
setelah itu Yin Su dan Bing Hua menceritakan semua informasi yang mereka dapatkan kepada Yan Liyan.
"kalian beristirahat terlebih dahulu aku tahu jika kalian tidak diberi waktu untuk beristirahat dengan cukup oleh mereka jadi biarkan aku yang mengurus sisanya." Yan Liyan memandang para bawahannya yang tampak kelelahan.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mansion untuk beristirahat.
sedangkan Yan Liyan melesat kearah hutan kabut dingin untuk membicarakan sesuatu pada organisasi yang dia bantu 6 hari yang lalu.
Yan Liyan langsung saja masuk menerobos kedalam wilayah markas organisasi kabut dingin sehingga menimbulkan kegaduhan ditempat itu dikarenakan kedatangan Yan Liyan yang tiba-tiba.
"siapa orang itu apa dia musuh...?"
"entahlah tapi dari penampilanya orang itu seperti mata-mata musuh."
"cih... siapa peduli serang penyusup itu..!!" salah satu anggota organisasi berteriak untuk menyerang Yan Liyan.
tapi sebelum mereka menyerang Yan Liya tiba-tiba muncul pria tua yang tidak lain adalah Wu Qing menghadang mereka.
"dia bukalah musuh melainkan tamu kehormatan yang telah membantu kita 6 hari yang lalu dari serangan penghianat itu."
"jadi turunkan senjata kalian dan lakukan tugas yang seharusnya kalian lakukan masing-masing..!!"
ucap Wu Qing yang membuat semua orang yang berada di tempat itu mengangguk tanda mengerti.
mereka juga sangat mengingat kejadian 6 hari yang lalu dimana mereka diserang oleh orang yang mereka anggap sebagai saudara.
dan pada akhirnya mereka menang akibat dari sosok misterius yang membantu mereka tapi mereka tidak melihat dengan jelas siapa orang yang menyelamatkan mereka.
setelah menyelesaikan kesalah pahaman antara Yan Liyan dan para anggota organisasi kabut dingin yang ingin menyerangnya.
Wu Qing mengajak Yan Liyan ketempat mereka minum teh 6 hari yang lalu.
"jadi...semua rencanamu telah selesai..?" tanya Wu Qing pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
__ADS_1
"ya.. kau benar para bawahan telah berhasil menyamar dan menyusup kedalam wilayah istana dua kekaisaran sehingga informasi yang mereka kumpulkan sangat akurat." ucap Yan Liyan.
Wu Qing menghela nafas ketika melihat anggukan dan ucapan penuh keyakinan dari Yan Liyan.
"jujur saja aku sedikit ragu jika rencanamu akan berhasil tapi aku akan tetap mengirimkan stengah dari jumblah anggota organisasi kabut dingin sebagai bantuan."
ucap Wu Qing yang sedikit keheranan dengan ambisi yang dimiliki oleh Yan Liyan.
"apa kau tahu anak muda jika seseorang terlalu berambisi dan melakukan apapun demi kekuasaan atau terhadap sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya maka..." sebelum ucapan Wu Qing selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"maka akan berdampak buruk bagi orang itu kemungkinan dia akan jatuh kedalam titik terendah dan kehilangan apa yang dia miliki..."
"dan hal itu pernah terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu pada seorang raja yang sangat ambisius terhadap kekuatan sehingga dia melakukan segala cara untuk menjadi kultivator dengan tingkat rana kultivasi setinggi yang dia inginkan."
"selain itu dia mencari atau merebut paksa tehknik tingkat surgawi keatas untuk dia pelajari."
"dan ketika kultivasi dan tehknik yang dimiliki raja itu sudah mencapai apa yang dia inginkan maka timbul sifat arogan dalam hatinya."
"hal itulah yang menjadi awal dari kehancuran raja itu, dia tidak pernah berfikir jika ada seseorang yang lebih hebat darinya."
"dan singkat cerita kerajaan itu hancur akibat sifat arogan dari sang raja itu ratusan tahun kemudian kerajaan itu dilupakan oleh orang-orang di alam tingkat rendah." ucap Yan Liyan yang membuat Wu Qing terkejut.
"cerita singkat tadi sangat benar kan..? raja Wu Qing."
Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
"kau benar anak mudah aku sangat menyesali akan hal itu." Wu Qing terlihat menyesal ketika mengingat sifat aroganya dulu.
"tenang saja..rencana yang aku buat sudah aku pikirkan dengan matang dan juga aku ingin merebut wilayah itu bukan karena aku ingin berkuasa atau semacamnya."
"tapi aku berpikir jika aku menguasainya wilayah maka wilayah yang tidak memiliki nama itu akan aman dan tidak ada perang untuk mempebutkanya dimasa depan nanti." ucap Yan Liyan meminum teh yang tersedia diatas meja.
Wu Qing yang mendengar apa yang dikatakan oleh Yan Liyan ingin menyela tapi dihentikan oleh kata-kata Yan Liyan.
"aku tidak naif seperti apa yang kau pikirkan, aku sangat serius dengan apa yang aku katakan." ucap Yan Liyan berdiri dan beranjak untuk pulang.
__ADS_1
"aku akan menunggumu dimedan perang nanti." ucap Yan Liyan lalu melesat menghilang dari tempat itu.
sesampain Yan Liyan di dalam ruangan Mansionya dia sangat terkejut ketika melihat Xiao Yi sedang duduk sambil meminum teh sisa minuman Yan Liyan tadi bersama Mei Lin dibahunya.
"jadi apa kau mendapatkan sesuatu yang menarik selama menjalankan tugas dariku adik Yi." Yan Liyan berjalan kearah Xiao Yi dan duduk dihadapannya.
Xiao Yi menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan.
"aku tidak menemukan apapun diwilaya itu selain daun berwarna merah tua, bunga Dandelion dan tumpukan batu yang bercahaya dan berwarna biru yang berserakan dibawah pohon di dalam wilayah itu."
Xiao Yi lalu mengeluarkan semua benda yang dia sebutkan tadi di dalam cincin penyimpananya.
terutama batu yang memiliki warna biru terang dan mengeluarkan cahaya biru terang.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan terkejut ketika melihat Xiao Yi mengeluarkan semua benda yang dia anggap menarik yang ada diwilaya itu.
"apa kau tahu benda apa yang memiliki warna biru dan bercahaya yang kau keluarkan dalam cincin penyimpananmu itu..?"
"aku sama sekali tidak mengetahui tentang batu ini hanya saja benda ini terlihat sangat menarik dan sangat indah.." Xiao Yi mengumpulkan batu biru yang berserakan diatas meja.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
"itu adalah kristal Qi tingkat rendah atau setara dengan 1000 batu Qi tingkat tinggi."
ucap Yan Liyan yang membuat Xiao Yi terkejut dan dengan cepat memasukan batu itu kedalam cincin penyimpananya.
"kakak Liyan kristal Qi ini menjadi sepenunya miliku bukan...?" Xiao Yi bertanya dengan ekspresi penuh harap pada Yan Liyan.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika melihat apa yang dilakukan oleh Xiao Yi pada kristal Qi itu.
"ya... itu adalah milikmu sepenuhnya adik Yi."
"dan ternyata karena keberadaan kristal Qi itu yang mengakibatkan dua kekaisaran ingin berperang." gumam Yan Liyan.
"istirahatlah besok pagi kita akan membuat sedikit kekacauan."
__ADS_1
ucap Yan Liyan kemudian berjalan menuju kamar.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk dan pergi menuju lantai atas dimana kamarnya berada untuk beristirahat.