
Tak lama, benar apa yang baru saja Rymi katakan, tiba-tiba saja ponsel Sam bergetar, terlihat nomor asing yang memanggilnya. Sam dengan ragu menjawab setelah sebelumnya menarik napas dalam untuk menetralkan perasaannya. Mau bagaimanapun dirinya juga harus berakting.
"Ya!"
^^^"Tuan Rangga!"^^^
"Ya, dengan saya sendiri!"
^^^"Kami dari pihak kepolisan, seseorang telah melaporkan bahwa kedua orang tua anda berada di sebuah ruang bawah tanah di kediaman Huculak, untuk itulah kami sudah melakukan penggeledahan, dan mendapati kenyataan yang sebenarnya!"^^^
"Apa maksud anda?"
^^^"Kedua orang tua anda berhasil di temukan dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, kami akan membawanya ke rumah sakit XX untuk segera mendapatkan perawatan medis yang tepat!"^^^
"Apa?"
^^^"Ya, anda bisa datang ke sana, nanti ada pihak kami yang akan menjelaskan lebih detilnya!"^^^
"Ya... Ya baiklah, saya akan segera ke sana!"
^^^"Akan saya kirimkan nomor kamarnya, sekali lagi maaf karena tidak memberitahukan terlebih dahulu, kami hanya ingin memastikan dan rasanya sulit dipercaya bahwa apa yang dilaporkan pelapor itu nyatanya adalah benar!"^^^
__ADS_1
"Hemm, baiklah, saya akan segera ke sana!"
^^^"Terimakasih atas pengertiannya, maaf sudah mengganggu waktu anda!"^^^
'Ya, terimakasih juga karena sudah melakukan yang terbaik."
Panggilan telepon itupun tertutup, Sam menoleh ke arah Rymi... Kemudian beberapa saat menggeleng pelan.
"Bagaimana kau bisa melakukannya?" tanya Sam tidak percaya.
"Aku? Apa kau sungguh masih marah?" tanya Rymi hati-hati.
Namun langkah kaki Sam semakin mendekat, tangannya juga pelan terulur membelai lembut pipi Rymi. "Kau... Bahkan kau, kau sudah membayar apa yang telah Sian dan Amla lakukan pada kedua orang tuaku!" ucap haru Sam. Yah dirinya terharu. Rymi, calon istrinya itu mengapa terlihat begitu hebat, dan mengapa dengan gilanya ia malah mengagumi, padahal jelas-jelas yang dilakukan Rymi adalah sebuah kejahatan, sebuah kriminal. Yah meskipun apa yang dilakukan Amla juga tak kalah jahat.
"Aku sebenarnya begitu malas mengatakan ini, tapi mau bagaimana lagi, harus kuakui rasanya kau yang terhebat!" ungkap Samudra, dirinya benar-benar mengagumi Rymi.
"Hemmm, sebenarnya kau tidak perlu berlebihan begitu, aku memang sudah terbiasa melakukan hal keren seperti ini!" ucap bangga Rymi kelewat percaya diri.
"Rym..." seketika Samudera ingin menarik kata-katanya, namun tidak bisa karena pujian itu memang cocok untuk Rymi.
"Sudah, pergi sana!" ucap Rymi, "Mulailah berakting seolah-olah kau benar-benar kehilangan kedua orang tuamu!" lanjutnya.
__ADS_1
"Hemmm, kau licik sekali!"
"Kau akan segera mengikuti jejakku, percayalah!"
Samudra terkekeh pelan, lalu ia benar-benar memasang jasnya kemudian mengecup bibir Rymi sebentar.
Tak lupa juga Sam mengusap lembut perut Rymi yang masih rata, "Jagain Ibu ya, jangan nakal, jangan bikin Ibu mual-mual lagi, Ayah harus pergi sebentar!"
"Cup!" Sam berjongkok dan kemudian mengecup lama perut Rymi.
"Udah, pergi sana!" Rymi tidak tahan, ia masih saja sering terharu kalau Sam memperlakukannya dengan begitu manis.
"Ya udah, aku pergi dulu sebentar ya!" pamit Sam.
Sam kemudian berlalu, ia akan langsung menuju ke rumah sakit, dalam perjalanan menuju ke sana, ia masih saja gugup karena ini pertama kalinya ia harus melakoni peran, sebagai seseorang yang tidak mengetahui apapun.
"Gila, ternyata lumayan susah juga ya!" gumamnya sembari mengemudi. Bukan apa, Sam rasanya takut saja, orang yang sulit dalam berbohong sepertinya tentu begitu takut kalau kehadirannya di sana nanti malah menghancurkan rencana sudah di susun oleh Rymi dengan sebaik mungkin.
Bersambung...
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰....
__ADS_1
... ...