
Rymi sedang duduk manis di samping Marco matanya sesekali melirik Ayah angkatnya itu, lidahnya itu sudah seringkali ingin berucap namun masih dirinya tahan, melirik lagi wajah Marco yang tampak tidak terganggu akan kehadirannya. "Daddy..." panggilnya dengan gemas.
"Hemmm..." sahut singkat Marco.
"Apa..." ucap Rymi ragu.
"Ada apa?" Marco menoleh, ia siap menyimak apa yang akan Rymi katakan.
"Hemm, tidak jadi!" ucap Rymi, ia memang ingin mengatakan sesuatu namun masih ragu karena mungkin saja kali ini Marco takkan akan menuruti apa yang nantinya akan ia katakan.
"Ada apa?" sentak Marco.
"Daddy..." Rymi bingung bagaimana memulainya.
"Kau ingin apa?"
"Aku... Aku..."
"Rym..." seru Samudra yang tiba-tiba saja menemuinya, ia melihat Rymi yang tampak ragu untuk berucap.
"Eh!"
"Sam, tanya dia... Sebenarnya mau apa dia? Seperti orang linglung saja!" dengus Marco.
Sam mengangguk, lalu ia membawa Rymi duduk di sampingnya, "Ada apa?" tanyanya kemudian.
"Sam, aku menginginkan sesuatu." ucap Rymi.
"Hemmm... Menginginkan sesuatu? Apa?" tanya Sam antusias.
"Sebenarnya, aku... Aku ingin sekali menggigit tangan Daddy, mencoret-coret mukanya itu, lalu menarik rambutnya, jelas saja aku tidak berani melakukannya." ungkap Rymi berbisik.
__ADS_1
"Apa?" spontan saja Sam terkejut. Ia berteriak karena ketidakpercayaannya pada apa yang Rymi kehendaki.
Marco juga, ia spontan menoleh ke arah anak dam calon mantunya itu karena mendengar Sam yang berteriak.
"Kenapa Sam?" tanya Marco menyelidik.
"Ahhh... Tidak, bukan apa Tuan!" sahut Sam, ia menunduk untuk meminta maaf. Namun tak lama ia memandangi Marco yang sedang asik bermain ponsel, tiba-tiba saja pikirannya membayangkan bagaimana jika Rymi benar-benar melakukan hal yang diinginkannya tadi, mencoret wajah Tuan yang begitu menyeramkan ini, menarik rambutnya, dan menggigit tangannya, Sam bergidik ngeri seketika.
"Ada apa?" tanya Rymi saat melihat gelagat Sam.
"Tidak, aku hanya membayangkan bagaimana jika kau benar-benar melakukannya."
"Sam..." rengek Rymi, "Aku benar-benar ingin!"
"Tapi bagaimana bisa, kau tau kan jangankan aku, kau saja tidak berani mengatakan kemauanmu ini!"
"Duuhhh... Sam, kata Kakak Ipar kalau ibu hamil sedang mengidam menginginkan sesuatu itu permintaannya harus selalu di turuti, apa kau mau nanti anakmu ileran?"
Rymi mengangguk, "Ini permintaan bayimu!" adu Rymi.
Ini murni permintaanku, sudah lama aku sangat ingin melakukannya, ini adalah kesempatanku... Selama ini Daddy selalu saja menyuruhku ini dan itu, kalau sampai kali ini Daddy menurutiku dan bisa bersikap maklum, maka tidak akan aku sia-siakan kesempatan ini...
Awas saja, dendamku ini... Pasti akan segera terealisasikan...
Terimakasih Yaren, berkonsultasi denganmu tadi benar-benar memberikanku ide yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, kapan lagi aku bisa melakukannya, bayi ini benar-benar berguna!
"Tapi Rym..."
"Sam..." rengek Rymi, ia benar-benar mempunyai bakat akting sepertinya. Seenaknya saja mengumpankan Sam ke kandang singa.
Sam menggeleng, "Tapi bagaimana bisa Rym, aku saja batu memiliki hubungan baik dengan Daddymu..."
__ADS_1
Sepasang calon suami istri itu saling berbisik berdiskusi, hingga jantung Sam seakan mau lepas dari tempatnya saat mendengar suara meja yang di pukul keras.
"Brakkkkk..."
Pelakunya adalah Marco, ia tersinggung karena Sam dan Rymi saling berbisik tanpa menghiraukan keberadaanya.
"Daddy... Kau mengejutkanku!" protes Rymi.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" sergah Marco.
"Daddy..." gagap Rymi.
"Apa?" Marco membentak, tatapannya tajam seakan hendak menembus jantung Sam.
"Anu... Anu Tuan..."
"Anu apa? Anumu?" geram Marco.
"Bukan Tuan, tapi... Anu Tuan!"
"Bicara yang jelas, ada apa dengan anuku?" bentak Marco. Tapi secara tanpa sengaja ia malah melihat ke arah pusaka miliknya, memangnya ada apa dengan anuku pikirnya?
Rymi mendengus kesal, menyuruh Sam mengatakan keinginannya sepertinya bukanlah ide yang baik, Sam malah terlihat seperti kacung yang tidak berdaya. Rymi menyayangkan itu.
"Daddy, apa-apaan sih? Kenapa malah menanyakan anu, kau juga Sam, bicara itu yang jelas. Duuuhh... Sebenarnya aku itu ingin mengatakan sesuatu pada Daddy, tapi rasanya takut saja Daddy tidak akan menuruti kemauanku!" jelas Rymi dengan santainya, bahkan ia tidak menyangka bisa mengatakan itu setelah tadi padahal dirinya sungguh ragu.
"Ada apa? Dari tadi kau sepertinya ingin menanyakan sesuatu? Apa?"
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...
__ADS_1