
"Yaren hamil?" tanya Rymi memastikan sekali lagi pendengarannya, apa Mike sedang bercanda, mengapa keadaan menjadi serumit ini. Rymi menunduk dalam, meskipun dia adalah seorang wanita yang katanya tidak mengenal akan rasa kasihan, namun jika menyangkut tentang keluarga begini tentu saja rasa itu ada, dia juga tidak bisa mengabaikan begitu saja.
"Daddy, bagaimana ini?" tanyanya pada Marco.
"Apa bayinya tidak apa?" tanya Marco, ia merasakan bahagia dan juga rasa sedih secara hampir bersamaan.
Mike menggeleng, "Semuanya baik! Bayi Ayaz sangat kuat!" terang Mike.
"Tapi memang aku sarankan, Yaren tidak bisa menghadapi ini terlalu lama!"
"Jadi, apa yang harus kami lakukan?"
"Menghiburnya? Karena mau bagaimana lagi Ayaz sudah tiada, dan hal itu juga yang paling membuat Yaren bersedih dan terpukul!"
Jovan, mendengar itu ia menjambak rambutnya kasar, menarik napasnya dan menghempaskan berulang kali, berharap rasa sesak di dadanya itu berangsur hilang.
"Berapa bulan?" tanya Rymi.
"Empat minggu! Masih begitu rentan!" jelas Mike.
Rymi memejamkan matanya, haruskah ia mengubah rencana lagi, mengapa juga harus ada drama hamil segala pikirnya.
__ADS_1
"Kami keluar dulu!" ucap Marco, ia mengajak Jovan dan Rymi untuk mengikutinya.
Setelah sampai di pintu utama, Marco mengatakan untuk Rymi jangan ikut dengan mereka, lebih baik menjaga Yaren di rumah bersama Sam.
Yaren tidak mengetahui kalau dirinya hamil, karena saat diperiksa tadi ia sedang tidak sadar.
"Apa aku harus memberitahunya?" tanya Rymi perihal kehamilan Yaren.
"Aku rasa jangan dulu!" jawab Jovan cepat.
"Kenapa?"
"Ah benar juga, baiklah! Kalian pergi saja, aku akan mengurus Yaren." ucap Rymi.
Lalu Jovan dan Marco pergi, mereka akan menemui Raihan untuk membicarakan sesuatu.
...***...
Kate memeluk suaminya itu, Joshe Yarkan tiba-tiba saja dibebaskan. Tersangka pembunuhan memang beralih menjadi Ayaz Diren karena banyaknya kecaman masyarakat yang meminta pembebasan untuk Joshe Yarkan.
Mereka mulai bisa memahami situasi, kasus ini mungkin memang sudah direncanakan oleh Ayaz Diren, karena pemalsuan identitas itu sungguh bukanlah hal yang mudah untuk penjahat biasa lakukan.
__ADS_1
Jikapun bisa, tentu saja tidak akan bertahan selama ini dengan identitas palsunya.
"Akhirnya!" ujar haru Kate.
"Tapi aku benar-benar belum puas Ma, bagaimana bisa?" protes Joshe.
"Sudahlah Pa, sudah... Kita juga tidak bisa menyalakan Ayaz Diren terlalu, karena apa Papa tau, orang yang memberikan informasi tentang Ayaz Diren itu saja nyatanya sekarang di penjara, jangan sampai protes kita ini di dengar dan kasus jadi berlanjut lagi, sudah cukup Pa, Mama rasanya tidak bisa jika harus kehilangan Ali dan setelahnya harus berpisah dari Papa. Mama tidak mau Papa dipenjara lagi!" ucap Kate, yah dia bagai jera. Sangat jera, tidak akan lagi mengurusi masalah tentang Ayaz Diren, bukannya ia sudah bisa menerima dengan ikhlas kematian Ali, sampai matipun mungkin dia tidak akan pernah bisa ikhlas, namun ini perihal kelangsungan hidupnya di dunia.
Ditinggalkan sang anak, Ali Yarkan untuk selama-lamanya, dan setelah itu tanpa bisa dirinya duga sang suami harus mendekam di penjara meski hanya untuk dua bulan tapi tetap saja rasanya Kate tidak sanggup.
"Tapi Ma..."
"Pa, Mama mohon, lebih baik pulang dulu ke rumah, jernihkan pemikiran, nanti akan Mama jelaskan bagaimana prosesnya selama ini, bagaimana Mama bisa menemukan Dean Aries, dan bagaimana kami semua berjuang untuk mengalihkan perhatian, sehingga bisa membebaskan Papa, inget lho Pa, bukti itu masih memberatkan Papa, Papa bisa bebas hanya karena dukungan masyarakat, memanfaatkan kematian Ayaz Diren, dan juga Mama yang mengatakan ikhlas dan meminta dengan sangat untuk jangan melanjutkan kasus ini." jelas Kate lagi, sebisa mungkin ia ingin memberikan pemahaman pada sang suami.
Mau tidak mau Joshe mengangguk, yah... Meski dia rasanya tidak akan pernah ikhlas namun mau bagaimana lagi, dinginnya jeruji besi sudah ia rasakan dan kalau bisa dia tidak akan lagi mau berada di sana.
"Baiklah Ma, Papa bisa mengerti!" ucapnya kemudian.
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1