Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Rymi melahirkan II.


__ADS_3

Sam merasakan kepanikan luar biasa, pasalnya Marco mengatakan Rymi sudah sangat kesakitan, ia bergegas menuju mansion, Marco mengatakan istrinya itu akan tetap di bawa ke mansion karena belum bisa dibawa ke rumah sakit.


Sam tetap harus percaya, karena dia juga sudah melihat dulunya Ayaz juga di bawa ke sana dan mendapatkan perawatan yang tak kalah bagusnya dari rumah sakit ternama sekalipun.


Saat sudah sampai Sam, bergegas menuju ruangan dokter Mike, namun beruntung karena di perjalanan dia bertemu dengan dokter itu, Mike mengatakan di mana ruangan Rymi bersalin. Tanpa banyak bertanya lagi Sam langsung saja menuju ruangan yang disebutkan oleh Mike.


Rymi masih juga merasakan kesakitan, "Sialan, ini anaknya Sam benar-benar..." umpatnya pada bayi di perutnya.


"Rym, tidak boleh mengatakan itu, dia itu buah cintamu dengan Sam." ujar Marco mengingatkan.


"Persetan! Cinta apanya? Ini sakit sekali Daddy?" keluhnya lagi.


Tak lama Sam datang, Rymi tidak memedulikan itu, saat Sam mengambil alih tangannya pun dia tidak menghiraukan.


"Sayang, apa sangat sakit?" tanya Sam. Ia benar-bebar kasihan melihat Rymi.


"Sakittt, kau mau merasakannya? Ku harap lebih baik kau saja yang melahirkan, aku... Ini sakit sekali!" gerutu Rymi.


Dokter yang menangani Rymi sedang dalam perjalanan, Marco benar-benar mengumpati Mike habis-habisan karena dinilai tidak becus dalam pekerjaan.


"Rym, bertahanlah!" ucap Sam.


Andai saja Rymi bisa dibawa ke rumah sakit, tentunya itu akan lebih baik dari pada harus menunggu dokter seperti ini.


"Ini salahku, aku pikir Rymi belum akan melahirkan, jadi aku tidak merekrut seorang dokter obygn, ini benar-benar salahku!" parau Marco, ia juga ketakutan, takut terjadi sesuatu dengan Rymi.


"Sam, sakit!" keluh Rymi lagi.

__ADS_1


"Iya Rym, iya bertahan lah sebentar lagi!"


Namun karena merasa tak kuat dan kondisi Rymi yang mulai lelah, akhirnya pelan Rymi tidak bersuara lagi, matanya mulai sayu, dan saat itu juga genggamannya yang mencengkram kasar di lengan Sam terjatuh.


"Rym..." teriak Sam.


Mata Rymi sudah terpejam, Sam mengguncang tubuh istrinya itu, namun Rymi tidak lagi menyahutinya.


"Panggil Dokter Mike Daddy, panggil Dokter Mike!" pinta Sam cepat.


Air matanya sudah berlinang, ia menyesal, benar-benar menyesal tidak membawa Rymi ke rumah sakit.


Bersamaan dengan Marco yang membuka pintu dua orang dokter obygn yang ditugaskan untuk menangani persalinan Rymi pun datang, Marco langsung saja menarik tangan salah satunya untuk memeriksa Rymi.


"Tolong putri saya!" ucapnya cepat memerintah.


Dokter itu langsung memeriksa kesehatan Rymi yang sudah tidak sadarkan diri.


"Lakukan operasi Caesar sekarang juga!" pintanya.


Mike datang hanya selang beberapa detik saat dokter wanita itu datang, ia yang mendengar itu langsung menyuruh timnya untuk menyiapkan oeprasi.


Dalam keadaan tidak sadar Rymi dibawa ke ruangan oeprasi, dia akan melakukan operasi Caesar untuk persalinannya.


Sam benar-benar kalut, dalam hatinya tidak berhenti berdoa supaya tidak terjadi hal buruk apapun yang menyangkut istri dan juga bayinya.


Bahkan dia sudah berpikiran buruk dan mengandai-andai, jika saja sampai terjadi sesuatu dan dia diharuskan memilih, maka tentunya dia akan menguatkan hatinya untuk memilih Rymi, meskipun sangat menyayangi dan mengharapkan bayi itu, tapi tak apa jika dia harus kehilangan bayinya tapi tidak untuk Rymi. Dia tidak sanggup.

__ADS_1


Satu jam setengah berlalu, salah satu dokter yang menangani Rymi keluar, Sam langsung bangkit dan menanyakan perihal keadaan Rymi.


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya.


"Istri Bapak kehilangan banyak darah, apa di sini ada yang bersedia mendonorkan darahnya, darah nona Rymi adalah RH+ A, cukup mudah mencarinya jika di sini tidak ada yang sama!" ujar dokter itu.


"Ambil darah saya saja, darah saya sama!" ucap Sam tanpa ragu.


"Baiklah, mohon untuk memeriksakan diri terlebih dahulu, jika sudah dipastikan anda bisa menjadi pendonor maka kami akan segera menanganinya!"


"Baik!" Sam segera menuju ruangan Mike, dia akan menemui dokter itu untuk mengambil darahnya, bahkan dia lupa menanyakan bagaimana bayinya. Apakah selamat atau tidak dia tidak tau.


Marco yang mendengar itu lalu bertanya apakah Rymi bisa diselamatkan, ia sama tak kalah takutnya kehilangan Rymi seperti Sam.


"Bisa! Tapi, perlu diketahui kondisi Nona Rymi saat ini sedang koma, jadi meskipun selamat kita tetap harus berdoa dan melakukan yang terbaik untuk kesembuhannya." jawab dokter itu.


"Bayinya?"


"Bayinya tidak apa-apa, sangat sehat, beratnya 4,0 kg, dengan panjang 5,6. Tuan bisa menjenguknya nanti di ruang rawat, kami akan memindahkannya sebentar lagi!"


Marco bisa bernapas lega, akhirnya meskipun masih belum sesuai keinginannya setidaknya saat ini bayi dan ibunya selamat pikirnya.


"Terimakasih!" ujar Marco, ia benar-benar menghargai kerja dokter yang menangani Rymi itu.


"Sudah tugas kami Tuan!"


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2