
"Maafkan aku Yaren... Maafkan aku yang harus melakukannya, maafkan aku!"
Ayaz melihat tubuh ringkih istrinya dari kejauhan, dengan memakai pakaian serba hitam menyamai pelayat lainnya, ia datang ke acara pemakaman dengan namanya sendiri.
Yah, Ayaz memang masih hidup, kecelakaan itu hanyalah rekayasa yang sudah direncanakan Marco untuknya. Supaya ia bisa hidup bebas, setelah ini tidak ada lagi nama Ayaz Diren, dia akan memulai hidup barunya dan Yaren, tanpa kekhawatiran akan kejaran-kejaran dengan rentetan masalah yang sebenarnya dirinya buat sendiri.
Flashback,
Ayaz sudah siap dengan segala-galanya, ia sedang mengendarai mobil sudah disiapkan oleh Rymi, ia terlibat kejar-kejaran dengan pihak penyidik yang nyatanya tidak mudah menyerah melepaskannya.
"Baiklah! Mungkin sudah jalannya!" ucapnya bergumam.
Lalu ia melakukan panggilan otomatis di ponsel yang sudah terhubung pada mobilnya dengan Marco dan Rymi.
"Aku sudah hampir sampai di posisi!" ucapnya.
"Oke!" sahut Marco di seberang sana.
"Di penghujung! Benar-benar tidak bisa dilakukan saat dipertengahan!" sambung Rymi.
Ayaz mengumpat kesal, apa-apaan ini? Mengapa tiba-tiba saja Rymi mengubah rencana, sudah tau kalau kecelakaan mereka ciptakan di ujung maka tidak akan punya banyak waktu untuk mereka menimbulkan tipuan mata.
Rymi menjelaskan bahwa ada sebuah Heli yang memantau kegiatan mereka dari atas, Ayaz benar-benar benci mengapa juga ada sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Dengan terpaksa Ayaz menyetujuinya, lalu ia menambah kecepatannya, di lihatnya dari kaca mobil kalau pihak penyidik juga menambahkan kecepatannya, namun tiba-tiba saja "Doorrr!" ternyata mereka mencoba menembak ban mobil Ayaz untuk menghentikan laju kendaraan Ayaz.
Ayaz masih bisa mengendalikan itu, jembatan sudah terlihat, dia juga melihat mobil taksi berwarna biru dengan plat yang ia kenali berada di depannya, juga sebuah bus besar yang berada di sisi kanannya.
__ADS_1
"Boom!" tiba-tiba saja ban mobil Ayaz pecah, Ayaz menyayangkan itu, lalu dengan sigap dia memberitahukan kesialannya itu pada Rymi dan Marco.
"S*it!"
"Rym, do it now! Ban mobilku tertembak, kita bahkan harus melakukannya di awal, cepat!"
"Apa?"
"Rym kau atasi heli itu, dan aku akan menangani Ayaz!"
"Baiklah Daddy!"
"Kau siap?"
"Siap Dad!"
Hanya butuh sepersekian detik untuk bus besar yang ternyata dikemudikan oleh Marco itu menukar mobil yang begitu mirip dengan mobil sedan hitam yang ditumpangi Ayaz untuk dijadikan tumbal. Mereka memang sudah menyiapkan itu, termasuk taksi biru yang berada tak jauh dari mereka itu, Rymi sedang mengemudi untuk mengecoh penglihatan ketua penyidik yang berada di belakangnya.
Marco melepaskan dongkrak yang terpasang dengan mobil sedan hitam yang begitu persis dengan mobil Ayaz, mobil yang telah dirinya isi dengan mayat seseorang yang dibeli olehnya dari luar negeri itu, kini siap untuk meluncur bebas menemui kecelakaan buatan yang diciptakannya.
Sementara Ayaz, dia harus tetap berada di posisi, berlindung pada gagahnya bus besar yang dikemudikan Marco, sehingga Ketua penyidik benar-benar tidak bisa melihatnya.
Mobil hitam itu mengarah ke arah kiri, Rymi dengan taksi birunya menghalangi mobil ketua Penyidik saat ingin mendahuluinya, namun siapa sangka kemudian, "Boom!" pihak kepolisian malah berhasil menembak lagi ban mobil sedan hitam itu hingga dengan lebih cepat sedan hitam itu kehilangan arah.
Ciiitttt!" suara ban mobil yang berdecit, Ayaz melihat itu karena sebenarnya mobil itu tepat berada di sampingnya.
"BAAMMM!"
__ADS_1
"CRAAASSHHH!"
"DERRR!"
"DUAARRR!"
"BRAAKKK BRAAKKK!"
Kecelakaan tidak bisa terhindarkan, mobil itupun terpental keras, berguling beberapa kali hingga terseret jauh dari titik kecelakaan, sungguh berakhir dengan begitu mengerikan.
"Huuuuhhhuuuu!" teriak girang Ayaz saat melihat mobil itu berguling bebas.
"Yes!" Rymi pun tak kalah antusias.
Marco meneteskan air mata, hanya inilah yang bisa dirinya lakukan, maafkan jika dia begitu pengecut, namun melihat Ayaz dipenjara nantinya juga tidak mungkin akan sanggup ia lakukan, jadilah dia melakukan ini, memalsukan kematian Ayaz hanya untuk supaya Ayaz bisa bebas dari nama yang sudah penuh dengan hal-hal yang berbau kriminal itu.
Terlihat juga dengan jelas dari kaca mobilnya, mobil ketua penyidik itu berhenti, dan kemudian "Wuusshhh! Duaarrr!" api yang menyala bersamaan dengan ledakan yang terdengar cukup keras.
Satu misi, selesai!
Ayaz, Marco, dan Rymi berlalu. Setelah dirasa cukup jauh dari titik kecelakaan, Ayaz menghentikan mobilnya, Marco pun dengan sigap turun dan memasangkan dongkrak untuk membawa mobil Ayaz.
Flashback Off.
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1