Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Samudra.


__ADS_3

"Dia mengalami trauma!" ucap Mike memulai percakapan serius antaranya, Marco dan Ayaz.


"Trauma?" tanya Ayaz. Lalu Ayaz melihat ke arah Marco dengan garang.


"Ku harap kau tidak melakukan hal menjijikan saat Rym masih kecil, dasar bajingan!" umpat Ayaz.


"Mike, apa ini sangat serius?" tanya Marco pada Mike, ia enggan menanggapi Ayaz, ia tidak mau semakin terbawa emosi karena menyahuti umpatan Ayaz.


"Menurutku tidak, Rym hanya teringat sesuatu di masa kecilnya, kau pasti pernah melakukan hal yang membuatnya trauma, aku bisa melihat itu mengingat bagaimana semala ini kau mendidiknya!"


Marco mengangguk, pria paruh baya itu memejamkan matanya, ia menyesal saat ini ia baru menyadari perlakuannya di masa lalu benar-benar sangat keterlaluan, dulu awalnya ia mengadopsi Rymi hanyalah untuk dirinya jadikan sebagai budak, jadi ia mendidik dan melatih Rymi dengan begitu kejam, tapi seiring berjalannya waktu, saat Rymi beranjak remaja, Marco mulai menyayangi gadis itu, ia menyadari rasa sayangnya itu seperti seorang ayah yang sangat menyayangi anak perempuannya.


Dia benar-benar menjadikan Rymi sebagai anak, ia mengurus segala kelengkapan dokumen untuk mengadopsi Rymi dan bahkan pria itu memberikan nama Arash untuk melengkapi nama belakang Rymi. saat itu Rymi Arash benar-benar resmi menjadi putrinya di mata hukum dan juga hatinya.


"Dia mengalami siksaan fisik saat dia masih kecil." aku Marco.


"Apa?" berang Ayaz, ia terkejut mendengar pengakuan Marco.


"Itu adalah alasan yang membuatnya trauma?" ucap Mike.


"Siksaan apa? Katakan, siksaan semacam apa yang kau berikan pada Rym?" Ayaz membentak Marco, ia menginginkan jawaban.

__ADS_1


"Ayaz, maafkan aku..." lirih Marco, ia benar-benar menyesal.


"Sialan! Bughhh!" Ayaz memberikan Marco tinjunya, ia kesal mendengar itu.


"Kau apakan dia? Jangan bilang kau menyiksanya seperti Sian menyiksaku?" teriak Ayaz, ia benar-benar takut Rymi memiliki trauma yang sama sepertinya, mengapa anak-anak seperti mereka harus menjadi korban kebengisan orang-orang tua yang serakah akan harta.


Mike melerai, ia mengambil tubuh Ayaz, dan menyuruhnya untuk tenang.


"Sudah Ayaz, diam... Kau tidak mengetahui apapun, kau tidak mengetahui hidup seperti apa yang Daddymu dulu jalani, tenangkan dirimu, biarkan dia menjelaskan." ucap Mike.


Ayaz, melemah, yah satu hal ia memang tidak mengetahui hidup kelam seperti apa yang Marco jalani hingga harus menyiksa seorang Rymi. Seorang anak kecil, dan itupun seorang perempuan.


"Aku memang bersalah, aku yang serakah, tapi Ayaz... Sungguh itu dulu, sebelum aku tau arti menyayangi, setelahnya aku benar-benar menyayangi Rym seperti aku menyayangimu, dia juga adalah anakku, bahkan aku mungkin lebih dekat dengannya dari pada kau." ucap Marco.


"Lalu, kenapa kau menyiksanya bajingan?" berang Ayaz.


"Itu sebelum aku menyadari bahwa Rymi sudah menempati sebagian hidupku!" sahut Marco.


Ayaz maju, tangannya kemudian mencengkram erat kerah baju Marco, "Biar aku katakan, meski kau berkoar-koar mengatakan bahwa kau adalah Daddynya, tapi aku tidak akan memandang siapa dirimu jika sampai terjadi sesuatu dengan Rym, kau akan menanggungnya jika Rym sampai mengalami trauma lagi." ancam Ayaz. Lalu kemudian dia duduk kembali di kursi.


Marco pun sama, ia kemudian juga ikut duduk menghadap Mike, tidak ada rasa takut saat Ayaz mengancamnya begitu, namun justru sesak menyeruak di dadanya karena dirinya lah Rymi harus merasakan trauma seperti itu. Ia menyesalkan masa lalunya.

__ADS_1


"Lanjutkan Mike!" titah Marco.


"Untuk saat ini, biarkanlah Rymi merenungi bagaimana keadaannya, aku bahkan bisa melihat apa yang di takutkannya, calon ibu yang merasa tidak pantas untuk menjadi orang tua!"


"Tapi, bagaimana jika dia melakukan sesuatu untuk bayi itu?" tanya Marco. "Rymi bahkan mempunyai obatnya!"


"Kalian hanya perlu mengawasi gerak-geriknya saja, semoga saja Rymi tidak punya pemikiran untuk itu."


"Mike, kau harus memeriksa ya setiap hari, untuk memastikan bagaimana keadaan bayinya, aku tidak yakin dengan Rym, aisshhh... Wanita gila itu bisa melakukan apapun, jadi jangan mudah mempercayainya." usul Ayaz. Ia juga begitu mengkhawatirkan Rymi dan janin itu.


"Untuk saat ini memang akan aku lakukan, tapi jika kondisinya sudah stabil aku tidak bisa melakukannya lagi, bagaimanapun kalian juga tau, Rymi bukanlah seseorang yang mudah dibohongi." tutur Mike.


"Aahhh, sial sekali aku harus mencemaskannya!" gumam Ayaz.


"Ah ya, apa kalian sudah menanyai siapa ayah dari bayi itu?" tanya Mike.


Marco menggeleng, sementara Ayaz mengangguk, kedua reaksi yang berbeda itupun berhasil membuat keduanya saling pandang.


"Siapa?" tanya Mike dan Marco hampir bersamaan.


"Samudra, Rym hamil anaknya Samudra." jawab Ayaz.

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2