Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Sebentar lagi semuanya akan berakhir.


__ADS_3

Amla tampak gemetar, salah satu ruangan di villa lama milik keluarga Huculak ini menampilkan suasana yang berbeda, yang sama sekali tidak pernah dirinya duga.


Bau darah menyengat hidung, ruangan itu begitu berantakan, persis seperti sebuah ruangan penyiksaan, di mana kawat berduri masih tergeletak di lantai, dan juga ditemukan beberapa tali dengan begitu banyak noda darah.


"Nyonya Amla, ruangan apa ini?" tanya penyidik.


"Aa...Apa? Aku tidak mengetahui ruangan ini?" aku Amla. Ia juga sejurus bingung, mengapa tiba-tiba ada ruangan seperti ini, seperti ruangan penyiksaan. Apakah suaminya pernah menyiksa seseorang di sini, tapi ia rasa tidak. Setelah Ayaz, suaminya itu tidak pernah lagi menyiksa orang.


"Tapi, ruangan seperti ini mengapa bisa ada di Villa yang telah lama kosong ini?"


"Itu... Itu, aku tidak tau!" Amla dengan gugup menjawab, "Mungkin... Mungkin..."


"Pak, ruangan ini sepertinya baru saja ditinggalkan!" adu salah satu anggota penyidik, mereka segera menganalisa keadaan di ruangan itu, memang seperti baru saja ditinggalkan, bau darah saja masih kental tercium menusuk hidung.


"Nyonya Amla, bisa anda jelaskan apa yang terjadi?"


"Aku benar-benar tidak tau..." Amla mencoba berpikir cepat. "Mungkin suamiku, benar... Mungkin tanpa sepengetahuanku dia menyiksa seseorang di sini." ucap Alma tanpa menyaring dulu kata-katanya. Yang nyatanya semakin menyulut kecurigaan penyidik.


"Menyiksa seseorang?" tanya penyidik itu, jawaban Amla malah semakin membuka kecurigaan mereka.


Amla seketika langsung saja menyesali jawabannya, karena panik ia malah tidak bisa mengontrol apa yang akan dirinya ucapkan.

__ADS_1


"Aahhh, maksudku, mungkin saja kan! Aku benar-benar tidak mengetahui apapun tentang ruangan ini."


"Bagaimana Pak?" tanya para anggota penyidik.


Tampak ketua mereka melihat sekeliling, "Bawa kawat berduri itu, dan juga kalian temukan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai barang bukti, kita akan mengetahui sebenarnya apa yang terjadi di sini."


"Karena benar, ruangan ini seperti baru saja ditinggalkan."


Ketua pengawal yang menyaksikan itu tampak mengeram, dengan bukti yang menurutnya hampir terlihat jelas ini ia sudah menganggap apa yang dikatakan Ilham memang benar adanya, ia mengutuk Amla di dalam hatinya, tidak percaya bahwa istri dari Tuannya ini pada akhirnya akan membunuh Tuannya.


Amla mendekatinya dan bertanya, "Bagaimana ruangan ini bisa menjadi seperti ini, mengapa kasus ini menjadi semakin rumit?"


Ketua pengawal itu tidak melakukan apapun, terlihat masih enggan melangkahkan kakinya, bahkan untuk menyahuti perintah Amla pun tampaknya enggan dirinya lakukan.


"Hei kau!" bentak Amla dengan masih berbisik, "Kau dengar tidak, Kau dengar perkataanku?"


"Nyonya, saya akan melakukannya jika penyidikan ini sudah selesai, karena saya juga diharuskan berada di sini, bukankah itu adalah permintaan pihak penyidik." jawab ketua pengawal itu beralasan.


"Aasshhh, ya sudah, tapi nanti kau harus menyelidiki ini, bagaimana bisa ruangan ini... Sungguh aku benar-benar tidak tau!" keluh Amla.


Dia masih bisa bersikap seolah tidak mengetahui apapun, sungguh wanita licik...

__ADS_1


Tanpa Amla ketahui bahwa apa yang dilakukannya, bahkan setiap apa yang dirinya ucapkan sudah terekam dengan jelas dan disiarkan secara langsung di sosial media dengan akun anonim.


Beragam komentar memenuhi laman siaran langsung itu, Amla bahkan tidak mengetahui kalau dirinya kini sudah mulai menjadi bahan bullyan netizen.


@Rosalinda Apa sebenarnya yang dia lakukan, apa dia ingin mengajak kami bermain teka-teki, sudah terlihat jelas di sini kalau dialah pelakunya.


@Okti_Lonu Wanita ini, apa dia tidak sadar tindakannya, bagaimana bisa dia melakukan itu pada suaminya sendiri.


@JanuHoo Apa dia sudah gila, sebenarnya siapa yang menyiarkan siaran langsung ini, ini benar-benar pembuktian tindak kriminal yang tiada duanya, sangat transparan.


@Adeline Siapapun yang menyiarkan siaran langsung ini, aku sungguh berterimakasih, suamiku adalah salah satu pekerja di kediaman mewah Tuan Sian, kematian Tuan Sian kemarin adalah berita duka yang sangat menyakitkan bagi kami, apa lagi tewasnya Tuan Sian bahkan tidak wajar seperti itu, kami mengutuk siapapun pembunuhnya, dengan adanya siaran langsung ini kami bisa melihat dengan jelas, nyatanya Tuan Sian telah mencintai orang yang salah, wanita itu benar-benar jahat.


@Robaya Aku menginginkan hukuman mati untuk pelakunya. Sudah jelas ini adalah pembunuhan berencana.


Tak jauh dari villa itu, Ilham tersenyum smirk saat membaca beragam komentar di siaran langsungnya. Beruntung semuanya berjalan sesuai rencana Rymi, karena kalau tidak maka ia tidak bisa membayangkan pengorbanannya yang akan sia-sia.


"Sebentar lagi, sebentar lagi semuanya akan berakhir..."


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2