
"Melarikan diri?"
Sam mengangguk, sudah saatnya ia membeberkan sebuah fakta mencengangkan.
"Kenapa? Apa ada yang salah?"
"Selama bertahun-tahun Tuan Sian Huculak menyiksanya, setelah wafatnya Nyonya Nindi, sayangnya Tuan Sian lebih-lebih tidak menganggap kehadirannya!"
"Namun Tuan Sian juga enggan melepaskan Ayaz!" jelas Sam.
"Kenapa begitu?"
"Aku tidak mengetahui pasti, hanya Ayaz yang tau!"
"Penyiksaan semacam apa misalnya?" tanya penyidik, ini menarik seakan menemukan sebuah fakta besar. Kalau dirinya adalah seorang wartawan tentu saja setelah menyebarkan berita ini dia akan mendapatkan jackpot besar.
"Fisik! Dipukuli, tidak diberikan makanan berhari-hari, bahkan kadang Ayaz harus memakan makanan yang sudah basi untuk mengisi perutnya!"
"Apa?" ketua penyidik maupun dokter Diana benar-benar terkejut mengenai pengakuan Sam.
"Tapi Pak Rangga, bagaimana bisa, Tuan Sian adalah seorang pengusaha yang begitu terkenal dengan kerendahan hatinya!" sangkal ketua penyidik, ia agak meragukan pernyataan Sam.
"Kuharap ya!" sahut Sam.
"Jadi..." ketua Penyidik meggeleng pelan, mau bagaimanapun rasanya tidak masuk akal.
"Pernah suatu hari aku melihat sendiri bagaimana Ayaz dipukuli hanya karena dia membelaku!" ucap Sam lagi.
"Mengapa?"
"Aku dituduh mencuri sebungkus roti, padahal roti itu aku temukan di rak yang berisikan roti-roti yang berjamur!"
__ADS_1
"Aku lapar sekali, saat itu aku baru beberapa hari ikut Ayahku bekerja, aku mengambil satu dan ketahuan! Ayaz mengatakan bahwa dialah yang memberikannya padaku, dia siap menanggung kesalahanku, atau sebenarnya kami, maksudku aku dan Ayaz tidak melakukan kesalahan sama sekali!"
"Ahhhh, bagaimana bisa?"
"Aku tidak berbohong, itu hanya sepenggal ceritaku, aku mempunyai begitu banyak kenangan yang menyedihkan tentang persahabatanku dan Ayaz!"
"Untuk itulah kau mau mengurus jenazahnya?"
"Satu-satunya alasan!" jawab Sam pasti.
"Ayaz perah mengalami kebutaan, matanya itu pernah terkena pecahan kaca saat Tuan Sian menyuruhnya membersihkan gudang!" beber Sam lagi.
"Apa dia benar-benar diperlakukan seperti pelayan!"
"Lebih hina dari seorang pelayan yang tidak berarti sekalipun!"
"Ini gila!"
"Dia diasingkan di sebuah desa terpencil, waktu itu akulah yang ditugaskan untuk merawatnya!"
"Benarkah?"
"Aku diam-diam mencarikan orang untuk menyembuhkan matanya, setelah berbulan-bulan diobati secara tradisional, akhirnya mata Ayaz bisa disembuhkan."
"Ayaz melarikan diri, aku ditangkap karena tindakan aku yang menolong Ayaz ketahuan, saat itu jugalah aku ditemukan oleh Tuan Donulai!" kali ini Sam sedikit mengedit ceritanya, ia merahasiakan kalau Ayaz adalah pewaris tunggal dari si raja bisnis.
"Hemmm, benar-benar menarik!"
"Lalu Amla? Apa dia mengetahui tentang ini?"
Sam mengangguk, "Dia mengetahui, bahkan Amla juga adalah otak dibalik tersiksanya Ayaz!"
__ADS_1
"Entah mengapa kasus ini kelihatannya a seperti saling berkaitan!" gumam Ketua Penyidik. Jika yang baru saja diceritakan oleh Samudra adalah benar, maka bisa dibayangkan betapa kejamnya Dian Huculak dan Amla Grace Huculak itu.
"Apa Ayaz Diren pernahah bersekolah?"
Sam mengangguk, "Dia tidak tamat Sekolah Menengah Atas!"
"Apa kita bisa mencari datanya? Kau tau Ayaz Diren bersekolah di mana dulunya?"
"Sayang sekali aku tidak tau!"
"Pak, jika tidak ada data yang memungkinkannya kami benar-benar tidak bisa melakukan otopsi untuk mengenali identitas!" sambung dokter Diana.
"Yah, memang benar, tapi... Ah ya Tuan Rangga, apa kalian ingin segera memakamkannya?"
Sam mengangguk, "Sebagai penghormatan terakhirku!"
"Aku tau sahabatku telah banyak membuat kegaduhan, tapi meski bagaimanapun dia tetaplah sahabatku, seseorang yang sudah memiliki tempat tersendiri dalam diriku!" tambah Sam.
"Baiklah, anda bisa membawanya!" ucap ketua kemudian akhirnya menyetujui.
"Jadi bagaimana?" tanya Dokter Diana.
" Mungkin lebih baik kita langsung saja, memberitahukan fakta bahwa mayat itu memang mayat atas nama Ayaz Diren!" usul Ketua Penyidik.
"Baik Pak! Akan kami lakukan!"
"Terimakasih Pak! Terimakasih atas kerja sama dan pengertiannya!" ujar Sam, ia menyalami ketua penyidik itu. Sebentar lagi dirinya akan membawa jasad Ayaz pulang.
"Terimakasih Dokter Diana!" lanjut Sam pada dokter Diana.
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....