Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Menceritakan bagaimana Marco.


__ADS_3

"Sepertinya kau senang?" tanya Ayaz, dilihatnya sang istri menampilkan senyum kebahagiaan, Ayaz menebak mungkinkah ada aibnya yang baru saja di beberkan oleh Rymi. Ia mencurigai itu.


"Ayaz, aku ingin bertanya sesuatu!" ucap Yaren.


"Apa?"


"Sini!" Yaren menyuruh Ayaz untuk duduk disampingnya.


Ayaz mendekat, ia bahkan merebahkan diri di paha Yaren yang dianggapnya menganggur. Mengambil satu tangan Yaren dan mengarahkan ke kepalanya, menyuruh Yaren untuk membelai rambutnya.


"Ada apa?" tanyanya, sembari bibirnya mulai menciumi tangan Yaren yang satunya.


"Apa kau bahagia saat ini?" tanya Yaren.


Ayaz diam tidak bergeming, ia berpikir mengapa Yaren tiba-tiba saja menanyakan itu.


Dan beberapa detik kemudian Ayaz mulai yakin untuk menjawab, "Bahagia, hidup denganmu adalah kebahagiaan!" memilih jawaban yang begitu pas menurutnya.


"Benarkah?"


"Apa kau sedang meragukanku?"


"Emhhh, bagaimana tentang Tuan Marco, ah maksudku Daddy?" tanya Yaren lagi, ia gemas sendiri saat Rymi menceritakan bagaimana kedekatan Marco dan Ayaz sebelum mengetahui bahwa keduanya adalah Ayah dan Anak, menurutnya kedekatan kedua pria yang kini dianggapnya penting dan berharga itu bukanlah sesuatu yang kebetulan, Yaren bahkan menganggapnya seperti dipertemukan oleh takdir.


"Kenapa kau menanyakan itu?" tanya balik Ayaz.


"Eemhh, tidak apa! Aku hanya ingin tau!" jawab Yaren. Memang benar begitu, dirinya hanya ingin mengetahui bagaimana tanggapan Ayaz tentang pertanyaannya itu.


"Apa Rymi mengatakan sesuatu?" Ayaz mendongak, ia menatap Yaren curiga.


Yaren tersenyum memalingkan wajahnya, dari situ saja ia sungguh kesulitan menyembunyikan sesuatu.


"Apa?" selidik Ayaz.


"Emhhh, Ayaz, aku sangat bersemangat saat Rymi menceritakan kisahmu dan Tuan Marco, maksudku Daddy, Rymi bilang kau sering bertengkar dengannya padahal tak lama setelah itu kalian berbaikan!" aku Yaren.


Yah, dirinya memang mendengar cerita bagaimana kisah Ayaz dan Marco sebelum mereka mengetahui kalau mereka adalah pasangan ayah dan anak, bagi Yaren cara Rymi menyampaikannya memang sungguh menarik atau memang kisah kedua orang itu memang semenarik itu untuk diceritakan.


"Wanita itu membual!" sahut Ayaz.

__ADS_1


"Hem, bagaimana bisa, kau ini!" Yaren menarik pahanya kasar, ia tidak mau lagi menopang kepala Ayaz, sepertinya tanpa sadar, beberapa kali Yaren sudah berani bertindak semaunya pada Ayaz.


Untung saja kepala Ayaz mendarat di ranjang yang empuk, karena jika tidak, tentunya Ayaz tidak akan melepaskan Yaren dengan mudah.


"Yaren, kau..."


"Ayaz, aku kan mau dengar selengkapnya!" rengek Yaren. Ia tidak percaya suaminya akan mengatakan bahwa Rymi membual.


"Apa yang ingin kau dengar itu sama sekali tidak ada yang bagus, kenapa kau sangat ingin mendengarnya?"


Tiba-tiba saja karena ditanya begitu Yaren menjadi bingung, ia juga tidak tau mengapa ia menjadi begitu tertarik tentang kisah Ayaz dan Marco. Alasan yang masuk akal hanya satu, saat ia mendengar sebagian ceritanya dari Rymi di perjalanan pulang tadi, ia tidak berhenti tersenyum dan sesekali tergelak, baginya itu cukup menghiburnya, dan ia ingin saja mendengarnya lagi.


Yaren menaikkan bahunya, "Entahlah, aku hanya ingin mendengarnya lagi!" jawabnya.


"Haahhh!" Ayaz menghembuskan napasnya berat, "Rym ini benar-benar menyusahkan!" gumamnya menggerutu mengumpati seseorang yang mungkin saja sedang tergelak saat ini.


Dasar tidak pengertian, bukannya dia yang paling tau kalau aku tidak bisa mengungkapkan perasaan apapun tentang Marco, bagaimana aku bisa menceritakannya kalau kebanyakan juga yang akan aku ceritakan adalah aibku!


Dasar, menyusahkan saja!


"Kenapa?" tanya Yaren.


"Bagaimana kalau..."


"Apa Rym menceritakanmu bagian saat Marco salah masuk truk?" tanya Ayaz menebak.


Yaren tersenyum bersemangat, benar itu salah satu adegan lucu yang membuatnya tertawa tadi. Yaren mengangguk mengiyakan.


"Dia sampai marah padaku berhari-hari!" lanjut Ayaz.


"Seharusnya kami bertemu di titik lokasi yang sudah disepakati, tapi aku dan Rym sudah menunggunya sampai berjam-jam tapi dia tidak juga datang."


Yaren tersenyum lagi,


"Dia kesal setengah mati karena truk yang ditujunya itu rupanya mengangkut ratusan ayam petelur dan, ahahaha..." Ayaz saja tidak kuasa menahan tawanya.


Yaren sudah tertawa sejak Ayaz mengatakan Marco yang kesal, ia sedang membayangkan bagaimana wajah garang Marco harus terjebak pada truk yang berisikan muatan ayam petelur.


"Kau minta maaf?" tanya Yaren si sela tawanya.

__ADS_1


Ayaz menggeleng, "Itu bukan salahku, aku bahkan tidak menyangka dia bisa seceroboh itu!"


"Meski dia bosmu waktu itu?"


"Dia sendiri yang mengajarkan kami untuk tidak takut akan apapun, jadi aku juga tidak akan takut padanya!" jelas Ayaz.


"Kami menghubunginya dan tidak aktif, Rym tidak yakin kalau Marco tertangkap, jadi kami memutuskan untuk pulang saja, saat itu Rym berkata sangat tega, 'Dia kan pemimpin di sini, jadi kalau tertangkap pun mana mungkin dia tidak bisa meloloskan diri!' aku setuju saja, tapi besoknya dia datang ke rumahku dan hampir saja membunuhku!"


Yaren tampak serius menyimak, di bagian sini, Rymi tadi tidak menceritakan. "Lalu?" tanyanya.


"Bau ayam menyengat di hidungku, dia malah semakin marah karena aku yang dikira sedang mengejeknya."


"Saat itu mana mungkin tidak terjadi perkelahian, dia lebih dulu menyerangku, mengataiku sialan entah berapa kali, rasanya setiap kata yang keluar pastilah mengumpatiku!"


"Aku juga melawan, tapi aku juga tidak peduli, bagiku itu adalah kesalahannya, aku dan Rym sudah melakukan sesuatu sesuai perintahnya, jadi aku membiarkannya saja menggerutu."


"Dia pergi setelah memukuliku, tanpa bercerita apa yang terjadi sebenarnya, tapi dia bercerita pada Rym, dan Rymi menceritakan padaku sedetail-detailnya."


"Besoknya, setelah menemuinya, aku bahkan tidak bisa tidak tertawa saat melihat wajahnya, sama sepertimu kau juga pasti membayangkannya?"


Yaren mengangguk, saat mendengar cerita ini dari Rymi, benar saja ia juga langsung membayangkan adegan Marco yang tidak sengaja masuk pada truk membawa ayam petelur.


Tapi, akhirnya apa yang menjadi tujuannya tercapai, dan dia seolah melupakan bahwa dia pernah seceroboh itu, dia mulai akrab lagi denganku, aku yang merasa tidak ada masalah dengannya ya tetap biasa saja saat menghadapinya.


"Lalu, tentang Daddymu yang salah memilih wanita?" tanya Rymi, ia kembali tergelak saat membayangkan adegan yang sebenarnya sudah Rymi ceritakan.


"Aahh, cerita itu? Itu sebenarnya adalah salahku, kau yakin ingin mendengarnya?" tanya Ayaz.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya balik Yaren.


"Apa yang kau dengar dari Rymi?" tanya Ayaz, ia harus memastikan, jangan sampai ia salah menjelaskan nantinya.


"Dia mengatakan kalau, sayangnya Daddymu harus berbagi ranjang dengan jenis yang sama malam itu? Hahahaha!" Kali ini, Yaren dengan tawa yang terpingkal.


Ayaz juga tersenyum, kejadian itu adalah kesalahan yang fatal baginya, karena jujur saja, waktu itu ia melakukannya benar-benar dengan unsur kesengajaan.


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2