Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Gara-gara Novel.


__ADS_3

"Kamu sedang apa?" tanya Sam, ia baru saja pulang kantor namun telah disuguhkan oleh pemandangan yang tidak mengenakkan. Rymi, istrinya itu cemberut dan membuang muka.


Sam mengingat-ingat potongan-potongan kejadian di beberapa hari ini, rasanya ia dan Rymi baik-baik saja, tidak ada pertengkaran sama sekali, lalu ada apa dengan wajah yang tidak bersahabat itu, apakah akan ada drama ibu hamil lagi? Pikirnya menebak.


"Kamu kenapa...?" tanya Sam lagi, lebih lembut dari yang pertama, ia takut sekali membuat mood istrinya itu menjadi buruk.


"Aku kesal!" ujar Rymi, ia bahkan menghentakkan kakinya menunjukkan bahwa dia memang benar-benar kesal.


"Kenapa lagi? Hemmm!" Sam duduk di sebelahnya, ingin mengusap pelan perut buncit istrinya itu namun tiba-tiba saja tangannya ditepis oleh Rymi.


Sam memandangi tangannya itu, ada apa lagi ini Ibu negara pikirnya?


"Kamu jangan pegang-pegang!" bentak Rymi.


"Lah, kenapa lagi?" heran Sam, berbuat salah apa lagi aku ini? gerutunya dalam hati.

__ADS_1


"Pokoknya aku sedang kesal!"


"Iya aku tau..." kesalnya "Tapi kenapa?" Sam masih mencoba menjadi orang paling waras, meskipun ia pernah menemukan quote di Instagram bahwa untuk menghadapi orang gila, maka kau harus bertingkah sama gilanya, namun itu tidak berlaku bagi Sam, selama ini ia masih mencoba menjadi orang yang waras saat menghadapi kegilaan istrinya.


Rymi mengambil satu novel yang ia letakkan sembarang di meja, dan memberikannya pada Sam. "Ini!" meletakkan paksa buku itu pada tangan Sam, lalu tangannya bersidekap sepertinya kekesalan itu belum juga mereda.


"Permaisuri Oh? Kenapa dengan novel ini?" tanya Sam.


"Pemerannya benar-benar lucu, masa iya dia kalah terus-terusan, benar-benar lemah, tidak bisa melawan saat ditindas, aku menyesal membacanya, dan yang paling membuatku kesal mengapa aku malah membacanya sampai habis! Huwaaaa huwaaaa..." tangis Rymi tiba-tiba saja langsung keras, Marco bahkan sampai datang menanyakan mengapa putrinya itu menangis.


"Ada apa?" tanya Marco, dia baru saja hendak pergi ke dapur, namun mendengar suara Rymi yang menangis kencang membuatnya khawatir dan langsung saja berbalik arah menghampiri.


"Kau bilang itu kisah nyata kan, huwaaaa... Dasar permaisuri bodoh!" umpatnya hanya pada sebuah novel.


Rymi ini ada-ada saja, sifatnya menjadi kelewat manja semenjak hamil, apa lagi Marco dan Sam selalu memanjakannya, semakin berbesar hati saja dirinya.

__ADS_1


"Dia kenapa Sam?" tanya Marco sekali lagi.


"Menangis karena membaca novel?" jawab Sam apa adanya.


"Hah? Terharu?"


"Bukan, dia menyesal karena isinya tidak seusai harapan!" jawab Sam lagi.


"Daddy... Aku menyesal membaca novel ini, bayangkan saja betapa tebalnya, aku pikir dia akan tetap hidup dan membalas dendam, taunya dia mati juga karena di racun, aku benar-benar tidak mengerti mengapa ada permaisuri seperti ini di zaman dulu, sangat lemah tidak mempunyai kekuatan apapun, selalu tertindas, menyedihkan sekali, dan lagi aku juga membenci suaminya, mengapa dia begitu jahat, kalau aku jadi permaisuri Oh, sudah kubakar hidup-hidup saja Kaisar Jung yang songong itu!" gerutunya mengungkapkan kekesalan, padahal Marco bahkan tidak mengetahui kisah itu, tapi seolah-olah dipaksa harus mengerti.


"Sudahlah Rym, ini kan hanya cerita!" lerai Sam seraya mengusap lembut punggung Rymi.


"Tidak bisa Sam, aku sudah membacanya, kalau aku tau akan begitu akhirnya aku tidak akan capek-capek membaca menghabiskan buku setebal itu dalam waktu dua hari!" Rymi tetap pada pendiriannya, pokoknya ia kesal.


Baik Sam maupun Marco akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, Rymi ini benar-benar ajaib.

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2