
"Rym, Rymi..." Marco mencoba menenangkan putrinya itu, namun yang dilihatnya Rymi semakin giat meracau, bersamaan dengan itu pintu terbuka.
Ayaz langsung saja berlari menghampiri, ia memeluk paksa adiknya itu, "Rym, apa yang terjadi, Rym kau kenapa?"
Sam juga panik, namun lagi-lagi dirinya kalah cepat dengan Ayaz, sahabatnya itu selalu saja cepat dalam bertindak, apa mereka memang terbiasa seperti itu, pikir Sam.
"Kenapa dia?" tanya Ayaz pada Marco, "Sam, panggilkan Mike, maksudku Dokter Mike, cepatlah!" titah Ayaz, ia sungguh kalut melihat Rymi yang tampak berantakan dan tak berhenti meracau begitu.
"Dia mengatakan tidak ingin memiliki bayi itu, lalu aku hanya menguatkannya, membujuknya untuk menerima, tapi entahlah dia tiba-tiba saja seperti itu." jelas Marco.
"Apa ada yang lain yang kau katakan padanya?" tanya Ayaz, ia mencurigai Marco, karena sebanyak yang dirinya dengar Rymi terus saja memohon ampun dan mengatakan ia akan melakukan semuanya. Semuanya apa?
Marco menggeleng, "Tidak ada, aku benar-benar hanya membujuknya, aku mengatakan akan menjaga anak itu, kau dan juga aku, hanya itu yang aku katakan." aku Marco. Memang benar dirinya hanya mengatakan itu, namun kata-kata janjinya yang terdengar seperti begitu menekan membuat Rymi tiba-tiba saja teringat akan masa kecilnya dulu, masa kecilnya yang sudah ia kotori dengan kelamnya dunia, tinta hitam serta darah yang entah sudah berapa nyawa ia korbankan, hanya untuk bertahan hidup menjadi kebanggaan Marco.
Marco tidak akan membunuhnya namun meski begitu Marco juga tidak akan melepaskannya, Rymi dididik untuk menjadi kejam, bagai tidak punya pilihan selain menurut, mati pun Rymi tidak akan bisa. Hidupnya adalah milik Marco.
"Rym, Rymi, sadar ini aku..." Ayaz memeluk erat wanita yang ia anggap adiknya itu, "Katakan, ada apa? Katakan!" tanya Ayaz.
__ADS_1
Keringat dingin membasahi tubuh Rymi, wanita itu tidak menangis namun terus saja meracau, tak lama Mike pun datang, langsung saja menyuntikkan obat penenang. Sebagai seorang dokter, dengan melihat sekilas saja ia tentunya sudah tau apa yang terjadi pada Rymi.
Perlahan tubuh yang memberontak itu pun melemas, Rymi terjatuh di pelukan Ayaz. Sam melihat itu, hatinya sakit saat seseorang yang dicintainya malah jatuh dalam pelukan pria lain, mengapa bukan dirinya yang berada di sana.
Namun, karena ia sudah berjanji dalam hatinya untuk mempercayai Ayaz, saat ini ia sedang mencoba yakin bahwa di antara Ayaz dan Rymi tidak ada hubungan apapun yang melibatkan hati. Tapi, tidak bisa juga ditepisnya bahwa rasa cemburu itu masih ada.
Rymi di baringkan kembali di ranjang, wanita itu kembali tidak sadarkan diri. Mike menatap Ayaz dan Marco bergantian, lalu berkata "Bisa ke ruanganku sekarang?" ajaknya.
Ayaz mengangguk, Marco pun juga sudah melangkah ingin segera berdiskusi dengan Mike mengenai keadaan Rymi, dia benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada putrinya itu.
"Aku titip Rym, kau bisa menjaganya sebentar kan?" Ayaz memegang pundak Sam saat hendak berlalu ke luar.
Sam segera menuju sofa dekat ranjang, saat Ayaz dan Marco sudah keluar ia pun memandang Rymi yang tampak kelelahan.
Kakinya melangkah mendekati Rymi, perlahan tangannya terulur membelai lembut pipi wanita yang saat ini mungkin sudah bertahta di hatinya.
"Apa kau tidak mau menerimanya?" tanyanya pada wajah yang masih terlelap itu.
__ADS_1
"Kenapa? Apa karena itu anakku?"
"Apa karena kau akan memiliki keturunan denganku?"
"Apa jika itu anak orang lain kau akan menerima kehadirannya?"
"Kau terlihat begitu tertekan dan mengatakan tidak mau memiliki bayi ini, kenapa? Apa kau menyesal melakukannya denganku?"
Sam menggenggam lembut tangan Rymi, ia menciumnya, "Aku yakin kehadirannya bukanlah tanpa sebab, jadi aku mohon jangan melalukan apapun."
"Aku akan bertanggung jawab, aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuknya, kau tidak perlu merasa keberatan, aku akan turut menjaganya, aku berjanji... Rym, dengan adanya dia, aku yakin Tuhan pun merestui hubungan kita, aku akan mencintaimu dengan seluruh hidupku, kau bisa memegang kata-kataku..."
"Kau tau, saat mendengar dari Ayaz saat ini kau sedang hamil, aku bahkan merasa kalau aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini, aku merasa dengan adanya dia maka kita bisa bersama, Rym... Aku sangat menyayangimu, jadi tolong terimalah kehadirannya meski kau tidak mencintaiku!"
"Aku mohon, terimalah kehadirannya, aku akan menjaga kalian, aku berjanji!"
Kemudian Sam mengecup lama kening Rymi, seolah ingin memberitahu bahwa ia benar-benar sangat mencintai wanita itu.
__ADS_1
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...