Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Wanita adalah makhluk yang selalu benar.


__ADS_3

Rymi tengah membungkus tubuhnya itu dengan selimut, ia sedang marah, marah karena Sam dengan beraninya mengatakan ingin pulang.


Ia sedang meredam segala hasrat ingin mengumpatnya, karena jika tidak ia sudah menghabisi Samudra dengan makian, ia sungguh tidak mempunyai stok kesabaran yang cukup.


Namun karena amarahnya yang tak kunjung reda, Rymi membuang sembarang selimutnya itu dan kemudian dengan kesal kembali duduk.


“Dia itu... Dia itu... Dasar tidak peka!” gerutunya menggebu. Napasnya naik turun, betapa Rymi seperti sedang sangat menahannya.


“Bisa tidak jangan membuatku kesal, aisshhh!”


“Cinta! Heh, mengapa dia bisa berhari-hari menungguiku saat kami belum punya hubungan khusus semacam ini, hah?” keluh Rymi bertanya pada angin yang lewat.


“Dia bahkan dengan gampangnya mengatakan ingin pulang tanpa memikirkan perasaanku? Begitu, dasar Samudra sialan!” Rymi meninju keras dan bertubi-tubi guling yang dipegangnya, menganggap guling itu adalah jelmaan Samudra.


“Oke...” setelah marah, anehnya Rymi kembali tersenyum. “Jika dia ingin begitu, baiklah... Aku juga tidak akan membutuhkannya!” tekad Rymi.


Rymi kembali berbaring, ia mendekap guling erat berharap dengan begitu dirinya bisa bekerja sama dengan matanya, namun beberapa menit berlalu sayangnya kantuk tidak juga menyerangnya.


“Aisshhh sialan! Samudra itu, apa dia benar-benar pulang?” gumam Rymi.


“Tidak tidak, untuk apa aku peduli? Heh, aku tidak akan mencarimu kau tau, dasar pria tidak peka!” mencaci lagi kemudian.

__ADS_1


Namun sepuluh detik berikutnya, “Ku rasa saat melihat tatapan maut dariku tadi, tentunya dia pasti tidak akan berani untuk pulang!”


“Yah benar, apa aku harus memeriksanya?” Rymi tampak bersemangat untuk turun dari ranjang. Ia mengambil sandal dan langsung saja berlari menuju pintu.


“Aaashhh tidak tidak, bagaimana jika dia benar-benar tidak pulang, akan sangat memalukan jika aku sampai ketahuan memastikannya.” gumamnya lagi saat sudah memegang hendel pintu.


“Tapi aku benar-benar ingin melihatnya?”


“Tidak, jangan Rym! Jadilah wanita yang berkelas, heh... Kau tau kan Samudra itu bahkan bukan tipemu, sudahlah jangan biarkan dia berpikir kalau kau masih memedulikannya.”


Rymi kembali lagi berbaring menuju ranjang, ia mulai membalut lagi tubuhnya dengan selimut, namun saat matanya ia paksa untuk terpejam entah mengapa hanya ada bayang Samudra yang tertangkap oleh matanya.


“Sial! Ini akan membuatku gila!” geramnya.


“Jika kau ingin pulang, tidak usah memedulikan dia!” ucap Marco, mereka baru saja selesai bermain catur, Marco juga sudah merasakan kantuk jadi ia memilih untuk meninggalkan Samudra.


“Baik Tuan!”


Mana mungkin aku melakukannya, kisah kami saja baru dimulai, anakmu itu bukan wanita biasa, tapi wanita gila!


“Aku tinggal dulu!” ucap Marco kemudian ia berlalu menuju tempat istirahatnya.

__ADS_1


Sam mencoba berpikir apa kiranya yang harus ia lakukan, pergi menemui Rymi dan membujuk calon istrinya itu sekali lagi, atau berdiam diri saja di sini.


Tapi jika aku berdiam diri di sini, dia mana tau kalau aku tidak pulang, dia pasti mengira aku mengabaikannya dan memilih pulang.


Tapi jika aku menemuinya, apa dia tidak akan menghabisiku?


Wanita ini, mengapa begitu sulit dimengerti?


Sam menarik napasnya kasar, mau bagaimanapun rasanya tetap saja posisinya terancam.


Ia membaringkan tubuh lelahnya di sofa, menutup matanya dan benar-benar mempertimbangkan langkah apa yang kiranya lebih aman untuk dirinya ambil.


Berapa kali ia mengubah posisinya, mengapa rasanya mencintai itu begitu sulit, dia kira orang yang memiliki pasangan tidak akan merasakan dilema semacam ini.


Yang ada dibayangannya selama ini, jika ia berhasil menjadikan Rymi miliknya tentulah pasti Rymi dan dirinya akan sama-sama saling mengerti, namun nyatanya tidak, itu adalah sebuah pemikiran bodoh! Dari mulai pendekatan dengan wanita itu dan sampai hari ini pun selalu saja dia yang mengalah.


Dasar wanita, mungkin benar pernyataan kalau wanita itu tidak pernah salah.


Tiba-tiba Sam teringat akan quotes di Instagr*m yang mengatakan wanita itu adalah makhluk yang selalu benar, waktu itu ia bahkan tidak percaya namun kali ini sungguh rasanya ia benar-benar sudah membuktikannya.


Bersambung...

__ADS_1


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...


 


__ADS_2