Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan
Dasar Ayaz!


__ADS_3

"Kakak..." mata Yaren berbinar saat melihat Jovan tersenyum ke arahnya, tanpa memedulikan Ayaz ia langsung saja menghampiri dan memeluk kakaknya itu. Rasanya meski ia mengenal Jovan baru sekitar beberapa bulan ini namun Yaren sudah menganggap Jovan adalah keluarganya terdekatnya, terlebih ayahnya Argantara saat ini memang sudah benar-benar terpisah darinya, bagi Yaren hanya Jovan lah satu-satunya harapan, satu-satunya keluarga yang ia punya.


Jovan juga membalas pelukan Yaren, tanpa tahu ada yang sedang mengepalkan tangannya melihat itu, rahangnya mengeras melihat interaksi antara dirinya dan Yeren. Ya, orang itu... Siapa lagi kalau bukan Ayaz, suami dari Yaren itu begitu pencemburu, tidak peduli bahwa yang tengah dipeluk Yaren saat ini adalah kakak kandung istrinya itu sendiri namun bagi Ayaz tidak boleh ada orang lain selain dirinya yang bisa menyentuh Yaren. Ia tidak menyukai itu.


"Ehmmm!" Ayaz berdehem untuk menyadarkan keduanya, namun yang sedang coba disandarkannya tampak tidak menghiraukan peringatan itu.


"Kakak... Aku rindu sekali, mengapa baru berkunjung?" tanya Yaren, saking senangnya bertemu Jovan tanpa sadar tindakannya itu akan memicu kemarahan, setelah ini bisa dipastikan Yaren akan menerima amukan.


"Aku juga, Cemir menitipkan ini..." Jovan memberikan satu buah paper bag yang ternyata adalah titipan dari Cemir.


Yaren mengambil itu, dengan antusias membuka isinya yang ternyata adalah sebuah syal rajut berwarna merah, "Dia pasti membuatnya sendiri!" ucap Yaren kagum akan pemberian Cemir, aahhh sahabat yang ternyata adalah adik tirinya itu, ia sungguh merindukannya juga.


"Katanya selamat ulang tahun!" ucap Jovan. Lalu, tangannya juga merogoh kantong di balik jasnya, memberikan sebuah kotak perhiasan berbentuk hati, "Ini dariku!" ucap Jovan, lalu membukakan kotak perhiasan itu yang ternyata isinya adalah sebuah cincin.


Yaren sungguh terharu, ia bahkan lupa kalau hari ini adalah ulang tahunnya, "Kakak..." lirihnya, ia kembali memeluk Jovan.


Sedangkan Ayaz, selain cemburu hal yang saat ini dirasakannya adalah malu, mengapa ia bisa tidak mengetahui kalau hari ini istrinya itu berulang tahun. Yaren tidak pernah mengatakan padanya, atau mungkin dirinya lah yang begitu tidak peka.

__ADS_1


Ulang tahun Rymi saja bahkan ia tidak pernah lupa, tapi Yaren, aahhh sudahlah suami macam apa dirinya ini gerutu Ayaz.


"Apa kalian ingin terus berpelukan seperti ini?" ucap Ayaz sensitif.


"Ahahh... Sayang, bukan begitu, aku terharu..."


"Kau Jo! Kau menghancurkan rencanaku saja, seharusnya kau memberitahuku kalau kau akan memberikannya hadiah!" ucap Ayaz, percayalah ia sedang berakting untuk menyelamatkan citranya.


"Menghancurkan rencanamu? Apa maksudnya?" tanya Jovan tidak mengerti.


"Aaahhh begitu ya?" Jovan tersenyum kaku, dia merasa tidak nyaman karena sudah menghancurkan rencana Ayaz.


Yang padahal Ayaz saja belum merencanakan apapun, Ayaz sengaja mengatakan itu supaya Yaren tidak kecewa padanya, karena ia yang sampai kini pun belum juga memberi Yaren hadiah ataupun ucapan selamat ulang tahun. Ayaz tidak ingin Yaren mengettahui kalau dirinya tidak mengetahui hari ulang tahun istrinya itu.


"Sudah sudah, minggir! Ini kan istriku, kau ini jangan terlalu dekat dengannya!" Ayaz dengan sigap memisahkan Jovan dari Yaren. Lalu membawa Yaren bersamanya.


"Hilih, dasar budak cinta!"

__ADS_1


"Biarkan saja! Makanya, segeralah menikah supaya kau tahu rasanya punya istri!" Ayaz lagi-lagi mengejek Jovan, lalu ia membawa Yaren duduk sedikit menjauh dari Jovan.


"Sayang maaf ya, sampai kini aku belum memberikanmu hadiah apapun, rencananya aku baru akan memberikan kejutan untukmu nanti malam tapi sayangnya si brengsek ini sudah menghancurkan rencanaku duluan! Kau jadi ingat kan kalau hari ini ulang tahunmu!" ucap Ayaz seolah sangat menyesal.


"Sayang, jangan begitu, aku tidak apa!" ucap Yaren, setelah keharuan karena Jovan yang tiba-tiba memberinya hadiah ulang tahun, ia juga senang karena Ayaz mengingat ulang tahunnya.


Ayaz membelai pipi Yaren, "Selamat ulang tahun sayang!" ucapnya lalu memeluk istrinya itu, "Aku harus menghilangkan bayang-bayang pelukan Jovan dari tubuhmu ini, tadi dia memelukmu seperti ini kan?


"Dengar! Tidak boleh ada yang menyentuhmu selain aku, pokoknya tidak boleh!" bisik Ayas menggerutu pada telinga Yaren.


Yaren terkejut akan penuturan Ayaz, suaminya ini mengapa tiba-tiba menjadi tidak masuk akal, mau bagaimanapun padahal Jovan adalah kakak kandungnya kan, tidak bisakah memaklumi itu?


Dasar Ayaz!


Bersambung...


...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2