SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ibu Bing Hua


__ADS_3

Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar perkataan sosok di depannya. Bagaimana tidak sosok yang tiba-tiba saja muncul dari dalam altar tiba-tiba saja memanggilnya sebagai putrinya, memang wajahnya sedikit mirip dengan wanita itu. Namun itu tidak menjamin jika dia merupakan putrinya bukan?


Meskipun terkejut, Bing Hua mencoba untuk tetap tenang.


"Maaf.. Anda siapa?"


"Sosok itu bukanya merasa kesal karena tidak dikenali oleh Bing Hua, dia malah tersenyum manis.


"Apa Si Bodoh itu tidak pernah menunjukkan lukisan wajahku kepadamu?"


"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti." Bing Hua bertambah kebingungan ketika mendengar ucapan sosok di depannya.


"Mm.. Bagaimana menjelaskanya.. Ah, mulai dari sini saja.


Sosok itu kemudian menutup matanya dan tiba-tiba saja di dahi sosok itu muncul simbol yang sama seperti simbol di dahi Bing Hua.


"Aku adalah ibu mu. Kau pasti mempunyai simbol yang sama seperti di dahiku ini bukan? Asal kau tahu saja jika Simbol yang ada di dahimu itu merupakan simbol yang berasal dariku yang aku berikan padamu pada saat kau baru saja lahir.


Ah, itu mengingatkanku pada waktu menyedihkan itu saja.


Hei... Siapa namamu? Maaf karena Aku tidak tahu namamu, hal itu disebabkan aku telah meninggal sebelum sempat memberikanmu nama."


Sosok itu terus saja berbicara tanpa henti, tapi terlihat jelas jika saat ini dia sedang tersenyum bahagia seperti telah menunggu momen seperti ini dalam waktu yang sangat lama.


Sedangkan Bing Hua hanya terdiam tanpa mengatakan sepata kata pun. Setelah sosok itu menyelesaikan ucapanya. Bing Hua langsung memeluk sosok itu dengan sangat erat.


"Ibu! Kau benar ibuku, kan?!" meskipun Bing Hua telah mengetahui jika sosok itu merupakan ibunya, tapi dia bertanya hanya untuk memastikan.


Sosok itu juga memeluk Bing Hua dan mengecup penuh kasih pucuk kepala Bing Hua dengan menunjukan kasih sayang seorang ibu pada putrinya.


"Ya, Aku adalah ibumu."


"Ibu, Namaku adalah Bing Hua. Dulu aku mempunyai julukan putri es dari dimensi Utara dan sekarang ini aku juga, aku mempunyai tingkat kultivasi yang tinggi serta teknik-teknik yang hebat." Bing Hua menjelaskan pencapaianya selama ini untuk membuat sosok ibunya itu bangga kepadanya.


"Bing Hua ya.. Nama yang indah. Julukan putri es memang sangat cocok untukmu, dan ibu juga bisa merasakan tingkat kultivasimu saat ini.


Putriku memang sosok yang sangat jenius ya."


Bing Hua hanya mengangguk ketika mendengar itu, setelah itu dia melepaskan pelukanya.


"Bagaimana denganmu Ibu?"


"Apa benar-benar ayahmu tidak menceritakan identitasku kepadamu?" sosok itu bertanya dengan tidak percaya.


Bing Hua menggeleng.


"Selain jika ibuku merupakan seorang ratu yang hebat dan baik. Tidak ada cerita lain lagi yang Ayah katakan padaku."


"Hmm.. Apa dia mempunyai alasan tertentu mengapa dia tidak menceritakan identitaski? tapi baiklah aku akan menyebutkan lebih banyak lagi mengenai diriku.

__ADS_1


Nama ibumu ini adalah Xue Yu.. Ingat itu dengan baik! Aku adalah sosok yang mempunyai julukan Dewi Es, disebabkan aku mempunyai segala jenis elemen es dan juga aku merupakan salah satu sosok yang terlibat dan berperan besar pada perang kuno yang terjadi ratusan juta tahun yang lalu.


Dan satu hal lagi, Sebenarnya aku tidak berasal dari alam ini, Aku berasal dari alam keabadian yang masuk ke alam ini karena suatu hal."


Penjelasan dari Ibu Bing Hua itu membuat Bing Hua dan Yan Liyan sangat terkejut.


"Dewi Es? Alam keabadian? Sebenarnya apa maksud semua ini." Yan Liyan secara refleks berkata seperti itu, karena saat ini dia merasa jika semua ini seperti telah direncanakan dari awal oleh seseorang atau bisa saja suatu kebetulan yang rumit.


Ibu Bing Hua langsung menoleh kearah Yan Liyan dan langsung memandang tajam dirinya.


"Siapa kau?"


Wuusss!


Aura dingin keluar dari dalam tubuh Xue Yu, lalu dengan sangat cepat aura dingin itu menuju kearah Yan Liyan.


"Bahaya!"


Yan Liyan menyilangkan kedua tangannya dan mengalirkan banyak Qi di kedua tangannya itu untuk menahan energi dingin yang mengarah kepadanya.


Disaat aura itu mengenai tubuh Yan Liyan, Dia bisa merasakan jika energi dingin yang dikeluarkan oleh ibu Bing Hua terdiri dari elemen es yang berbeda, dua di antaranya sama seperti elemen es miliknya yaitu elemen Es salju elemen es Yin dan elemen es yang lainnya adalah elemen Es kuno sama seperti Mei Lin.


"Hentikan! Dia adalah kekasihku, Ibu."


Ibu Bing Hua langsung saja menghentikan serangan auranya ketika mendengar perkataan dari putrinya.


"Eh, Kekasih? Apa kau mempunyai seorang kekasih?"


"I-iya Aku mempunyai seorang kekasih."


"Kau sudah dewasa wajar saja kau telah mempunyai seorang kekasih. Maaf.. Aku terlalu menganggapmu putri kecilku yang manis padahal kau sudah sebesar ini. Mungkin ini karena efek aku tidak melihat pertumbuhan masa kecilmu."


Setelah mengatakan itu ue Yu kemudian berjalan menuruni altar, menuju ketempat Yan Liyan.


Sedangkan Bing Hua hanya mengikutinya dari belakang dengan ekspresi yang sedikit khwatir.


Sesampainya Xue Yu di depan Yan Liyan.


"Jadi kau adalah kekasih Putriku?"


Yan Liyan mengangguk dengan sedikit waspa jika saja sosok yang merupakan calon mertuanya itu menyerang dirinya lagi. Jujur saja dia sedikit merasakan aura membunuh darinya.


'Sial! Ini merupakan kesan pertemuan yang buruk.'


"Dapat menahan seranganku! Kau cukup lumayan, tapi jika kemampuanmu hanya sebatas itu saja, maka kau akan membuatku sangat kecewa."


"Ibu..


" Diamlah Hua'er.. biarkan ini menjadi urusan calon mertua dan menantunya." ucap Xue Yu dengan ekspresi serius sehingga membuat Bing Hua terdiam dan memandang Yan Liyan penuh dengan kekhawatiran.

__ADS_1


Karena jika ibunya merupakan sosok yang berasa dari alam kebadian maka kemungkinan Yan Liyan untuk kalah sangatlah besar.


"Bagaimanapun Aku tidak akan perna setuju jika putriku mempunyai kekasih yang lemah, karena jika kau lemah berarti kau tidak akan bisa melindunginya jika dia berada dalam bahaya.


Serang Aku! jika kau mengenaiku dengan satu serangan saja maka kau yang akan menang.


Setidaknya buktikanlah kemampuanmu jika kau memang pantas."


Xue Yu memberikan syarat pada Yan Liyan agar dia menyetujui hubungan mereka berdua. Bagaimana pun Xue Yu memberikan syarat seperti itu demi kebaikan putrinya.


"Apa tidak ada cara lain..


"Tidak ada! Majulah.. Serang aku dengan seluruh kekuatan yang kau miliki!."


'Dian mempunyai sifat yang hampir sama dengan Bing Hua.' Agresif terhadap orang yang dianggap musunya merupakan sifat asli Bing Hua yang tidak diketahui oleh orang lain selain orang terdekatnya.


"Baiklah, tidak ada pilihan lain."


"Teknik ilusi cahaya rembulan! kenangan kelam!"


Yan Liyan menggunakan teknik ilusinya sehingga membuat Xue Yu terdiam untuk sementara.


"Langkah cahaya!"


Yan Liyan tiba-tiba saja muncul dibelakang Xue Yu dan mengarahkan serangannya berupa bola elemen api.


Wusss!


Xue Yu tiba-tiba saja menoleh kebelakang dan kemudian menangkis serangan Yan Liyan dengan sangat mudah. Bola Api yang Yan Liyan keluarkan tadi, bahkan membeku akibat dari dinginya elemen es Xue Yu.


Muncul bola elemen es dengan berbagai macam jenis di samping Xue Yu, lalu dengan sangat cepat bola es tersebut melesat menuju kearah Yan Liyan.


Yan Liyan juga melakukan hal yang sama seperti Xue Yu, yaitu mengeluarkan bola elemen es yin dan elemen es saljunya.


Sehingga kedua elemen es itu berbentuk sehingga menimbulkan ledakan yang cukup besar serta munculnya kabut dingin ditempat ini.


"Tidak mungkin! Dia bisa menggunakan dua elemen yang berlawanan?!" Xue Yu sangat terkejut ketika melihat Yan Liyan dapat menggunakan elemen es setelah tadi menggunakan elemen api.


Wus!


Satu bola elemen es milik Xue Yu masih melesat menuju kearah Yan Liyan. Hal itu disebabkan oleh melemahnya elemen es milik Yan Liyan.


'Ini demi harga diriku dan sebuah pembuktian! kali ini Aku akan serius!'


Yan Liyan mengeluarkan 9 bola di sekitarnya serta munculnya sayap dewa phoenix.


Yan Liyan mengepaksn sayapnya sehingga menimbulkan hembusan angin yang sangat dasyat yang membuat bola elemen es itu hancur berkeping-keping serta kabut dingin itu juga menghilang karena tertiup yang begitu keras.


Ketika kabut itu menghilang.. Xue Yu dapat melihat sosok Yan Liyan yang dapat mengendalikan 9 elemen serta mempunyai sayap phoenix dan dia sangat mengenali sayap phoenix itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin.. Ini benar-benar tidak mungkin!"


__ADS_2