Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Kau mau ikut denganku?


__ADS_3

"Racun itu adalah racun yang sama dengan racun yang ada di tubuh saudara Dale Adrie!" ungkap ketua penyidik pada Amla.


Dia menemui wanita itu di sel, penjaga sel tahanan mengatakan bahwa Amla tidak berhenti membuat kegaduhan, tentang Ayaz Diren, mengatakan Ayaz Diren masih hidup, ketua penyidik benar-benar menyangka Amla sudah gila, bagaimana mungkin ia bisa percaya sedang Ayaz Diren mengalami kecelakaan dan mati di hadapannya sendiri.


"Tidak! Aku tidak tau menau tentang racun itu!" kekeh Amla.


"Bahkan saat sidik jari anda juga berada di sana, anda juga tidak mengetahui apapun?"


"Aku benar-benar tidak bisa menjelaskan apa yang tidak aku ketahui, karena saat ini aku sudah jelas-jelas difitnah!" aku Amla lagi.


"Sepertinya memang benar, anda mengalami gangguan mental!" ucap penyidik itu kemudian. Melihat pernyataan Amla yang dianggapnya semakin tidak meyakinkan membuatnya menganggap wanita itu sedang berhalusinasi.


"Tidak! Kurang ajar dasar sialan!" umpat Amla.


"Nyonya Amla, dari pada anda mengoceh berteriak-teriak seperti orang gila, lebih baik anda menyimpan tenaga anda supaya tetap fit di persidangan nanti, apapun yang mengganjal dan ingin anda ungkapkan, anda bisa mengungkapkannya di sana, barang kali saja ada yang sama gilanya dengan anda, yang bisa menerima penjelasan konyol anda ini!" ledek ketua penyidik. Benar-benar telah menghilangkan rasa hormat pada wanita itu.


"Apa maksudmu? Tidak akan ada persidangan, pengacaraku akan mengurus semuanya, kalian semua akan berlutut untuk meminta pengampunan padaku!" teriak Amla. Ia masih yakin kalau dia akan lolos dari penjara, kekuasaan bisa membeli semuanya.


"Bahkan seorang penjahat yang berkelas saja tidak ada yang membuat kegaduhan seperti anda selama ini, sikap anda yang seperti ini bahkan lebih meyakinkan saya kalau anda memang benar sudah berada di tahap gila!"


"Tidak, aku tidak gila!" sanggah Amla.


"Anda tau, pernahkah anda bertanya pada orang gila di jalanan? Jika anda memang bisa lolos dari sini nantinya, cobalah tanyakan itu dan dengarkan baik-baik jawabannya, apa ada orang gila yang mengakui dirinya gila?"

__ADS_1


"Ku rasa tidak, sama seperti anda saat ini yang juga tidak mengakuinya!"


...***...


Yaren merasakan kesepian, di rumah sebesar ini tidak ada yang dirinya kenali untuk menemaninya, hanya ada dua orang pelayan yang akan melayani apapun keinginannya, tapi Yaren benar-benar tidak menginginkan apapun, jadi dua pelayan itu sungguh tidak berguna baginya.


Tadi dia sedikit terhibur karena ada Rymi menemaninya, meski tidak juga bisa menghilangkan sedihnya namun setidaknya ia tidak merasakan kesepian berlarut. Dan sekarang entah ke mana perginya wanita itu.


"Apa semua orang yang tinggal di rumah ini memang suka semaunya? Datang dan pergi sesuka hati, tidak taukah aku ini rasanya hampir tidak waras?" gumam Yaren, dia merindukan Ayaz, dan tidak ada orang lain untuknya berbagi di sini. Benar-benar menyesakkan menurutnya.


"Yaren..."


Yaren menoleh saat ada yang memanggilnya, itu suara Rymi, wanita itu datang dari balik pintu utama.


"Aku berbelanja sebentar, sini..." ajak Rymi duduk, ia menarik tangan Yaren dengan cepat.


"Sam, taruh itu di kamar, aku akan memilihnya nanti!" pinta Rymi.


Sam mengangguk dan lalu pergi ke kamar Rymi.


"Ada apa?" tanya Yaren.


"Kau mau ikut denganku?" tanya balik Rymi.

__ADS_1


"Ikut denganmu? Kemana?"


"Ke suatu tempat yang nyaman, aku yakin kau menyukainya!" jawab Rymi.


Yaren tertunduk lesu, "Kau saja, aku sedang tidak mau jalan-jalan!" lirihnya.


"Ayolah Yaren..." bujuk Rymi.


"Tidak Rym..."


"Yaren ayolah... Aku yakin kau pasti menyukainya!"


"Siapa saja yang ikut?" tanya Yaren, meski bagaimanapun benar apa yang dikatakan Rymi, hidupnya akan berlanjut, dia harus keluar dari zona yang begitu membuatnya terpuruk ini, meski berat dan rasanya tidak akan sanggup, namun kalau tidak juga mencobanya maka tidak akan bisa merubah apapun.


"Daddy dan aku!" jawab Rymi.


"Hemmm..."


"Ayolah!"


"Baiklah!" angguk Yaren setuju.


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2