Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Meminta bantuan Sam.


__ADS_3

Sam bergegas menemui Rymi, wanitanya itu mengatakan akan menunggu tidak jauh dari rumahnya. Jam dinding menunjukkan pukul setengah lima pagi, keadaan kota juga sudah berangsur ramai dikarenakan sebagian orang sudah biasa memulai aktifitasnya di jam segini.


Sam melihat mobil yang terparkir di tepian jalan, dia langsung saja menghampiri mobil itu.


"Masuklah!" pinta Rymi.


Sam menurut, saat sudah masuk Sam terkejut karena di posisi kemudi sudah ada Marco yang nyatanya juga ikut.


"Ada apa?" tanya Sam langsung.


"Ayaz..."


"Rym!" tanpa basa-basi lagi Sam memeluk Rymi, ia mengira pastilah calon istrinya itu sangat merasakan kehilangan.


Sementara Rymi, wanita itu menunduk dalam. Dia juga tidak tau harus bersikap bagaimana, karena rasanya hal semacam ini bagai terpaksa dirinya lakukan.


"Kami ingin meminta bantuanmu!" ucap Rymi saat Sam sudah mengurai pelukannya.


"Bantuan?"


"Yah! Kami ingin memakamkannya!" ujar Rymi.


Lalu Sam tampak berpikir, Ayah angkatnya menginginkan jasad Ayaz, dan Rymi juga, harus bagaimana?


"Tolong kami, Ayaz tidak punya keluarga, di identitasnya dia tidak berhubungan dengan siapapun!" lanjut Rymi.


"Lalu, aku? Bagiamana denganku? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Sam.


"Besok, temuilah pihak kepolisian, dan minta mayat itu, kami ingin memakamkan Ayaz!"

__ADS_1


"Tapi Rym..."


"Ada apa?"


"Ayah angkatku juga menginginkan mayat Ayaz, dia berkata ingin memakamkannya!"


"Tidak!" ucap Marco cepat.


"Tuan!"


"Aku ingin memakamkan sendiri putraku!" tegas Marco.


"Aku mohon Sam, kau bisa memberikan kesaksian bahwa kau memang sahabat Ayaz, kau juga tidak masalah jika mengungkapkan identitasmu yang sebenarnya, malahan sekarang Ayah dan Ibumu sedang dalam penjagaan ketat karena menjadi korban, tentunya itu masih masuk akal jika kau yang mengurus mayatnya!" mohon Rymi.


"Sudahlah Rym, tidak perlu memohon padanya, aku akan berusaha sendiri untuk mengambil jasad putraku!" ketus Marco.


"Daddy..."


"Daddy, aku mohon!"


"Rymi Arash!" pekik Marco, Rymi tau jika Ayahnya itu sudah memanggilnya dengan nama lengkap, itu berarti dia tidak bisa lagi melawan.


"Sam... Please aku mohon!" bisik Rymi di dekat Sam.


Sam sungguh tidak bisa berpikir jernih, bagaimanapun baginya ini sama penting, ayah angkatnya ataupun calon istri dan calon mertuanya itu.


"Oke!" sahut Sam tak kalah tegas.


"Sam!"

__ADS_1


"Aku akan mengurus mayatnya!"


"Tidak perlu, kalau kau masih ragu, aku akan mengusahakannya sendiri!"


"Tidak Tuan! Aku bisa mengurus jasadnya!" jawab Sam pasti.


"Tapi sebelum itu, izinkan aku untuk menemui Ayah angkatku dulu, bagaimana pun aku harus mengatakan padanya meski nanti dia tidak menyetujui!"


"Hemmm!" sahut Marco tak bergeming.


"Rym, aku pergi dulu, akan aku kabarkan sebelum jam tujuh pagi, bersabarlah, berikan aku sedikit waktu!" pinta Sam pada calon istrinya itu sebelum pergi.


Rymi mengangguk, "Baiklah! aku benar-benar memohon Sam, kami hanya bisa menggantungkan harapan padamu!" ucap Rymi seolah semakin memberatkan Sam.


"Baiklah! Akan aku usahakan!"


"Tuan, aku pergi dulu!" pamitnya pada Marco.


"Hemmm!"


Kemudian Rymi dan Marco melihat punggung Sam yang semakin menjauh, keduanya memejamkan mata seolah mendapatkan ketenangan, sedikit lega karena akhirnya Sam bisa diandalkan.


"Selanjutnya apa?" tanya Rymi.


"Menenangkan Yaren!" jawab Marco, "Karena para pekerja yang tidak becus akhirnya Yaren harus mengalami ini, mau bagaimana lagi?" gerutu Marco kesal.


"Sudahlah Dad, semua sudah terjadi!" ucap Rymi untuk menenangkan Ayahnya itu.


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....


__ADS_2