Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Ayaz, bagaimana ini?


__ADS_3

"Kakak Ipar, bukankah tadi kau yang bilang kalau ibu hamil yang sedang mengidam itu memang kemauannya harus selalu di turuti!" ucap Rymi, ia merengek di hadapan Yaren meminta kasihani.


"Apa?" sentak Ayaz, jelas saja ia terkejut saat mendengar pernyataan Rymi.


"Aahhhh," Yaren dilanda ketidaknyamanan, apa lagi yang diinginkan Rymi saat ini, "Jadi, kau ingin aku membantumu untuk apa?" tanya Yaren.


"Sayang, apa maksudnya?" tanya Ayaz menyelidik.


"Bukan begitu maksudku Rym, kalau kau memang sangat menginginkannya, kalau permintaanmu itu masih bisa dituruti kenapa tidak, yang aku katakan tadi bukankah aku juga sudah bilang padamu, itu semua hanya mitos, yang memang masih sering banyak orang percayai." jelas Yaren, ia mencoba menghadapi Rymi dengan tenang.


"Tapi tetap saja, kalau saat ini aku sedang mempercayai mitos itu, tetap saja kan apapun permintaanku memang harus dituruti!" ungkap Rymi tak mau kalah.


"Hemmm, memangnya kau mau apa?" tanya Yaren yang diikuti anggukan Ayaz, pria itu juga menyimak sebenarnya apa yang sedang Rymi rencanakan hingga kali ini harus melibatkan Yaren.


"Sebenarnya aku menginginkan sesuatu dari Daddy, tapi sepertinya Daddy tidak mempercayai mitos itu... Kakak Ipar, bantu aku bicara dengan Daddy, jelaskan padanya kalau aku benar-benar menginginkannya." pinta Rymi yang masih belum juga menyebutkan permintaan apa yang akan ia pinta pada Marco.

__ADS_1


"Sesuatu? Apa?" tanya Ayaz, ia menangkap kecurigaan dari gelagat Rymi yang seolah meminta Yaren harus membantunya, karena jika permintaan Rymi tidak aneh, maka biasanya Marco ataupun dirinya selalu saja menuruti, selama Ayaz mengenal Rymi, Marco selalu menomorsatukan wanita itu sebagai anaknya, jadi jika Marco sampai mempertanyakan tentang mitos karena Rymi menginginkan sesuatu, pastilah bukan sesuatu yang biasa.


Apa yang tidak Marco berikan, rumah, yang, kekuasaan, kasih sayang, semuanya Marco beri untuk Rymi, tidak masuk akal jika Marco tidak langsung berkata 'Iya' kali ini.


"Aku..."


"Kau tidak bisa mempermainkanku Rym, apa yang tidak Marco berikan padamu? Jadi jika kali ini Marco masih meragu tentulah sumber masalahnya ada di kau!"


"Ayaz, aku hanya ingin menggigit tangan Daddy sekuat yang aku bisa!" ungkap Rymi, ia jujur saja karena mau berbohong pun nyatanya tidak akan bisa, Ayaz terlalu mengenal dirinya.


"Apa?"


tanya Yaren dan Ayaz bersamaan. Yaren langsung saja mengusap dadanya perlahan, beruntung dirinya tidak asal menyetujui permintaan Rymi. Sementara Ayaz, pria itu bahkan tidak percaya Rymi punya permintaan gila semacam itu.


Rymi hanya bisa nyengir kuda, memohon pengertian pada Ayaz dan Yaren.

__ADS_1


"Ayaz... Aku benar-benar menginginkannya!" ucap Rymi memelas.


"Tapi bagaimana bisa Rym? Kau gila, alasannya tidak masuk akal!" tolak Ayaz.


"Ayaz... Kakak Ipar, justru itu kau harus menjelaskan kalau apa yang kau katakan padaku tadi di taman memang benar!" mohon Rymi pada Yaren.


"Ya... Tapi Rym, bagaimana bisa aku..."


*Bagaimana bisa aku? Lebih baik kalian bunuh saja aku, menatap wajah Daddy Marco yang menyeramkan selama dua detik saja aku tidak berani, jadi bagaimana bisa kau seolah melimpahkan kesalahan padaku, ini gila...


Mulutku ini, benar-benar tidak bisa dijaga, mengapa juga harus mengatakan hal seperti itu pada Rymi, pantas saja dia bilang dia memang tengah menginginkan sesuatu, jadi ini yang diinginkan olehnya, apa tidak ada yang lebih sulit dari ini Rym? Ini sama saja seperti menawarkan nyawa, dasar Rymi... Bisa-bisanya dia punya permintaan gila seperti ini*?


Yaren hanya bisa menggerutu dalam hatinya, rasanya ia tidak akan sanggup mengakui bahwa Rymi mendapatkan pernyataan tentang mitos mengidam itu darinya.


"Ayaz, bagaimana ini?" tanyanya.

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


__ADS_2