Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Aku menggantungkan harapan padamu!


__ADS_3

"Kau ingin mengajaknya menikah?" tanya Marco, di hadapannya ada Sam yang terlihat sesak mendengar pertanyaannya.


"Tuan..."


"Dia adalah putriku satu-satunya, jika kau menikahinya dan tidak bisa membuatnya bahagia maka lebih baik dia hidup bersamaku saja."


"Kau tau kan, aku tidak kekurangan apapun untuk menghidupinya."


Rymi menyunggingkan senyumnya, dalam hatinya menggerutu karena melihat tingkah Marco, kemarin saja dengan gilanya menanyakan bagaimana Samudra padanya, menyuruhnya untuk segera menikah, namun apa ini? Marco bahkan tampak menikmati peran sebagai calon mertua galak.


"Saya tidak bisa berjanji, tapi setidaknya saya akan berusaha, saya mencintai Rymi, saya akan menjaga Rymi seperti saya menjaga nyawa saya sendiri."


"Heh, gombal!" dengus Marco.


"Daddy!" bentak Rymi, ia ingin protes, Daddynya itu kenapa sih, apa tiba-tiba moodnya tentang Sam berubah?


"Kenapa?" tantang Marco. "Kau mau membelanya, apa kau sudah sangat ingin menikah hingga kau tidak membiarkan aku mengujinya sedikit?" sindir Marco.


Rymi semakin geram, sudah tau dirinya tidak punya stok sabar yang melimpah, tapi Marco malah berhasil membuatnya kesal.


"Hemmm, Samudra!" seru Marco.


"Ya?"


"Kau kurestui!" ucapnya kemudian, bahkan Samudra tidak menyangka kalau ia akan mendapatkan restu secepat ini. Tadinya ia sudah deg-degan saat Rymi menyuruhnya bertemu Marco di Mansion, Sam sudah mempersiapkan beberapa kalimat seperti yang baru saja ia ucapkan tadi untuk meyakinkan calon mertuanya itu, jika saja Marco banyak menanyainya tentang seberapa serius ia ingin menikahi Rymi.

__ADS_1


Sam mengangguk, karena gugup ia spontan langsung saja ingin mengambil tangan Marco bermaksud untuk berterimakasih.


Namun Marco malah menaruh tangannya di belakang, ia kini menatap tegas Sam, "Tapi ingat, jika kau tidak bisa membahagiakannya maka aku bisa mengambilnya kapan saja!"


Sam menghela napasnya berat, "Terimakasih atas restunya Tuan!"


"Hemmm, ya ya!"


"Daddy!" seru Rymi, ia tidak setuju Sam masih juga memanggil Marco dengan sebutan Tuan, itu rasanya seperti Sam tidak dianggap sama sekali. Lagi pula, Sam kan awalnya bukanlah anak buah Marco, status sosial keduanya saja sama.


"Apa lagi?" tanya Marco pura-pura tidak mengerti.


Rymi mendekat dan membisikkan sesuatu, ia menatap Marco garang.


"Memangnya kenapa kalau aku tidak mau?" tantang Marco, "Terserah aku kan, mau dia memanggilku apa?" ucap Marco keras, sehingga Sam menjadi salah tingkah mendengar ucapannya itu.


Saat Rymi sudah pergi, Marco mengambil dua kaleng soda di kulkas, lalu mendekati Sam dan memberinya satu.


"Terimakasih!" ucap Sam lagi.


"Hemmm..."


Lalu, hening. Keduanya larut dalam pemikiran masing-masing.


"Dia sedikit berbeda, kau harus memperbanyak sabar untuk menghadapinya." ucap Marco tiba-tiba memecah keheningan.

__ADS_1


Sam menoleh ke arah samping, terlihat Marco yang sudah menyesap rokok lalu menyembulkan asap yang keluar dari mulutnya. Sama sekali tidak terlihat seperti sedang mengajaknya bicara.


"Saat kecil, Rymi bahkan pernah mematahkan kaki seekor burung hanya karena burung itu menurutnya terlalu berisik." ucap Marco lagi, ia ingin memberitahu Sam bahwa Rymi mempunyai kelainan, Rymi adalah orang yang tega, bukanlah wanita anggun dan berhati lembut, meskipun yang membuat Rymi menjadi pribadi semacam itu adalah dirinya, namun untuk saat ini rasanya sudah sulit untuk merubah apa yang telah tertanam pada diri putrinya itu.


Rymi, berpotensi menjadi psikopat, jadi secara tidak langsung Marco sudah memberitahukan pada Sam bahwa menghadapi Rymi bukanlah hal yang mudah nantinya. Jangan sampai Sam terkejut saat mereka sudah menikah.


"Ia menggunting-gunting tubuh burung itu lalu membakarnya." lanjut Marco.


Sam tercekat, benarkah wanita yang ia cintai masih memiliki kepribadian semacam itu, tampaknya Sam harus waspada mengingat ia pernah melihat Rymi bahkan menghabisi pengawal Amla tanpa belas kasih.


"Melihat burung itu kesakitan mungkin memberikan kepuasan tersendiri baginya. Itu semua terjadi karena salahku, aku yang membuatnya menjadi kejam tidak mengenal ampun! Haaahhhh... Aku harap kau bisa merubahnya sedikit lebih lembut layaknya wanita biasa, apa lagi dia akan menjadi seorang Ibu." ucap Marco.


"Aku merestui kalian, maafkan sikapku tadi, aku hanya tidak ingin terlihat begitu rapuh di hadapan Rym, kadang dia tidak menyukai aku yang bersikap lembut, katanya dia takut kalau aku sudah berbicara pelan..."


Marco ingat saat ia berbicara lembut pada Rym, putrinya itu malah mengatakan takut akan perubahan sikapnya.


'Daddy, kau membuatku takut!'


"Daddy, jangan berbicara seperti itu, kau menakutiku!'


"Heh!" Marco terkekeh pelan, tidak menyangka kalau anak jalanan yang dibesarkannya itu, yang diadopsinya dan sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri, kini akan segera menikah.


"Aku menggantungkan harapan padamu!" ucap Marco menepuk pundak Sam kemudian bangkit dan berlalu pergi.


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2