ayaz malah memeluk posesif Yaren di hadapannya.
__ADS_1
Entahlah, selain karena Samudra yang tidak ada di sini, hal lainnya juga entah mengapa dia tidak suka saja Ayaz terlalu mesra dengan Yaren. Mungkinkah bawaan ibu hamil, Rymi juga tidak mengerti, kadang begitu senang akan pasangan itu, kadang juga dia terlihat tidak suka.
"Rymi..." seru Marco lembut pada anaknya itu, menyuruh Rymi jangan terlalu kejam dengan Yaren.
"Entahlah? Mengapa harus tanya aku? Tanya saja pada yang menghamilinya?" ketus Rymi.
"Maafkan Rym yaaa, semenjak hamil dia memang semakin sadis saat berbicara." ucap Marco pada Yaren.
"Sudah jangan hiraukan dia, paling sebentar lagi kesalnya reda sendiri! Apa lagi sudah pulang dan bertemu pawangnya." ucap Ayaz, ia kembali memeluk Yaren, menampilkan kemesraannya pada wanita yang sedang iri padanya itu.
"Sialan, jangan peluk-peluk Kakak Ipar!" protes Rymi.
Ia senang sekali melihat wajah tertekan Rymi.
"Yaren, Kakak ucapkan selamat untukmu!" ujar Jovan, ia hendak memeluk Yaren, namun segera ditahan oleh Ayaz.
Lalu Marco yang melihat itu kembali mend*sah lagi, sepertinya tidak ada bedanya antara Ayaz dan Rymi, kedua anaknya itu sama-sama kaum budak cinta.
"Ayaz... Jo adalah Kakaknya, apa salahnya memberikan selamat!" ucap Marco.
__ADS_1
"Memberikan selamat memang tidak salah, tapi tidak usah sampai memeluk istriku!" kesal Ayaz.
Jovan benar-benar gondok dibuat Ayaz, memangnya siapa yang mau sama adik kandung sendiri, dasar bucin gila umpat Jovan dalam hatinya.
"Ayaz apa salahnya juga memeluk Yaren, sudah Yaren tidak usah mendengarkannya, setelah ini bahkan kau akan lama tidak menjumpai kakakmu!" siapa yang menyangka bahwa Marco malah berada di pihak Jovan dan Yaren.
Hingga membuat Ayaz kembali kesal padanya.
"Kalian ini benar-benar waktu remaja tidak pernah mempunyai kekasih, makanya menjadi tidak waras saat di usia dewasa!" gerutu Marco.
Dia bisa lebih menang, karena dulu saat ia menjalin kasih dengan Nindi, waktu itu umurnya masih sangat muda, jadi setelah dewasa ia sudah bisa berpikir jernih, sementara kedua anaknya itu yang tidak sempat menjalin hubungan saat waktu remaja mungkin saja harus mengalami puber di masa dewasa, sungguh heran karena bagi Marco pubernya cukup keterlaluan.
"Jo, kau jangan meniru mereka kalau kau punya kekasih nanti!" usul Marco pada Jovan.
Jovan hanya bisa mengangguk, padahal dalam hatinya tentu saja juga terselimuti rasa iri, melihat begitu mesranya Ayaz dan Yaren, jika Rymi bisa melampiaskannya nanti pada Samudra, lalu kalau dia pada siapa? Karena sayangnya dia tidak punya kekasih.
"Dasar sialan! Aku yang menyedihkan!" ujar Jovan merutuki nasibnya.
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....