
Sementara di jagat maya, postingan terkini dari akun resmi keluarga Suryono begitu menjadi sorotan, dalam seketika postingan itu viral memenuhi laman pemberitaan di berbagai sosial media.
Banyak netizen yang berkomentar, sebanyak yang dilihat hampir semuanya memberikan dukungan positif pada keluarga Suryono yang mengklaim dirinya baru saja tertipu oleh keluarga Argantara.
Apa lagi hal itu dibuktikan dengan pengakuan Raisa Kharunia Argantara, selaku anak bungsu keluarga Argantara yang sempat dikabarkan telah menikah dengan Harun Aji Suryono, pewaris satu-satunya keluarga Suryono.
Dalam postingan yang viral itu, Raisa menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mencintai Harun, mereka menikah karena kesepakatan keluarga yang telah menjodohkan mereka, yang paling berperan besar atas terjadinya penipuan ini adalah Wana Argantara, yaitu adalah Ibu dari Raisa. Raisa juga mengatakan pengakuan maafnya secara resmi untuk keluarga Suryono dan mengaku siap di talak dan diceraikan secara hukum oleh Harun.
Harun juga menambahkan permintaan maafnya, ia menegaskan bahwa dirinya juga sama seperti Raisa, tidak mengetahui apapun. Mereka akan menyelidiki masalah ini sampai tuntas, Harun juga mengatakan akan berlapang dada menerima apa yang terjadi, ia juga sudah ikhlas melepas Raisa, jika wanita itu ingin pergi dari kehidupannya.
Raisa memejamkan matanya, saat melihat pemberitaannya di TV bandara internasional. Wajahnya kini sedang viral memenuhi jagat maya.
Pelan, ia mendorong kursi roda yang diduduki oleh Argantara, pria paruh baya itu sudah sadarkan diri, namun sayangnya kondisinya tidak memungkinkan, ia terkena stroke akibat tubuhnya tidak bisa menerima dengan baik keterkejutan yang di ketahuinya hari itu.
Namun matanya juga menangis melihat pemberitaan media tentang keluarganya itu. Argantara, sebuah nama yang telah dirinya besarkan, yang dirinya bangun dengan seluruh kerja keras, kini ia harus melihat nama itu hancur di hadapan matanya juga.
"Semua akan baik-baik saja Pa!" bisik Raisa di telinganya, Argantara semakin sakit teriris kala yang berada di sampingnya kini adalah bukan anak kandungnya.
Raisa menahan air matanya untuk tidak jatuh, di balik kaca mata hitam itu matanya benar-benar sudah memanas, ia mengingat sebuah kesepakatan antaranya dan Harun malam itu.
__ADS_1
"Aku tidak punya cara lain selain mempercayaimu, begitupun juga kau!" ucap Raisa, ia mencoba tersenyum dalam perih yang dirinya rasakan saat ini.
"Kau, dasar tidak tau malu, keluargamu itu sudah benar-benar menipu kami, tapi kau malah dengan tidak tau malunya mengajukan kesepakatan, apa kau gila? Tidak waras?" hardik Harun.
"Lalu aku harus bagaimana, diam saja saat kau melimpahkan kesalahan pada kami?"
"Itu adalah satu-satu caranya yang mungkin, lagi pula kau juga tadinya mengatakan kalau kau menerima perjodohan ini karena dirimu yang ingin membalas budi pada Dandi?"
"Sebenarnya, pernikahan konyol ini terjadi karena hubunganmu dan Dandi itu, yah dan juga Mamaku, lalu apa salah kami, bukankah wajar saja jika aku melimpahkan kesalahan pada mereka berdua?" kekeh Raisa, ia ingin menyelamatkan hidupnya, meski nantinya ia akan dinyatakan bersalah, namun ia tidak mau terhina sendirian.
Yang paling harus bertanggung jawab di sini adalah Mamanya, yah Wana Argantara lah yang baginya harus bertanggung jawab.
"Kalian ini sudah salah tapi masih bisa-bisanya membela diri."
"Kalau saja kau menolaknya, kalau saja saat itu kau tidak menerimanya dengan dalih balas budi, maka aku pastikan kita tidak akan pernah terlibat hubungan semacam ini, atau bahkan kita tidak akan pernah punya takdir untuk bertemu." Raisa mengungkapkan seluruh isi hatinya, siapa juga yang mau menikah dengan bujang tua seperti Harun pikirnya. Seenaknya saja Harun merendahkannya. Tidak taukah Harun kalau dirinya juga terpaksa, dipaksa, Raisa bahkan sudah melayangkan penolakan berkali-kali namun tidak pernah bisa meluluhkan hati kedua orang tuanya.
"Jadi, kau mau apa?" tanya Harun cepat.
"Aku akan mengakui kalau keluargaku lah yang menipu keluargamu, tapi aku tidak akan mengaku kalau aku yang menipumu, kau tau bedanya bukan?"
__ADS_1
"Sial! Dasar rubah!" gumam Harun.
"Aku akan mengatakan kalau pernikahan kita ini karena keluargaku yang memaksa, aku akan melibatkan nama Mamaku, Wana Argantara, sementara kau, kau bisa menyebut-nyebut nama Dandi, karena kau sendiri yang memiliki hubungan dengannya, bahkan kau sendiri yang dengan gilanya menyetujui perjodohan sialan ini."
"Lalu?"
"Namamu dan nama keluargamu bisa aman, aku bisa memastikan itu, dan namaku... Meski nantinya keluargaku akan hancur, namun setidaknya tidak dengan namaku, cemoohan orang masih bisa aku atasi asalkan kau mengizinkan aku pergi dari negara ini."
"Ke mana kau akan pergi?" tanya Harun.
"London! Biarkan aku ke sana..." ucap Raisa kemudian diiringi senyum smirknya.
Harun menghempaskan napasnya kasar, "Baiklah, aku harus memastikan nama keluargaku dan namaku bersih, barulah aku bisa menyetujui kepergianmu ini!" ucap Harun.
Raisa mengangguk, bukan masalah baginya, yang terpenting setelah ini dirinya bisa bebas dan mulai mencari seseorang yang benar-benar harus bertanggung jawab dalam masalah ini.
"Akan aku buat kau merasa begitu putus asa, akan aku amalkan pelajaran berharga yang telah kau berikan padaku ini selama ini, akan aku buktikan bahwa keputusanku yang telah memilih Papa tidak akan pernah salah, maka untuk itu, untuk semua kekacauan yang telah kau perbuat, untuk semua itulah kau harus bertanggung jawab, Wana...
Flashback off.
__ADS_1
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...