Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Dasar pengganggu!


__ADS_3

"Jelaskan padaku, mengapa kau melakukan ini padaku?"


"Kau tau, aku benar-benar takut Ayaz..." ujar Yaren disela tangisnya, karena Ayaz yang menyuruhnya untuk menumpahkan seluruh rasa tangis, maka Yaren memberanikan diri untuk melunjak, ia bahkan menumpahkan kekesalannya juga.


Dia menuntut sebuah penjelasan, karena dari sini dia mulai paham, nyatanya hanya dirinyalah yang tidak mengetahui apapun, Marco, Rymi dan juga Ayaz, ketiganya itu dianggap Yaren benar-benar tega padanya.


"Mengapa tidak memberitahuku? Mengapa menyembunyikannya dariku? Aku bisa menjaga rahasia, aku bahkan bisa menutup mulutku rapat-rapat, jika Daddy ingin aku tidak keluar kamar barang selangkah pun kemarin maka akan aku lakukan, aku tidak akan bicara apapun, aku akan menurut apapun itu yang Daddy perintahkan, aku juga akan mematuhi apa yang dirinya larang, tapi tolong jangan buat aku tersiksa seperti itu!" lanjutnya dengan tangisan yang semakin keras.


Ayaz membawa Yaren masuk, memang ada rasa kasihan saat melihat Yaren kemarin, rasanya Ayaz benar-benar menjadi orang yang tega.


"Maafkan aku yaaa!" Ayaz meminta maaf, memang tidak semudah itu rasanya telah membuat jantung Yaren serasa ingin berhenti saat itu juga namun sekarang malah mulutnya ini sudah lancar saja mengucap maaf.


"Aku jahat yaaa, maafkan aku! Aku janji setelah ini kau tidak akan merasakan itu lagi!" Ayaz kembali memeluk Yaren, begitu saja lepas peluk lagi, lepaskan lalu memeluk lagi, mereka benar-benar melepaskan rindu.

__ADS_1


Lalu Yaren mendengar suara dari arah pintu masuk, ia mendongak dan mendapati kenyataan yang semakin membuatnya bertambah kesal.


Siapa yang mengira karena nyatanya Jovan juga berada di sana, sedang menenteng dua buah plastik hitam yang tidak dirinya ketahui apa isinya.


"Kak Jovan!" serunya marah.


Jovan meneguk salivanya kelat, matilah dirinya dipastikan Yaren tentunya akan kesal padanya.


Ayaz melihat wajah Yaren yang seperti menahan kemarahannya, lalu ia berbisik, "Kalau mau marah, ya marah saja, Jovan pasti juga akan mengerti!" kompornya.


Dengan perhitungan yang cepat Jovan berlari sembari membawa dua kantong plastik hitam besar itu, seolah ringan saja yang ditentengnya itu, padahal tadi ia sempat protes karena keberatan membawa itu semua sedang Marco tidak berniat membantu.


"Kak Jovan!" teriak Yaren. Beruntung saat ini mereka sedang berada di hutan, jadi mau teriak bagaimanapun sepertinya bukan masalah.

__ADS_1


Yaren melepaskan pelukan Ayaz yang tersisa, dia ikut berlari mengejar Jovan, ia ingin sekali marah dengan kakaknya itu, untuk mengungkapkan kekesalannya yang teramat, karena apa? Karena jika ingin marah pada Marco tentunya ia tidak berani karena tidak punya nyali, dan jika marah pada Rymi wanita itu juga tidak akan peduli padanya, sementara jika Ayaz, dia terlalu sayang untuk mengungkapkan kemarahannya pada sang suami, jadi dia hanya bisa menumpahkan semuanya nanti pada Jovan.


"Yaren... Tunggu, kau jangan lari lari..." teriak Ayaz, ia panik saat melihat Yaren berlari, tentunya ia langsung ingat kalau istrinya itu sedang hamil muda.


"Yaren..." serunya lagi, karena Yaren masih melangkah cepat karena mengejar Jovan.


"Jo berhenti Jo, Yaren tidak bisa lari-larian begitu!" teriak Ayaz menyuruh Jo menyerah saja, seketika suasana di rumah hutan itu menjadi ramai karena mereka, Marco tersenyum penuh haru, tidak menyangka bahwa ia bisa menemukan hari yang seperti ini. di seumur hidupnya. Marco kira dirinya tidak akan pernah menemui keluarga dengan kehangatan seperti ini, karena dirinya yang tidak menikah.


Rymi dan Ayaz benar-benar melengkapi hidupnya, ia benar-benar menyayangi kedua anaknya itu. Tidak ada bedanya meskipun Rymi bukanlah anak kandungnya.


Namun, lamunan Marco tentang kebahagiaan harus terhenti saat itu juga kala sebuah suara nyaring memekik menggangu Indra mendengarkannya.


"Ayaz bisa diam tidak... Kau ini memang lebih baik mati saja sepertinya! Dasar pengganggu!" protes Rymi memekik dari balik pintu kamar, ia yang memang baru saja ingin tidur merasa terganggu.

__ADS_1


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2