
Sementara di luar, ketua penyidik melihat api yang mulai membesar di salah satu unit apartemen itu, ia segera memanggil pemadam kebakaran untuk mengatasinya.
Lalu, terdengar suara pengaduan dari earphone yang dikenakannya, "Target berhasil meloloskan diri, temui target di tempat sampah!" ucap rekannya di seberang sana.
Ketua penyidik dengan segera mengerahkan timnya untuk menuju tempat sampah, sebagian lainnya ia suruh berjaga di pintu gerbang keluar.
"Aku akan menangani sendiri bajingan itu!" ucapnya dengan marah. Masa dengan anggota tim yang tak kurang dari empat puluh orang yang ditugaskan menyerang, bahkan semuanya bisa dikalahkan? Mustahil.
Ketua penyidik dengan cepat sampai di tempat pembuangan sampah, ia melihat seseorang yang memakai setelan serba hitam baru saja keluar dari lorong kecil tempat biasanya sampah akan keluar, langkahnya dengan cepat mengayunkan senjatanya untuk menembak, "Dorrr!"
Ayaz menoleh, dirinya tersenyum smirk karena untungnya tembakan itu hanya mengenai dadanya.
"S*it!" umpatnya, kemudian segera berlari menuju mobil yang sudah disiapkan Rymi.
Ketua penyidik yang melihat tidak terjadi apapun pada targetnya seusai di tembak segera mengejar, tak lama dua orang timnya juga keluar dari lorong kecil itu, ketiganya langsung saja mengejar Ayaz.
Ayaz membuka mobil itu dan segera melanjutkannya dengan cepat, beruntungnya ia keluar dari tempat sampah itu, jadi setidaknya ia tidak perlu melewati pintu gerbang untuk keluar.
Sementara dibelakangnya, pihak penyidik yang merasa bahwa dirinyalah tidak boleh kehilangan jejak Ayaz Diren pun tanpa ragu meminjam mobil sembarang orang yang terparkir di sekitarnya, ia menggunakan identitasnya yang mengisyaratkan bahwa kantornya akan mengganti kerugian jika terjadi sesuatu.
Ketua penyidik dengan kedua rekannya itu segera mengejar Ayaz, mereka benar-benar bertekad tidak boleh sampai kehilangan jejak Ayaz.
Dan yang saat ini sedang dikejar, mengaktifkan menekan panggilan cepat lewat tombol yang sudah disambungkan dari ponsel ke mobilnya, "Aku sudah hampir sampai di posisi!" ucap Ayaz memberitahukan.
"Oke!" sahut Marco di seberang sana.
"Di penghujung! Benar-benar tidak bisa dilakukan saat di pertengahan!" ungkap Rymi tiba-tiba.
"What?"
"Ada apa Rym?"
"Mereka memantaumu dari atas, kau lihat heli itu?"
"Ya, oke! Di penghujung!"!
"Lakukan!"
__ADS_1
Ayaz melihat kebelakang, lalu sedikit menengadah ke atas, sebentar lagi mereka akan sampai di titik lokasi.
Keadaan di belakang tampak menegangkan ketua penyidik dengan emosi mengemudikan mobil untuk mengejar Ayaz, hal itu juga membuat beberapa kekacauan saat banyaknya kendaraan tanpa sengaja saling bertabrakan karena menghindari mobilnya.
"Pak target menuju jembatan!"
"Baiklah!"
"Tembak ban mobilnya!" perintah ketua pemudik.
"Baik!" kedua rekan yang mengikutinya itupun mengeluarkan sebagian kepala mereka dari kaca mobil, tangannya terarah untuk menargetkan ban mobil yang dikendarai Ayaz.
"Doorrr!"
"Doorrr!"
Sayangnya tembakan pertama belum tepat mengenai sasaran.
"Lakukan! Jangan biarkan dia lolos!"
"Doorrr!"
"Doorrr!"
"S*it!" umpat Ayaz, panggilan masih berlangsung, jadi dia segera mengatakan masalahnya pada Rymi.
"Rym, do it now! Ban mobilku tertembak, kita bahkan harus melakukannya di awal, cepat!"
"Apa?"
"Rym, kau atasi heli itu, aku akan menangani Ayaz." perintah Marco.
"Baiklah Daddy!"
"Kau siap?" tanya Marco.
"Siap Dad!"
__ADS_1
Ayaz memasuki jembatan, tangannya dengan erat memegang kemudi, ia benar-benar memfokuskan matanya untuk melihat ke depan.
"Sebentar lagi!"
Ayaz melihat sebuah bus besar di sisi kanan yang hampir mendahuluinya, lalu ia pun memotong jalan bus besar itu, membiarkan mobil yang berada di sisi kirinya berlalu dengan mudah.
Ketua penyidik yang melihat pergerakan mobil Ayaz itu tampak keheranan karena mobil Ayaz yang memotong jalan, namun beberapa detik kemudian dengan cepat ia melihat mobil hitam yang dikendarai Ayaz itu ternyata menambah kecepatannya.
"Oh ternyata hanya sebuah pengecohan!" gumamnya sembari menambah kecepatan mobilnya.
"Lakukan lagi, tembak ban mobilnya!"
"Doorrr!"
"Doorrr!"
Kali ini kena, kedua tembakan itu bahkan mengenai mobil hitam itu, yang terlihat benar-benar kehilangan keseimbangan hingga tak terhindarkan saat harus menabrak pembatas jalan.
"Ciiitttt!" suara ban mobil yang berdecit karena kehilangan arah.
"BAAMMM!"
"CRAAASSHHH!"
"DERRR!"
"DUAARRR!"
"BRAAKKK BRAAKKK!"
Kecelakaan tidak bisa terhindarkan, mobil itupun terpental keras, berguling beberapa kali hingga terseret jauh dari titik kecelakaan, sungguh berakhir dengan begitu mengerikan.
Ketua penyidik segera menghentikan mobilnya, ia melangkah mendekati mobil itu saat sudah berhenti berguling, namun saat ia hampir saja mencapai mobil itu untuk menyelamatkan Ayaz karena target memang tidak boleh dibiarkan mati begitu saja, tiba-tiba saja ledakan terjadi, "Wusshhh! Duarrr!" mobil itu terbakar dengan hebatnya.
Ketua penyidik segera menjauh menghindari api, kini dia hanya bisa menatap kehampaan karena Ayaz Diren, seorang targetnya yang berada di mobil itu pastilah sudah mati dilahap api.
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
... ...