Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Ada sedikit tambahan.


__ADS_3

"Jadi karena adanya bukti itulah kami selaku pihak yang menangani kasus ini meminta anda dan pengawal yang memberikan kesaksian itu untuk memberikan keterangan lebih lanjut, karena meskipun hasil otopsi jasad Tuan Sian nantinya sudah keluar dan dinyatakan bahwa penyebab beliau meninggal bukanlah dibunuh, tapi mengingat bukti-bukti yang kami temukan di Villa lama keluarga Huculak itu bisa saja diartikan bahwa Tuan Sian memang mengalami penyiksaan."


"Karena hanya ada dua sidik jari yang ada di barang bukti yang kami bawa, yaitu sidik jadi Tuan Sian dan juga sidik jari Nyonya Amla!" jelas penyidik mengungkapkan keterangan lebih lanjut berharap Amla bisa dengan mudah mengerti bahwa kali ini hidupnya memang benar-benar sedang dipertaruhkan.


Amla menggeleng pelan, ia benar-benar tidak menyangka kasus ini nyatanya tidak bisa dianggap remeh, sedikit saja ia salah bicara maka dia bisa langsung mendekam di penjara.


"Lalu, kalian mempercayai begitu saja tanpa kalian mempertimbangkan keterangan yang aku berikan ini, aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya bahwa foto wanita itu bukanlah foto diriku. Aku berani bersumpah!" ucap Amla terdengar pasrah, namun sungguh ia sedang memikirkan jalan keluar bagaimana dirinya bisa membela diri. "Apa yang aku lihat saat ini adalah benar-benar sebuah konspirasi, sudah jelas ada seseorang yang ingin menjeratku sebagai pelakunya!" cetus Amla.


"Apa anda mencurigai orang lain?" tanya penyidik itu.


"Aku tidak bisa mengatakannya, kalian juga tidak akan mempertimbangkan penjelasanku ini, kalau saja aku mengatakan Siapa orang yang berpotensi melakukannya."


"Katakan saja Nyonya Amla, jika itu mungkin maka tentu saja kami akan mempertimbangkannya."


"Apa kalian kenal dengan seseorang bernama Ayaz Diren?" tanya Amla tanpa banyak berpikir. Ia benar-ebnar kalut sehingga tidak bisa menyaring duku kata-kata yang akan ia ucapkan.

__ADS_1


Penyidik itu menggeleng, "Ada apa? Apa orang itu adalah orang yang anda curigai? Apakah orang itu juga adalah salah satu dari pengawal anda?"


"Dia adalah anak tirinya suamiku!" beber Amla.


"Anak tiri? Tapi kami baru mengetahui bahwa Tuhan Sian memiliki anak tiri, memang pernah terdengar kabar bahwa Tuhan Sian sudah pernah menikah sebelum menikah dengan anda dan mantan istrinya itu dikabarkan sudah meninggal. Tapi untuk memiliki seorang anak hasil dari pernikahannya dulu ataupun anak tiri kami sama sekali tidak pernah mendengar kabar seperti itu." aku penyidik, kali ini sepertinya mereka akan memeriksa kembali seputar informasi terkait Sian Atlas Huculak, kali saja memang ada informasi yang mereka lewatkan.


Mendengar itu, Amla tiba-tiba saja tersadar bahwa apa yang telah dikatakannya tadi, sayangnya malah akan menambah situasi menjadi semakin rumit.


" Jadi... Apa anda mengetahui sesuatu?"


"Siapa tadi nama anak tirinya?" tanya penyidik itu lagi mereka akan membuat laporan baru terkait apa yang dikatakan Amla ini.


"Ayas Diren, namanya Ayas Diren!" jawab Amla.


"Apa Nyonya mengetahui di mana keberadaannya? Tempat tinggalnya atau nomor ponsel yang bisa dihubungi? Akan lebih baik jika dia juga hadir dan memberikan keterangan."

__ADS_1


Sayangnya Amla harus menggeleng pelan lagi dan lagi. Ia memang tidak mengetahui keberadaan Ayaz saat ini, memang kemarin ia pernah mengetahui bahwa ayah tinggal di suatu tempat dan atas perintahnya jualah orang-orang suruhannya itu bisa membakar habis rumah Ayaz waktu itu.


"Ayaz Diren, coba kau cari!" perintah ketua penyidik pada bawahannya.


"Lalu, apa anda memiliki hubungan baik dengan Ayaz Diren?"


"Aku selalu ingin menciptakan hubungan baik itu namun anak tiri kami mungkin memang tidak begitu menyukaiku dan juga tidak menyukai ayah tirinya." jawab Amla berdusta.


"Kami tetap akan mempertimbangkan pengakuan anda ini... Baiklah, apakah kita bisa melanjutkan pertanyaan berikutnya?"


"Silakan!" Amla mempersilahkan, ia juga sudah tidak sabar untuk mengetahui pertanyaan apalagi yang akan dilayangkan pihak penyidik itu selanjutnya, meski ada rasa khawatir dalam hatinya namun Ia juga penasaran.


"Nyonya Amla, ada sedikit tambahan... Apakah benar anda tidak mengenal saudara Romi dan juga saudari Erra?"


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2