Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Penyergapan II.


__ADS_3

"Sial!"


Mereka terus mengawasi sekeliling, namun anehnya tidak ditemukan siapapun di apartemen itu.


"Apa kita harus berpencar?" tanya yang lainnya.


"Baiklah! sebagian tetap berjaga di sini, tiga ke arah dapur, tiga lagi memeriksa kamar!"


"Baik!"


Akhirnya mereka berpencar, dengan waspada level tinggi mata mereka tidak berhenti mengawasi, mencari keberadaan Ayaz Diren yang belum juga mereka jumpai.


"Doorr! Pyaarrrrr!" terdengar suara kaca pecah terkena tembakan, tiga orang yang sedang menuju dapur langsung saja menuju sumber suara, namun saat sampai di sana sayangnya mereka tidak juga menemukan apapun. Mereka melihat meja makan yang sudah hancur berserakan kemudian, "Braakkk! Bugghh!" kaki salah satu dari mereka dihantam oleh benda keras, membuat orang itu terjatuh dan menabrak salah satu rekan lainnya. Akhirnya Ayaz Diren menampakkan diri, salah satu dari mereka yang tidak terjatuh dengan cepat mengayunkan senjata namun sayangnya senjata api itu harus beralih mengenai rekannya yang terjatuh tadi, "Doorr! Terjadilah drama salah tembak kala Ayaz dengan sigap membelokkan tangan anggota tim yang ingin menembaknya.


Tangan yang masih dipegang oleh Ayaz itu, kemudian dengan cepat dibawanya ke belakang, bersamaan dengan itu kaki Ayaz juga dengan lincahnya berkelahi dan menangkis serangan musuhnya.


"Brakkk!"


"Pyaarrr!"


"Bugh, bugh!"


"Tak!"


Ayaz dengan kemampuan luar biasanya dengan cepat bisa mengalahkan musuhnya. Anggota tim yang masih di pegangi oleh Ayaz pun melakukan perlawanan, namun Ayaz tidak semudah itu untuk dikalahkan.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, beberapa anggota tim yang mendengar tembakan pun segera menuju dapur, kini mereka telah melihat apa yang terjadi, salah satu rekan mereka sedang dipegangi oleh target, Ayaz menjadikan rekan mereka itu sebagai tameng.


Ada sekitar enam orang yang dengan cepat mengarahkan pistol menargetkan Ayaz, Ayaz sudah menduga itu kemudian dia juga mengarahkan senjata apinya ke arah lawan.


Baiklah, saatnya perang!


Ayaz sudah siap, benar-benar siap, hal seperti ini bukan masalah baginya.


Dia juga sudah memakai rompi anti peluru di badannya, jadi asalkan musuh tidak menembaknya di kepala tentunya akan lebih mudah baginya.


"Doorr!" musuh sudah menyerang, Ayaz dengan sigap menghindari tembakan itu dengan menjadikan rekan sesama tim mereka yang sedang dirinya pegangi itu sebagai tameng. Darah segar muncr*t di wajah Ayaz kala tembakan itu mengenai tepat di kepala tamengnya.


"Dorrr!", Ayaz membalas, satu tembakan juga tepat mengenai salah satu kepala lawan, tangan seseorang yang menjadi tamengnya itu juga mulai Ayaz pegangi, dia juga akan memakai pistol milik orang itu.


"Dorrr!" lagi-lagi Ayaz berlindung di tubuh yang sudah tidak bernyawa itu.


"Dorrr!"


Musuh semakin mendekat, Ayaz melemparkan tubuh tidak berdaya itu ke arah musuh, lalu langkahnya dengan cepat menyerang semua orang yang mendatanginya.


Ayaz melihat banyak lagi musuh yang datang, ini tidak bisa lagi dilawan hanya dengan tangan dan kakinya.


"Bugghh!"


"Braakkk!"

__ADS_1


"Doorrr!"


"Duaarrr!"


"Pyaarrr!"


"Ctarrrr!"


Dalam sekejap dapur apartemen itu sudah hancur berserakan, karena banyaknya orang yang mencoba menangkap Ayaz.


Ayaz mengambil kamera flash dari saku bajunya, sudah saatnya ia akan membuat kekacauan dengan kamera itu.


"Flash flash flash flash flash!"


Seketika cahaya flash yang diciptakan Ayaz sayangnya mampu mengganggu penglihatan musuh, Ayaz segera menggunakan kesempatan itu untuk mengambil bensin dan "Byuurr!" Ayaz menyiramkan bensin untuk mengguyur banyaknya tubuh musuh yang menyerangnya.


Jumlah mereka semakin banyak, karena mendengar suara tembakan tentulah Ayaz tau, nanti dirinya akan kwalahan jika beradu ketangkasan berkelahi saja.


"Wusshhh!" seketika api muncul dengan garangnya saat mengenai pematik yang Ayaz nyalakan, mulai membakar tubuh musuh dengan beringasnya.


Suara teriakan pun terdengar pilu, api benar-benar semakin membesar karena lagi-lagi Ayaz melemparkan wadah bensin ke arah musuh.


Kesempatan itu, Ayaz gunakan untuk kabur, salah satu anggota tim yang terhalang oleh api melihat itu, dengan segera ia mengajak rekannya yang juga belum terkena api untuk melewati nyala hebat api di hadapan mereka, mereka tidak akan meloloskan Ayaz Diren begitu saja.


Ayaz keluar melalui lorong kecil yang sudah terhubung dengan tempat pembuangan sampah, ia meluncur melalui itu.

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2