Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Skak!


__ADS_3

Yaren meraup oksigen sebanyak-banyaknya kala Ayaz sudah melepaskan ciumannya. Sprei berwarna merah hati yang telah dihias sedemikian rupa itu sudah menjadi berantakan tidak karuan disebabkan ulah keduanya. Ayaz benar-benar telah berhasil membuat Yaren melayang seolah setengah berada di surga dunia.


"Ayaz lakukan lebih cepat, Ayaz aku ingin keluar..."


"Bersama sayang!" ucap Ayaz.


Lalu setelah memacu lebih cepat gerakannya, si perkasa kebanggaan Ayaz itu akhirnya bisa dengan mulus mendaratkan lahar hangat mengalir menuju sarangnya.


Ayaz menghambur memeluk Yaren, menciumi wajah istrinya itu, "Terimakasih Yaren... Terimakasih telah membuatku sadar akan artinya mencintai!" ucapnya lirih di telinga Yaren.


Yaren bagai sudah kehabisan tenaga, ia hanya bisa mengangguk mengiyakan, rasanya ia hanya ingin terlelap setelah pertempuran panas mereka ini.


Lalu keduanya memejamkan mata dengan tubuh yang masih berpelukan.


Sementara itu,


Rymi tengah melangkah mendekati Sam, wanita itu mengikis jarak yang membentang, tatapannya tajam bagai siap mencabik-cabik tubuh Sam.


Sam, tidak ada yang bisa pria itu lakukan, langkahnya mundur teratur, tidak juga mengerti mengapa dirinya selalu kalah dengan wanita pujaannya itu.


"Kau tidak pulang?" tanya Rymi, terdengar seperti ancaman.


"Tii tidak Rym!" sahut Sam.


"Kenapa? Apa kau berubah pikiran? Mengapa tidak pulang?"

__ADS_1


"Aku... Aku hanya ingin menemanimu, yah hanya menemanimu!"


Rymi menyunggingkan senyumnya, "Pergilah! Aku juga tidak menginginkan kau menemaniku, jadi mengapa kau masih berada di sini?" usir Rymi lagi, tangannya dengan cepat membukakan Sam pintu, menyuruh Sam segera keluar dari kamarnya.


"Rym..."


"Pergilah! Sebelum aku berubah pikiran!" ucapnya sinis.


Sam terpaksa menurut, ia keluar dari kamar Rymi dengan hati yang kacau. "Braakkk!" pintu yang ditutup keras itu menjadi saksi dilemanya.


"Ada apa?" tanya Marco, ia hanya kebetulan lewat, dan melihat Samudra yang berdiri tidak nyaman di depan pintu.


"Eh!"


"Apa Tuan baru saja menemui dokter Mike?" tanya Sam mengalihkan pembicaraan untuk memutus kecanggungan.


Marco mengangguk, "Mau menemaniku bermain catur?" ajak Marco.


Sam tidak punya pilihan untuk menolak, yang sebenarnya ia tidak akan berani menolak, ia mengangguk lalu siap mengikuti arah langkah Marco.


Kini Marco dan Sam sudah duduk berhadapan, Mafxo, mengambil papan catur dari bawah meja, menyusun buah catur sesuai urutan diikuti oleh Sam.


Mereka mulai bermain, beruntung Sam tidak begitu buruk dalam permainan ini, jadi setidaknya bisa mengimbangi.


"Kau di usir? Karena apa?" tanya Marco tiba-tiba.

__ADS_1


Sam memberanikan diri menjawab, "Aku mengatakan ingin pulang, dan dia tiba-tiba saja... Sikapnya itu menjadi tidak bisa disinggung."


"Haaahh!" Marco menghempaskan napasnya kasar, "Dasar anak itu!"


"Mengapa ingin pulang?" tanya Marco lagi pada Sam, kalau bisa tinggal baginya mengapa harus pulang?


"Ekhmm!" Sam berdehem untuk menetralkan rasa gugupnya, "Besok ayah angkatku akan berkunjung lagi ke sini, aku harus mempersiapkan semuanya." jawab Sam.


"Ayah angkatmu? Maksudmu Donulai?"


Sam mengangguk, "Aku bahkan tidak bisa menjelaskan ini dengan Rymi, wajahnya langsung saja tiba-tiba berubah!"


"Heh!" Marco menatap kasihan pada Sam, tapi dia bisa apa, masalah hati tentu saja ia serahkan sepenuhnya pada Rymi.


"Pulang saja, biar aku yang mengatasi anak itu nantinya!" ucap Marco, "Skak!" bersamaan dengan salah satu buah caturnya yang berpindah.


Sam memindahkan rajanya menuju tempat yang dirasanya aman, lalu menanggapi tawaran Marco, "Aku tidak ingin membuat masalah menjadi lebih rumit!" sahutnya.


"Dia akan selalu saja seperti itu jika kau begitu memanjakannya! Anak itu bahkan berani-beraninya menarik rambutku hingga serasa mau lepas!"


"Itu juga karena aku yang tidak pernah mengatakan tidak akan kemauannya, jadi... pikirkanlah dengan benar, jika tidak mau berakhir sepertiku!" ucap Marco lalu ia memindahkan lagi salah satu buah caturnya, "Skak!"


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2