
"Bukankah itu..." seorang pria yang ditabrak Ayaz itu langsung saja mengikuti Ayaz, dilihatnya Ayaz yang memasuki salah satu unit, dia benar-benar memastikan penglihatannya dan menghapal diluar kepala nomor berapa unit yang didiami Ayaz.
"A101" gumamnya berulang kali.
Dia segera menuju pusat informasi, tergesah-gesah untuk memberitahukan bahwa di apartemen ini ada seorang pengedar narkoba.
Di samping itu,
Ayaz menutup pintu apartemennya dengan puas, akhirnya dia bisa memberitahukan orang lain tentang keberadaannya.
"Baru kali ini seorang buron malah senang saat ditemukan, yah sayang sekali aku harus menjadi yang pertama kalinya merasakan itu!" gumamnya sembari memeriksa kembali ranjau yang sudah mereka siapkan.
"Aku sangat menyukai bagian ini!"
...***...
"Nyonya bilang apa? Tuan Ali Yarkan dibunuh olehnya!"
__ADS_1
"Tolong siarkan ini! Meskipun berita ini belum tentu kebenarannya, tapi aku yakin sekali Ayaz Diren itu adalah benar pembunuh putraku yang sebenarnya!" ucap Kate, ia tidak puas, karena pihak penyidik hanya menjadikan Ayaz sebagai tersangka bandar narkoba saja, seharusnya kasus kematian anaknya itu kembali diungkit, bukankah sudah jelas kalau Ayaz Diren telah memalsukan identitas seorang Dean Aries, lalu untuk apa itu kalau bukan untuk melindungi dirinya sendiri.
"Nyonya bagaimana kalau..."
"Kau bisa mengatasi itu, pakai akun anonim atau apapun, aku mohon, hanya ini satu-satunya cara supaya suamiku bisa bebas."
"Beberkan juga bukti ini, botol ini! Ini adalah bukti kuat untuk menjerat Ayaz Diren, katakan hanya karena tidak ada sidik jarinya, bukan berarti Ayaz Diren bisa bebas begitu saja!"
"Aku mohon, aku benar-benar berharap padamu!"
"Tapi Nyonya, bukankah Nyonya tau sendiri kalau bukti mengenai botol racun ini terdapat sidik jari Tuan Ali, maka untuk itulah sebelumnya kematian Tuan Ali dinyatakan sebagai bunuh diri."
"Baiklah Nyonya, anda bisa mempercayaiku!"
Kate mengangguk, lalu ia memberikan imbalan yang cukup besar untuk seseorang yang siap membantunya itu.
"Anda tidak perlu melakukannya, Tuan Ali sangat baik di semasa hidupnya." tolak orang itu.
__ADS_1
Namun Amla memaksa, "Aku melakukan ini semua untuk putraku, hal semacam ini bukan apa-apa, suamiku di sana sedang berjuang untuk bertahan, jadi tolong terimalah!" ucap Kate sedikit memaksa.
Kemudian tak sampai setengah jam, berita tentang Ayaz Diren adalah pelaku pembunuhan Ali Yarkan sudah menyebar, terlebih kesalahan Ayaz yang memalsukan identitas juga tak henti-hentinya dibahas, ramai orang membincangkan itu dan mengutuk nama Ayaz Diren.
Di samping itu, pihak penyidik yang tampak kwalahan karena tersebarnya berita tentang Ayaz Diren yang padahal masih diteliti kebenarannya oleh mereka dikejutkan lagi oleh suatu kabar mengejutkan.
Ayaz Diren, ditemukan keberadaannya di sebuah apartemen pinggiran kota yang lumayan mewah. Ketua penyidik dan timnya yang mengurus kasus Ali Yarkan juga membawa serta badan pengurus pemberantasan narkotika untuk menyergap Ayaz Diren di apartemen tersebut.
Mereka mempersiapkan itu dengan matang, kabar Ayaz Diren adalah seorang pembunuh bayaran juga mereka camkan dalam pikiran dan hati masing-masing, bahwa mereka memang harus menangkap penjahat kriminal itu.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya ketua penyidik.
"Siap Komandan!"
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1
... ...