Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Apa yang sudah Mama lakukan?


__ADS_3

"Kau!" Argantara tidak percaya, Wana benar-benar tega, selama ini juga wanita itu membohonginya, mengapa? Kiranya apa kurangnya ia, untuk harta yang telah dirinya berikan seharusnya wanita manapun pasti akan setia serta bertekuk lutut padanya.


Selama ini, bahkan dirinya dengan rela menurut saja pada keinginan Wana, istrinya itu tidak menyukai Yaren, seperti air dan minyak, Wana dan Raisa tidak bisa disatukan dalam satu atap yang sama.


Kemurkaannya pada Yaren karena Yaren yang dirinya anggap telah membuat malu keluarga, sungguh benar-benar ia sesali, bukankah Raisa sama, bahkan Raisa menggoreskan keburukan paling pedih untuk keluarga terpandangnya ini.


Dan lagi pula, apa kenyataan benar-benar mempermainkannya, Raisa Kharunia, dirinyalah yang memberikan nama itu, namun nyatanya wanita yang saat ini juga tengah dibencinya itu adalah bukan anak kandungnya.


Benarkah? Benarkah ia sudah membuang anak kandung hanya untuk mempertahankan anak yang bukan darah dagingnya.


Argantara terduduk lemas, ia memegangi kepalanya yang mulai terasa berat, tiba-tiba saja dadanya menjadi sesak, napasnya seakan ingin berhenti saat itu juga, dengan masih bertahan pada sisa-sisa kesadaran, Argantara mendengar Yaren meneriakkan namanya, dilihatnya anak itu begitu panik tergambar di wajah cantiknya.


"Papa..."


"Papa, Ayaz... Tolong, ada apa dengan Papaku..."


"Ayaz, bantu aku..."


Jangan panggil aku Papa Nak, panggilan itu terlalu berharga untuk Papa yang buruk sepertiku. Itu sangat tidak pantas...


Aku tau, di dunia ini tidak ada manusia yang terlepas dari dosa, tapi dosaku terhadapmu... Aku bahkan tidak berharap kau mengampuniku...


Lily, maafkan aku, aku tidak bisa menjaga anak kita, aku lalai... Aku terlalu silau akan dunia, maafkan aku...


Pelan mata Argantara terpejam, ia merasakan tubuhnya begitu ringan, namun pandangan yang gelap seakan menutupi apa yang ingin dirinya ketahui, masih hidupkah ia, atau sudah tiada.


Sementara Yaren, ia langsung saja mengguncang tubuh Papanya yang sudah tidak sadarkan diri, Ayaz tidak begitu panik bahkan yang ada dirinya terlihat sangat menikmati, namun ia juga tentunya tidak bisa mengabaikan itu, meski benci dengan segenap jiwanya pada Argantara namun pria paruh baya yang sepertinya sedang menuju sekarat itu tetaplah ayah mertuanya, ayah dari Yaren Motan, wanita yang sangat dicintainya.

__ADS_1


Ayaz, diikuti Yaren dan Jovan, membawa tubuh rak berdaya Argantara menuju mobil, mereka akan membawa Argantara ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan pertama.


Sepeninggalan mereka, tinggallah Rymi dan juga pria yang menjadi tawanannya. Terlihat amarah menyelimuti wajah Wana, wanita itu dengan pasti ingin melayangkan pukulan pada tubuh Dandi, namun sayangnya langsung saja dicegah oleh Rymi.


"Akan kubunuh kau..." berang Wana. Ia sudah tidak memedulikan tamu undangan yang masih setia menonton siaran langsung kejadian memalukan yang dialami keluarganya.


"Berani menyentuhnya, maka kau akan berurusan denganku, dia tawananku, mau hidup atau pun mati harus akulah yang menentukan!" ucap Rymi tak kalah garang.


"Kau... Jangan ikut campur, ini urusan keluargaku!"


"Ah ya?" Rymi menatap remeh Wana, "Hei kau!" lalu serunya pada Dandi, "Apa kau merasa kau adalah bagian dari keluarganya?" tanyanya.


Dandi dengan cepat menggeleng, ia begitu takut, tatapan Rymi bagai hendak mengulitinya.


"Kau dengar?" ucap Rymi. "Atau jangan-jangan kau masih berharap mempunyai sebuah hubungan yang sangat... erat dengannya?" Rymi sedikit tertawa mengejek.


"Mama..." pekik Raisa, ia tidak bisa diam saja, hari ini adalah hari pernikahannya, namun yang terjadi begitu diluar kehendaknya, sebuah kenyataan terungkap, Papanya tidak mengakuinya lagi sebagai anak, kenyataan pilu ini mengapa harus ia dapatkan di hari bahagia ini.


"Kalian penipu!" berang Harun.


Sungguh dirinya hanya ingin membalas budi kebaikan Dandi yang sudah menolongnya dari maut di masa lalu, namun apa ini, kenyataan yang sebenarnya adalah dirinya benar-benar ditipu.


Meski pernikahan ini juga tidak begitu dikehendakinya namun dirinya juga tidak menyangka akan mengalami insiden memalukan semacam ini.


Beruntung saja, ia tidak mengizinkan satupun kru di stasiun televisi-nya untuk mengambil berita, yah meski dirinya juga tidak bisa mempercayai begitu saja.


Mengingat pernikahannya dan Raisa hanyalah pernikahan bisnis dan dirinya juga tidak mencintai Raisa, untung saja ia tidak gegabah waktu itu untuk mempublikasikan seluruh berita tentang kehidupan pribadinya.

__ADS_1


"Satu lagi, apa kiranya yang akan kau lakukan? Memenjarakan mereka?" tanya Rymi bak mengompori.


"Kau..." Dibandingkan dengan Wana dan Dandi, dirinya justru lebih benci dengan wanita tang baru saja bertanya padanya itu, jika pun ingin membeberkan suatu kejahatan, mengapa harus pada acaranya seperti ini, rasa malu bahkan tidak bisa dihindari oleh Harun.


"Dasar rubah!" umpatnya.


"Jika kalian punya masalah dengan keluarga wanita ini!" Harun menunjuk Raisa tidak senang, "Mengapa harus melibatkan aku, aku akan pastikan kalian semua membayar mahal untuk ini." ancam Harun.


Langkah kaki Rymi mendekat, mendengar itu jelas saja wanita itu berkata dengan tak kalah menantang, "Kau yakin?" tanyanya acuh.


Rymi semakin mendekat, tangannya terulur membelai lembut dada Harun, "Bahkan aku merekam semuanya, yah semua yang terjadi di sini, kau masih yakin untuk menuntut kami?" bisik Rymi.


Harun tidak bisa berpikir cepat, wanita itu begitu agresif, jujur saja ada sedikit desiran aneh yang membuatnya seolah terhipnotis.


Sedang Rymi, dirinya bahkan tidak sungguh-sungguh dalam mengatakan itu, mereka memang merekam semuanya, namun mengingat status Ayaz yang masih simpang siur terhadap kasus Ali Yarkan jadi mereka tidak bisa berbuat banyak, sebenarnya ia mengatakan itu hanya untuk memberikan sedikit ancaman saja pada Harun.


"Sebelum kau melakukan itu, aku bisa begitu yakin bahwa kau yang akan menemui kehancuranmu lebih dahulu, apa kau masih punya nyali untuk wara wiri di dunia penuh kekejaman ini?"


Harun mengepalkan tangannya, ia sebenarnya tidak bersalah di sini, bahkan jelas sekali dirinya adalah korban, namun meski begitu yang dikatakan wanita gila itu ada benarnya juga, setelah ini pastilah begitu banyak bermunculan berita tentangnya.


"Jika kau setuju untuk mengikuti rencana kami, maka aku bisa pastikan bahwa hanya ada kehancuran untuk Argantara seorang!" bisik Rymi lagi dan lagi membuat Harun meremang.


Rymi bisa mengurus itu, sebelum mereka memulai, beberapa anak buah Marco sudah ia kerahkan untuk memantau trending berita di sosial media, apakah ada siaran langsung, vidio ataupun hanya sebatas foto yang bisa membahayakan reputasi mereka, ia tidak akan membiarkan hal itu akan menjadi konsumsi publik.


Sementara Raisa tidak memedulikan lagi tentang interaksi antara suaminya dan Rymi, yang dirinya urusi hanyalah Mamanya yang kini dilihatnya sebagai seorang penjahat.


"Mama... Apa yang sudah Mama lakukan?"

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2