
"Kau tidak percaya padaku?" tantang Ayaz.
"Aku..." Yaren gugup, yah benar seharusnya ia percaya pada Ayaz, karena dirinya sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri bahwa hanya akan percaya pada Ayaz saja.
"Kau begitu cemburu? Bukankan sudah kukatakan antara aku dan Rym tidak ada hubungan apapun selain kakak dan adik, dia adalah saudaraku." jelas Ayaz.
Yaren terdiam, wajahnya tertunduk, lidahnya sudah kelu tidak bisa lagi untuk menyahut, salahnya yang begitu terkejut karena mendengar kabar kehamilan Rymi, hingga tanpa ia sadari kalau ia menuduh suaminya sendiri.
Namun bukan tanpa alasan ia bisa menuduh Ayaz seperti itu, selama ini Yaren benar-benar tidak pernah melihat Rymi dekat dengan pria manapun, hanya dengan Ayaz, Rymi bahkan terlihat sangat dekat dengan suaminya itu.
Lagi pun Rymi lebih dulu mengenal Ayaz dari pada dirinya, meski ia tidak menginginkan itu terjadi namun kadang curiga itu selalu saja berhasil menguras hatinya.
"Maafkan aku Ayaz..." lirih Yaren dengan masih tertunduk.
"Hemmm... Apa aku sebejat itu?" tanya Ayaz.
Yaren menggeleng, ia begitu malu karena sudah mencurigai Ayaz, secara tidak langsung dirinya bahkan menunjukkan ketidak percayaannya.
"Sudah bisa aku jelaskan?" tanya Ayaz.
Yaren mengangguk lagi, kemudian Ayaz membawa Yaren duduk di pangkuannya. "Dengarkan aku baik-baik!" ucap Ayaz.
Yaren sebenarnya tidak nyaman berada di posisi seperti itu, Ayaz bahkan kini dengan lancar tangannya menyusup lagi di balik piyama.
"Rymi hamil bukan anakku, dan perlu kau ingat dan camkan baik-baik bahwa aku juga tidak pernah sekalipun melakukan dengannya." satu tangan Ayaz meremas kecil bukit kembar Yaren, sementara tangan satunya dengan nakal memberikan usapan lembut di perut Yaren.
"Kau bisa menanyakan padanya jika kau ingin tau dia hamil anak siapa!" lanjut Ayaz.
"Ayaz..." lirih Yaren, ia benar-benar merasa Ayaz mengerjainya.
__ADS_1
"Hemmm..." sahut Ayaz terdengar tidak peduli.
"Tapi aku rasa aku tidak sedekat itu untuk menanyakannya pada Rymi!"
"Kenapa merasa tidak dekat, bukannya kau mencurigai hubungan kami, anggap saja itu sebagai alasan mengapa kau harus menanyakannya!" sindir Ayaz.
"Tapi..."
"Rymi pasti akan menjelaskannya."
"Ayaz, sebenarnya bisakah kau lepaskan aku, aku..."
"Begini saja, aku harus membuktikan pada istriku ini, bahwa aku hanya melakukan hal itu dengan satu orang saja."
"Ayaz, aku kan sudah percaya padamu!"
"Ayaz..."
Ayaz membalikkan tubuh Yaren menghadapnya, lalu dengan sigap memeluk tubuh itu.
"Baiklah kali ini kau kumaafkan, tapi setelah ini kau harus benar-benar percaya padaku, aku kan jadi sedih saat kau menuduhku seperti tadi?" Ayaz berucap seperti orang yang paling tersakiti.
"Ayaz, aku tidak bermaksud begitu, maafkan aku..."!Yaren menjadi semakin bersalah.
"Kau kan tau aku hanya mencintaimu seorang, aku saja tidak tau caranya berpaling darimu, jadi bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu tentang aku dan Rym?"
"Hiks hiks, aku sedih..." ratap Ayaz.
Yaren mengusap punggung itu, ia merasa semakin tidak nyaman.
__ADS_1
...***...
Alma baru saja sampai di kantor polisi, ia langsung masuk untuk mengajukan protes karena berita viral yang menyeret namanya itu.
"Selamat siang Nyonya Amla!" sapa pihak penyidik, baru saja mereka akan mengirimkan undangan resmi untuk meminta kehadiran Amla yang harus memberikan keterangan terkait kasus kematian Dale Adrie dan Sian Huculak, namun orang yang mereka maksudkan malah sudah datang sendiri ke kantor.
"Siang!" sahut Amla seadanya.
Ia langsung saja duduk tanpa dipersilahkan, lalu menampilkan sebuah rekaman video dari ponselnya, "Apa kalian mengetahui ini?" ketus Amla.
Pihak penyidik itu pun mengamati vidio itu, mereka benar-benar tidak mengetahui ini, kemarin seharian bekerja dan semalam mereka habiskan untuk menganalisa bukti membuat tidak ada siapapun dari mereka yang pernah berselancar di sosial media, pagi tadi mereka memang mendengar desas desus sebuah vidio viral, namun telinga mereka mendengar bahwa kasus itu adalah kasus penipuan yang dilakukan keluarga Argantara yang merugikan keluarga Suryono. Mereka tidak menyangka bahwa vidio penyidikan mereka kemarin akan menjadi viral bersamaan dengan kasus penipuan Argantara.
"Kami baru saja melihatnya!" aku ketua penyidik.
"Jangan main-main denganku, bagaimana bisa penyidikan yang kalian lakukan kemarin menjadi lelucon seperti ini, apa kalian sengaja merekam dan lalu menyebarkannya?" tuding Amla.
"Nyonya Amla! Jaga batasan anda!" hardik penyidik.
"Jangan bicara tentang batasan denganku, aku bertanya pada kalian mengapa vidio ini bisa beredar? Kalau bukan kalian lalu siapa?"
"Aku akan menuntut kalian semua atas pencemaran nama baik!"
"Nyonya Amla kami juga baru saja mengetahui vidio ini, jika anda menuduh kami yang melakukannya maka anda salah besar, kami bisa menuntut balik anda jika yang anda tuduhkan ini tidak benar! Jadi sebaiknya jaga batasan anda sebelum kami bertindak!"
"Kau..." geram Amla.
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...
__ADS_1