
Satu minggu telah berlalu, hari ini adalah hari pertama Amla menjalani sidang, dia benar-benar belum bisa memahami kalau nyatanya ia harus terseret oleh tiga kasus sekaligus.
Pertama, perihal pembunuhan berencana saudara Sian Atlas Huculak yang tidak lain adalah suaminya sendiri, dan yang kedua perihal pembunuhan berencana saudara Dale Adrie yang dinyatakan sebagai pengawal kepercayaan suaminya, padahal jika Amla bisa berkata jujur Dale Adrie juga adalah orang suruhannya, namun tentunya ia juga tidak berani mengatakan kebenaran itu karena Amla tidak mungkin menambah kesulitannya lagi.
Racun yang ditemukan di tubuh Dale Adrie ditemukan juga di sebuah botol yang pihak penyidik temukan di kamarnya saat mencari barang bukti, di botol yang hanya sebesar botol obat itu juga terindikasi sidik jarinya, jadi Amla bahkan tidak diizinkan untuk menyangkal.
Selama berjalanannya sidang, Amla mati-matian menegaskan kalau dirinya tidak bersalah, namun sebuah bukti vidio saat ia mengendap-ngendap villa lama keluarga Huculak itu ditayangkan, Amla lagi-lagi hanya bisa menerima apa yang telah difitnah kan padanya, yah tentu saja fitnah karena wanita yang berada di vidio itu jelas saja bukan dirinya. Tidak akan ada yang bisa menandingi betapa teliti dan tepatnya seorang Rymi Arash menumbangkan lawannya, mengambinghitamkan orang adalah salah satu bentuk caranya untuk menyelamatkan diri, begitulah cara kerjanya selama belasan tahun ia malang melintang di dunia yang penuh dengan kriminal dan kejam.
Amla juga tidak dapat berkilah karena segala barang bukti yang pihak penyidik perlihatkan di persidangan semakin menyulitkannya, apa lagi terjeratnya ia pada kasus ke tiga, yang adalah penyekapan dan penyiksaan selama bertahun-tahun dengan dua korban yang adalah Romi dan Erra, semua orang yang berada di persidangan tentu saja menganggap dialah pelakunya, membunuh suaminya sendiri.
__ADS_1
Atas dasar apanya, Amla benar-benar bungkam jika ditanya perihal demikian, karena meskipun dia tidak mencintai Sian sepenuh hati namun tentunya Amla juga tidak punya dendam apapun pada suaminya itu, apa lagi selama ini Sian juga memperlakukannya dengan baik, jadi tidak ada apapun yang harus dirinya katakan sebagai alasan bahwa dialah yang membunuh Sian.
"Anda tidak mau mengaku?"
"Bagaimana saya harus mengaku, sudah saya katakan berkali-kali bahwa saya bukanlah pelakunya!" berang Amla, dia bahkan setengah berteriak, para wartawan yang hadir menatap gemas padanya, seperti ingin sekali merobek mulut dan mencabik-cabik wajahnya.
"Bukti-bukti sudah nyata, anda tau bahwa ketidaktahuan anda ataupun pengakuan anda tentang pembelaan diri, tidak bisa kami pertimbangkan, karena sejauh ini pun anda tidak bisa membuktikan bahwa anda tidka bersalah!"
Ayaz Diren, benar-benar sudah berubah, bukan lagi orang yang patut bisa anggap remeh, salahnya karena menganggap Ayaz masih lah sama seperti Ayaz yang dulu.
__ADS_1
Ilham juga turut andil dalam persidangan, ia dan ketua pengawalnya siap memberikan bukti palsu yang tentunya mampu memberatkan Amla.
Beruntung saja saat ini karena bukti yang mereka berikan memang mencukupi, serta Amla yang tidak punya kuasa untuk melawan, membuat semua yang Rymi rencanakan berjalan mulus.
Hari ini Rymi sudah berjanji padanya untuk membebaskan dua puluh lima rekannya yang masih berada dalam penyekapan, sebenarnya bukan penyekapan juga karena Rymi bahkan memberikan rekan-rekannya itu tempat yang cukup nyaman, wanita itu memang tergolong bisa dipercaya. Karena Rymi pernah mengatakan bahwa dia akan menanggung semua keperluan rekan-rekannya selama di pengasingan dan ternyata benar saja, Rymi menepati janjinya.
Ilham tersenyum saat melihat Amla dibawa kembali oleh pihak kepolisian menuju sel tahanan. Dia sebenarnya tidak pernah ingin berada dalam peran antagonis dalam sebuah kehidupan seseorang, namun entah mengapa saat melakukannya dibawah naungan Rymi, dirinya bahkan seperti telah menjiwai perannya. Ia larut dalam setiap tugas yang Rymi berikan, entah dimana letak kesalahannya? Entah Rymi yang memang mempunyai skill untuk memengaruhi orang lain dengan mudah, atau memang dirinya yang mempunyai jiwa penjahat, Ilham bahkan semalam memikirkan itu, mengapa dia bisa merasa sesenang itu saat berhasil menyelesaikan misi yang ditugaskan Rymi. Benar-benar sudah tidak beres menurut Ilham otaknya ini.
"Aku tidak mungkin tertular menjadi penjahat kan?" gumam Ilham bingung.
__ADS_1
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....