Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Aku menginginkanmu!


__ADS_3

"Aku ingin wanita yang akan melayani Tuan Marco, berapapun harganya akan aku bayar!" ucap Ayaz memerintah, sementara wanita yang dipilihkan Marco untuknya, ia sendiri yang mengantarkannya sampai ke depan pintu kamar Marco.


"Kau layanilah dia, dia yang memilihmu untukku, jadi mungkin kau termasuk seleranya!" ucap Ayaz tanpa perasaan.


Wanita transgender itu tidak punya cukup tenaga untuk menolak, meski rasanya tersinggung namun ia memilih untuk menurut saja apa yang diperintahkan Ayaz.


Kau akan menanggungnya Marco, seenaknya saja memilihkan yang seperti itu untukku, akan ku kembalikan padamu.


Ayaz tersenyum smirk, lalu ia meninggalkan wanita itu di depan pintu kamar Marco. ia akan memberikan kejutan untuk Bosnya itu.


Marco mendengar ketukan pintu dari luar kamar, ia lalu membukanya, dan dilihatnya wanita yang tengah berdiri di hadapannya itu menyapanya dengan senyuman. Marco merasakan lain, karena wanita yang ia pilih pertama kalinya bukanlah wanita itu.


"Kenapa kau yang datang?" tanyanya.


wanita transgender Itu tampak gugup saat ditanya oleh Marco ia tidak pernah membayangkan akan berhadapan dengan pria yang bertampang tegas dan menakutkan seperti ini, lalu dengan terbata-bata ia menjawab, "Temanku tidak bisa hadir melayani Tuan." akunya.


"Kenapa?" tanya Marco, Ia begitu heran, apa benar klub malam yang terkenal seperti ini bisa membatalkan begitu saja pelayanan kamar tanpa mengkonfirmasinya terlebih dahulu.


Saat wanita transgender itu tampak gugup menjawab pertanyaan yang ditayangkan Marco, untung saja Bosnya segera datang, dengan sedikit tergesa-gesa Bosnya itu menghampirinya.


"Maafkan kami Tuan, ada sedikit masalah pada wanita pilihan anda dan kami terpaksa harus membatalkan pelayanan, jika Tuan mau kami bisa menggantinya dengan yang lain!" ucap bos klub malam itu.


Marco tampak berpikir sebenarnya wanita yang dilihatnya kali ini jujur saja memang begitu cantik, kulit putih bersih mulus tanpa cela, hidung mancung serta bibir sensual yang menggairahkan, namun setelah didekati Marco merasa aneh mengapa dirinya tidak punya ketertarikan terhadap wanita ini.


"Baiklah kau boleh masuk!" ucap Marco, ia menyuruh wanita itu masuk ke kamarnya.


Wanita itu menurut dengan sedikit ragu mulai memasuki kamar Marco.


"Siapa namamu?" tanya Marco hanya untuk berbasa-basi saja tapi dari nada bicaranya jelas saja pria itu tampak acuh.


"Jessica Tuan!" sahut wanita transgender yang bernama Jessica tersebut.

__ADS_1


"Bukankah kau seharusnya melayani Ayaz?" Marco merasa ganjil, mungkinkah anak buahnya itu tidak ingin bermain-main sehingga merelakan wanita bayaran yang ia hadiahkan ini dipakai olehnya, pikir Marco.


"Benar Tuan, tapi Tuan Ayaz mengatakan ia tidak mau." jawab Jessica.


"Aah anak itu, sepertinya aku harus menyarankan dirinya untuk memeriksakan diri ke psikolog, sepertinya ada yang tidak beres, mengapa wanita cantik seperti ini saja ia tidak doyan?" Marco tersenyum miris mengingat Ayaz yang tidak pernah tersentuh oleh wanita.


lalu Marco pun memulai debut ranjangnya, ia meminta wanita itu untuk full melakukan service untuknya, wanita itu pun mengiyakan dengan senang hati.


Si perkasa kebanggaannya pun mulai ia perlihatkan, Marco berbaring dan wanita itu pun siap sedia melakukan tugasnya.


Keduanya sudah bergulat melakukan pemanasan, meski jarang melakukannya namun Marco tidak sekaku itu jika dihadapkan dengan barang menggiurkan seperti ini.


Marco cukup puas akan pelayanan yang diberikan Jessica karena wanita itu bisa mengimbangi permainannya, Jessica tidak mudah kelelahan meski ia menggempur wanita itu setidaknya sampai tiga kali pelepasan.


"Bodoh saja Ayaz tidak mau melakukannya denganmu." ucap Marco menyayangkan, ia memberikan uang tip untuk Jessica karena dianggapnya wanita itu begitu kuat tahan lama.


"Terimakasih Tuan!" Jessica merasa tersanjung karena pujian Marco.


Perihal membuka hati, Marco acap kali mencoba, pendekatan dengan beberapa wanita, sampai melakukan hubungan in*im. Namun nihil, pergulatan panas hanyalah tadi misalnya, mungkin hanyalah penuntutan has*at belaka, bukan berarti dirinya memiliki perasaan lebih terhadap wanita lain. Nindi, tetaplah selalu berada di hatinya.


Flashback off.


"Tapi kan aku mau mendengar cerita darimu!" rengek Yaren lagi, ia meminta dengan penuh permohonan, menceritakan aib Marco jujur saja membuatnya begitu terhibur atas kesedihannya yang harus meninggalkan sang Ayah.


"Sudahlah sayang, lebih baik kau..." Ayaz menjeda ucapannya, lalu tangannya mulai bergerak nakal meraba sesuatu di tubuh Yaren yang begitu pas dalam genggamannya itu.


"Melayaniku!" lanjut Ayaz.


Yaren menatap tidak suka pada tangan yang dengan lincahnya bergerak nakal itu. Ia menghela napas saat ingin menyingkirkannya namun tidak bisa.


"Kau terlihat keberatan?" sindir Ayaz, ia mulai tidak suka Yaren tidak menurut.

__ADS_1


"Ayaz, tapi ini sudah malam!" protes Yaren.


"Memangnya kenapa kalau sudah malam? Bukankah beberapa pasangan juga melakukannya di malam hari?"


"Iya tapi kan..."


"Rasanya, semakin kau tidak suka, maka aku juga semakin menyukai reaksimu itu!" ucap Ayaz sengaja dibuat sedikit menakutkan.


"Ayaz..."


Sudahlah, Yaren akan kalah lagi, sejak awal pada hubungan ini, di antara mereka, Ayazlah yang paling dominan, cinta dan juga perlakuan, Ayaz yang terlihat begitu menyayanginya namun juga sekaligus begitu menakutkan. Ayaz yang tidak suka dibantah itu, sayangnya adalah suaminya sendiri.


Melihat Yaren yang seolah pasrah saja, Ayaz semakin giat melancarkan aksinya, ia mere*as bukit kembar Yaren dan lalu menyingkap kain penghalang untuk memerdekakan isinya.


Ayaz membawa Yaren ke dalam dekapan, "Aku menginginkanmu!" bisiknya pelan namun serasa memabukkan, Yaren mulai meremang setiap kali Ayaz menggodanya begitu.


Ayaz langsung saja menyesap kedua bukit kembar Yaren secara bergantian, ia selalu saja bergairah saat melakukannya dengan Yaren, semenjak ia berhasil menjamah Yaren saat malam ia memindahkan Yaren dari kursi kayu ke kamarnya, kejadian itu saat mereka berdua sedang berada di rumah hutan, tubuhnya bereaksi dan seolah menginginkan wanita yang kini berhasil ia miliki ini, ia juga mematahkan praduga yang selama ini selalu ia khawatirkan, buktinya ia memang laki-laki normal, sama sekali tidak impoten.


Waktu itu, meski hanya sekedar memanfaatkan Yaren untuk teman tidurnya, ia juga merasa sedikit tersiksa kala kelakiannya selalu saja bereaksi jika di hadapkan dengan tubuh Yaren yang padahal dianggapnya tidak semolek Rymi. Bahkan, ia pernah mengatakan kalau dada Yaren itu tidak sesuai ukuran normalnya ukuran wanita, rata dan sama sekali tidak menggairahkan, namun lihatlah ia bahkan menyukai dada yang pernah ia katai rata itu. menyesapnya habis seolah sedang begitu menikmati minuman favoritnya.


"Ssluurppp..."


"Asshhhh..."


"Aahhhh..."


"Ayaz..."


"Yes Baby!"


Bersambung...

__ADS_1


Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰


__ADS_2