Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Apa maksudmu Rym?


__ADS_3

"Apa kau tidak cemburu?" tanya Sam pada Ayaz, yang ditanya malah menyeringit heran tidak mengerti kenapa Sam menanyakan itu padanya.


"Aku?" tunjuk Ayaz pada dirinya sendiri.


Sam mengangguk, bukankah kalian sangat dekat, kau dan Rymi tidak sedarah kan, meski kalian terlibat hubungan kakak adik, aku melihat cara kau menatap Rymi itu sama seperti kau menatap Yaren istrimu.


Ayaz bertambah heran, lalu seperdetik kemudian ia tertawa keras. "Haha... Ha ha... Kau gila?" tanyanya.


Sam tidak menjawab, ia malah sedang menunggu kalimat yang akan keluar dari mulut Ayaz selanjutnya.


"Aku? Dengan Rym? Hahaha..." Ayaz belum puas tertawa, sekarang ia mengerti mungkinkah di sini Sam lah yang sedang dilanda cemburu. Dasar bucin pikir Ayaz.


"Dia adikku!" ucap Ayaz dengan masih terus menahan tawa.


"Iya, Rym juga mengatakan kalau kau adalah Kakaknya, tapi kan kalian..."


"Kalau aku mencintai Rym sebagai seorang wanita, mungkin dia tidak akan mengenalmu dan melakukan apa yang kalian sembunyikan itu, aku dan Rym hanya sebatas kakak adik, kami sering terlibat pekerjaan yang sama dan yah... Harus kuakui, kami memang sangat dekat, kadang sering kali orang lain salah mengartikan kedekatan kami, kau dan juga Yaren pun sama dia juga pernah cemburu pada Rym. Dan Rymi adalah wanita yang spesial bagiku, dia adalah orang yang sangat aku sayangi selain Yaren, bukan sayang sebagai pasangan tapi aku menyayanginya seperti seorang kakak yang menyayangi adik kandungnya sendiri. Meski kami tidak sedarah tapi tanpa kami sadari kami sudah terikat antara satu dan lainnya, apa lagi sekarang kami memiliki orang tua yang sama, seharusnya kau tidak meragukanku dan Rym kan?" jelas Ayaz. Ia mulai serius kali ini. Berharap Sam bisa mengerti isi hatinya.


"Kau tenang saja, aku sudah punya Yaren, aku bahkan tidak tau caranya berpaling dari istriku itu, kau bisa melanjutkan perjuanganmu mengejar cinta adikku, apa lagi sekarang kalian sudah punya sesuatu yang harus kalian jaga bersama." tambah Ayaz. Ia menepuk pelan pundak Sam, seolah memberikan dukungan untuk kisah cinta sahabat dan adiknya itu.


"Kau serius? Kau benar-benar tidak mencintai Rymi kan?" tanya Sam sekali lagi, bagaimanapun ia benar-benar harus memastikan kalau Ayaz dan Rymi tidak terlibat rasa cinta, ia tidak mau menjalani cinta segitiga yang rumit.


"Kau ini!" Ayaz mend*sah pelan. "Aku mencintainya... Tapi dengan cara yang berbeda, dia akan selamanya menjadi adikku, kau bisa memegang kata-kataku ini." tutur Ayaz.

__ADS_1


Senyum merekah terbit dari bibir Sam, bak lampu hijau sekarang dirinya benar-benar akan memperjuangkan cintanya pada Rymi.


Sementara di ruangan lainnya,


Rymi memasang wajah cemberutnya, tadi Daddynya mengatakan apa penyebab dirinya pingsan dan mengalami muntah-muntah. Karena hamil! Ini gila, Rymi tidak pernah membayangkan kalau ia akan hamil, bukankah waktu itu ia... Rymi sejenak berpikir, dan beberapa detik kemudian, "Astagah!" pekiknya, membuat Marco yang saat ini sedang membuat kopi di ruang rawat Rymi itu terkejut dan tak sengaja menumpahkan kopi panas di tangannya.


"Aaahhhh...." pekik Marco, merasakan panas yang membakar kulit tangannya.


Menatap panik pada tangannya yang memerah, lalu dengan sigap menuju toilet untuk menyiramkan air.


Sementara yang mengejutkannya sedang menatap benci pada dinding kosong yang menampilkan wajah Samudra, "Ini gila, mengapa aku bisa melupakan itu, dasar... Dasar... Hah hah hah..." Rymi menahan gejolak ingin mengumpatnya.


"Aku... Aisshhh, apa-apaan ini, mengapa harus mengandung, mengapa harus hamil, bagaimana ini, aku... Aku tidak bisa menjadi seorang Ibu."


Rymi menyeringit heran, kenapa? Apa lagi salahnya?


"Kenapa aku?" tanyanya tanpa dosa.


"Kau lihat itu!" jari telunjuk Marco mengarah ke pecahan mug yang sudah hancur di lantai, "Dan ini hasilnya!" Marco memperlihatkan tangannya yang memerah.


"Daddy kenapa? Maksudnya semua yang terjadi itu gara-gara aku?" bersikap biasa saja dengan tanpa dosa bertanya lagi.


"Kau..." geram Marco, ia menghela napasnya dan mulai mencoba mengabaikan apa yang sudah diperbuat putrinya itu pada tangannya, Rymi sedang hamil saat ini, Marco tidak ingin mempersulitnya.

__ADS_1


"Jadi, aku ingin tau, anak siapa itu?" tanya Marco, ia duduk di samping pembaringan.


Rymi diam saja, ia enggan menjawab, meski dirinya yakin kalau anak yang dikandungnya ini adalah anak Samudra.


"Kau diam?"


"Daddy..." lirih Rymi.


"Katakan sayang, Daddy tidak akan marah, Daddy sangat menyayangimu!" ucap Marco pelan, ia tidak ingin membuat Rymi merasa kalau ia kecewa mendengar berita kehamilan itu. Karena sebenarnya ia memang tidak merasakan kekecewaan apapun, ia bahkan bisa menerima itu dengan senang hati.


"Bukankah kau bilang, kau tidak mau..."


"Shuttt..." Marco memeluk Rymi cepat, "Itu dulu, sekarang aku sangat menginginkan anak-anakku hidup dengan normal, bisa melihatmu bahagia, menikah lalu memiliki anak, setidaknya mungkin hal semacam itu bisa mewarnai masa-masa tuaku nantinya kan!"


"Kau dan juga Ayaz, kalian anak-anakku, aku berharap kalian bisa berbahagia, apapun yang akan membuat kalian bahagia, Daddy akan dukung..." lanjut Marco.


"Daddy... Tapi, rasanya aku tidak menginginkan anak ini, anak ini tak seharusnya menempati ruang di tubuhku!" keluh Rymi.


"Apa maksudmu Rym?"


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2