
"Menikahlah denganku!" pinta Sam, ia sangat mengharapkan Rymi menyetujui ajakannya, menikah... Sam seperti sedang bermimpi karena pada akhirnya ia bisa mengajak Rymi untuk menikah. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, karena sejatinya ia memang benar-benar ingin merajut hubungan yang serius dengan Rymi.
"Aku... Aku juga tidak pantas untukmu, kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku!" ucap Rymi. Ia benar-benar merasa begitu rendah dan kecil di hadapan Sam yang menurutnya telah begitu baik.
"Tidak, meski ada seribu wanita yang lebih baik darimu pun, aku tetap akan memilihmu, karena aku bukan melihatmu dari kebaikan hati ataupun wajah cantikmu, aku mencintaimu karena aku menyukaimu."
"Setiap kali berdekatan denganmu, aku selalu saja gugup dan canggung, aku selalu saja menahan rasa ingin memilikimu, dan rasa itu tidak pernah aku rasakan pada wanita lain selain dirimu!"
"Sam..."
"Aku tidak bohong, karena aku tidak pandai merangkai kata-kata maka itulah kenyataannya, aku berkata benar Rym, aku benar-benar sangat menyukaimu, aku mencintaimu... Jadi, aku mohon menikahlah denganku, apa lagi kau sudah mengandung buah cinta kita, jikapun kau tidak mencintaiku, bagiku tidak apa, tapi setidaknya biarkan aku bertanggungjawab."
"Sam... Apa kau benar-benar serius?"
Sam mengangguk, "Aku akan bertanggungjawab, dia anakku kan?" tanya Sam.
Rymi menatap mata Sam yang mengisyaratkan keseriusan, Rymi menyadari hatinya juga telah bergetar untuk pria ini, entah sejak kapan ia merasakan cinta ini, Rymi pun juga tidak mengetahui pasti.
__ADS_1
Rymi mengangguk membenarkan, Sam merasa lega karena dugaannya benar, Rymi memang tengah mengandung anaknya.
"Jangan lagi takut, aku akan menemani kalian."
Rymi mengangguk lagi, matanya kembali memanas, ia ingin menangis lagi di pelukan Sam, jadi tanpa menunggu persetujuan Sam, Rymi langsung saja memeluk pria itu.
"Hiks hiks..." isaknya mewarnai keharuan itu.
"Jangan menangis, ada aku..." ucap Sam.
"Kita akan melewati ini bersama."
"Sayang baik-baik di sini yaaa, jangan buat Ibu muntah-muntah lagi, kalau mau minta sesuatu kasih tau Ibu pengennya apa, Ayah di sini sudah siap nurutin apapun kemauan kamu!" ucap Sam pada janin di perut Rymi.
Tiba-tiba saja Rymi memegang tangan Sam, Sam mendongak, mata keduanya bertemu, Rymi terdiam namun matanya masih betah memandangi wajah Sam.
Sam semakin mendekatkan wajahnya, melihat Rymi yang tidak mencegah geraknya, Sam nekat ingin mengecup bibir yang waktu itu sudah pernah dirasainya.
__ADS_1
"Cup!" Sam mengecup bibir Rymi lembut, melu*atnya perlahan, namun diluar dugaannya Sam tidak menyangka kalau Rymi malah membuka sedikit mulutnya untuk Sam lebih lancar dalam menjalankan aksinya.
Sam tidak menyia-nyiakan itu, lidahnya mulai memasuki ruang mulut Rymi, saling membelit dan bertukar sal*va, decapan yang terdengar kini menjadi saksi bahwa ciuman mereka sudah berubah menjadi semakin memanas.
"Aku mencintamu Rym!" bisik Sam, terdengar erotis namun meski begitu Sam benar-benar tulus mengatakannya, ia benar-benar cinta dan bahkan sudah tergila-gila dengan wanita itu.
Tidak ada jawaban dari Rymi namun dari perlakuannya yang tidak mencegah Sam melakukan apapun padanya, Sam menyangka mungkinkah Rymi sudah menerimanya.
Pergulatan itu semakin panas hingga Sam kesulitan menahannya, haruskah ia melakukannya lagi dengan Rymi? Dan juga apakah Rymi mengizinkannya.
"Rym, bolehkah?" tanya Sam hati-hati.
Namun di luar dugaan, Sam benar-benar tidak menyangka kali ini Rymi akan mengangguk mengiyakan permintaannya. Ia kira Rymi akan menolak dan kembali menampilkan taring seperti biasanya, mengingat betapa garangnya wanita itu.
Dan terjadilah, malam kedua yang Sam rasakan begitu hangat dengan Rymi, setelah tak lupa dirinya mematikan lampu terlebih dahulu supaya ia bisa semakin leluasa bertempur dengan kekasih hatinya ini.
Bersambung...
__ADS_1
...Klik suka, komentar, beri hadiah dan juga Vote untuk mendukung karya ini 🤗🥰...